Pada Selasa (27/1/2026) siang sekira pukul 13.40 WIT, pesawat Smart Air rute Nabire-Kaimana terpaksa melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Bandara Nabire, Papua Tengah. Keracunan mesin yang dialami pesawat tersebut menyebabkan penurunan daya dorong, sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Nabire.
Pada saat tersebut, pesawat Smart Air yang terdiri dari 11 penumpang dan dua kru, termasuk Pilot Capt. Tania K dan Co-pilot FO Bagus, melakukan pendaratan darurat di area pantai Karadiri atau Logpond di ujung Bandara Nabire. Penumpang yang berada dalam pesawat tersebut, sebanyak 13 orang, berhasil di-evacuasi dengan kondisi selamat.
Saat ini penumpang masih dalam proses pendataan oleh tim penyelidik dari Kantor Basarnas Nabire. Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan bahwa jajarannya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan lokasi dan pengumpulan informasi awal.
Saat ini pihak berwenang masih melakukan penanganan di lokasi serta pendalaman terkait kronologi lengkap insiden tersebut.
Pada saat tersebut, pesawat Smart Air yang terdiri dari 11 penumpang dan dua kru, termasuk Pilot Capt. Tania K dan Co-pilot FO Bagus, melakukan pendaratan darurat di area pantai Karadiri atau Logpond di ujung Bandara Nabire. Penumpang yang berada dalam pesawat tersebut, sebanyak 13 orang, berhasil di-evacuasi dengan kondisi selamat.
Saat ini penumpang masih dalam proses pendataan oleh tim penyelidik dari Kantor Basarnas Nabire. Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan bahwa jajarannya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan lokasi dan pengumpulan informasi awal.
Saat ini pihak berwenang masih melakukan penanganan di lokasi serta pendalaman terkait kronologi lengkap insiden tersebut.