Situasi Memanas, Sejumlah Negara Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran

Kekhawatiran keamanan di Iran terus memanas, sehingga beberapa negara Eropa mulai mengimbau warganya untuk meninggalkan negeri tersebut. Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol adalah beberapa contoh negara yang melakukan imbauan ini.

Kementerian Luar Negeri Italia menyarankan sekitar 600 warga Italia di Iran, terutama di kota Teheran, untuk meninggalkan negeri tersebut karena kekhawatiran keamanan. Imbauan serupa juga diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Polandia melalui platform X, dimana warga negara itu disarankan tidak melakukan perjalanan ke Iran.

Jerman juga memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Iran dan mendesak mereka yang sudah berada di sana untuk segera meninggalkan negeri tersebut. Kedutaan Besar Jerman di Teheran menekankan bahwa ada risiko penangkapan sewenang-wenang.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan situasi di Iran dan kawasan sekitarnya sangat tidak stabil. Warga Spanyol yang berada di Iran diminta meninggalkan negeri tersebut melalui sarana yang tersedia.

AS juga memperingatkan warganya untuk meninggalkan Iran, dengan menekankan bahwa situasi di sana sangat tidak aman. Kedutaan Besar AS virtual untuk Iran memperingatkan warga Amerika pada Senin untuk segera meninggalkan negara itu menyusul kerusuhan yang terus meningkat.

Dalam peringatan keamanan, kedutaan AS menekankan bahwa warga negara ganda harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran karena pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Menurut kedutaan, paspor AS atau hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang.

Situasi di Iran terus memanas, sehingga warga negara berbagai negara harus sangat hati-hati dalam mengambil keputusan untuk meninggalkan negeri tersebut.
 
Gue rasa ini udah seru banget aja... masyarakat Indonesia udah banyak yang ngomongin siapa siapa yang harus kabur dari Iran. Kekhawatiran keamanan di sana memang memanas banget, tapi warga negara juga harus sabar-sabar aja dulu. Jangan terburu-buru decide untuk kabur, biarkan saran-saran from negara asal kita dulu.

Gue suka banget cara Italia, Polandia, Jerman dan Spanyol berinteraksi dengan masyarakat Iran. Mereka juga memberikan saran yang jelas dan menyelamatkan warganya dari situasi tersebut.

Tapi gue rasa AS udah salah aja sama-sama warga negaranya harus kabur. Paspor AS atau hubungan dengan Amerika Serikat itu bukanlah kekayaan aja untuk warga negara Indonesia yang ingin kabur ke Iran. Yang penting adalah keseimbangan keamanan dan keselamatan bagi semua orang.

Jadi, gue sarankan kepada temen-temenku untuk selalu waspada-sptapan terhadap situasi di luar negeri, tapi juga jangan terburu-buru decide apa yang harus dilakukan. Biarkan saran-saran dari pihak yang lebih tahu dulu 😊
 
Kasih sayang dari temen-temen barulah yang bisa aku rasakan... situasi di Iran begitu memanas, sih. Rasa was-wasnya semua orang yang berada di sana... apalagi itu Italia dan Polandia yang benar-benar memperingatkan warganya untuk segera meninggalkan negeri tersebut. Itu sangat tidak enak banget, ya. Kehilangan paspor AS atau hubungan dengan negara asalnya pasti akan membuat seseorang dalam keadaan sulit...
 
Sangat bingung sih, gue juga pernah berkunjung ke Teheran, kota itu agak meriah tapi juga ada suasana yang tidak nyaman banget. Kekhawatiran keamanan di Iran memang memanas, tapi apa sih yang bisa dilakukan warga negara lainnya? Gue rasa pemerintah Iran harus lebih transparan dalam menginformasikan situasi di sana, kalau gue perlu meninggalkan negeri ini, pasti aku akan melakukannya dengan segera. Tapi, ini adalah kehidupan yang berisiko banget, sih...
 
wah, sih kalau keamanan di Iran udah begitu memanas, kenapa lagi orang jadi ingin pergi? aku rasa lebih baik jika kita fokus pada pelajaran di sekolah, gak usah khawatir tentang hal-hal itu. tapi, mungkin warga negara itu harus benar-benar berhati-hati. sih kalau mereka tidak perlu khawatir lagi.
 
Maksudnya siapa yang tahu, mungkin situasi di Iran ini itu tidak sesulit yang dibayangkan. Mereka kan sudah memiliki otoritas keduanya sendiri, kenapa harus pergi pulang karena kerusuhan? Yang penting adalah keamanan negara kita sendiri tidak terancam.
 
kembali
Top