Ledakan Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya Barat: Apa yang Terjadi?
Di pagi hari Selasa lalu, lingkungan sekolah SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Barat (Kalbar), terkena ledakan bom molotov. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB.
Pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan kegiatan pembelajaran secara daring dari selama dua hari ke depan. "Untuk menghindari kepanikan ini, maka dialihkan pembelajaran dari rumah," kata Kepala SMP 3 Sungai Raya, Lily.
Pada Rabu kemarin, pihak sekolah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah insiden pelemparan bom molotov kemarin. Keputusan ini diambil karena masih adanya rasa khawatir di kalangan siswa dan guru.
Dalam dua hari ke depan, kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan apabila kondisi dinilai aman bagi seluruh warga sekolah. "Nanti setelah situasi benar-benar normal, pembelajaran seperti biasa akan kita berlakukan kembali," ujarnya.
Imbas ledakan molotov, seorang pelajar mengalami luka ringan setelah menginjak serpihan paku karena panik sesaat mendengar ledakan. Korban sudah diberi penanganan dan diperbolehkan pulang, begitu juga dengan siswa lainnya yang dipulangkan sebagai langkah antisipasi.
Tim dari Laboratorium Forensik Polda Kabar dan Tim Inafis Polres Kubu Raya telah mengambil sampel dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi pun telah berhasil menangkap terduga pelaku untuk mencegah gangguan lanjutan. Pelaku pun diperiksa intensif oleh kepolisian.
Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait motif di balik peledakan tersebut dan pendalaman kasus lebih lanjut. Terduga pelaku telah diamankan di Polres Kubu Raya. Saat ini terus dilakukan pendalaman.
Di pagi hari Selasa lalu, lingkungan sekolah SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Barat (Kalbar), terkena ledakan bom molotov. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB.
Pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan kegiatan pembelajaran secara daring dari selama dua hari ke depan. "Untuk menghindari kepanikan ini, maka dialihkan pembelajaran dari rumah," kata Kepala SMP 3 Sungai Raya, Lily.
Pada Rabu kemarin, pihak sekolah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah insiden pelemparan bom molotov kemarin. Keputusan ini diambil karena masih adanya rasa khawatir di kalangan siswa dan guru.
Dalam dua hari ke depan, kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan apabila kondisi dinilai aman bagi seluruh warga sekolah. "Nanti setelah situasi benar-benar normal, pembelajaran seperti biasa akan kita berlakukan kembali," ujarnya.
Imbas ledakan molotov, seorang pelajar mengalami luka ringan setelah menginjak serpihan paku karena panik sesaat mendengar ledakan. Korban sudah diberi penanganan dan diperbolehkan pulang, begitu juga dengan siswa lainnya yang dipulangkan sebagai langkah antisipasi.
Tim dari Laboratorium Forensik Polda Kabar dan Tim Inafis Polres Kubu Raya telah mengambil sampel dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi pun telah berhasil menangkap terduga pelaku untuk mencegah gangguan lanjutan. Pelaku pun diperiksa intensif oleh kepolisian.
Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait motif di balik peledakan tersebut dan pendalaman kasus lebih lanjut. Terduga pelaku telah diamankan di Polres Kubu Raya. Saat ini terus dilakukan pendalaman.