Pertumbuhan Investasi Asing RI di Hadapkan Hambatan Geopolitik dan Ekonomi
Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa perkembangan geopolitik global dan geokonomi semakin rumit turut mempengaruhi pertumbuhan penanaman modal asing pada 2025. Menurutnya, pertumbuhan PMA pada 2025 hanya sebesar 4,3% yoy, lebih lambat dibandingkan 21% yoy pada 2024.
"Sebetulnya faktor geopolitik dan geokonomi masih ada yang mempengaruhi," kata Rosan saat menyampaikan informasi terkait rencana investasi. Ia menekankan bahwa nominal PMA yang masuk masih sesuai dengan target awal, tetapi terdapat perbedaan dalam hal strategi investasi.
"Target yang masuk dari dalem maupun luar negeri masih align dengan rencana kita," katanya. Selain itu, pertumbuhan investasi asing pada 2025 diharapkan meningkat sebesar Rp4 triliun menjadi Rp13 triliun pada periode 2024-2029.
Menurut Rosan, perbedaan besar dalam pertumbuhan ini dapat dijelaskan oleh peningkatan jumlah investasi yang masuk ke Indonesia. Pada tahun 2014-2024, total investasi asing mencapai Rp9,109 triliun, sedangkan pada periode 2024-2029 targetnya adalah Rp13 triliun.
"Kenaikan persentase lebih kecil tapi amountnya meningkat," kata Rosan.
Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa perkembangan geopolitik global dan geokonomi semakin rumit turut mempengaruhi pertumbuhan penanaman modal asing pada 2025. Menurutnya, pertumbuhan PMA pada 2025 hanya sebesar 4,3% yoy, lebih lambat dibandingkan 21% yoy pada 2024.
"Sebetulnya faktor geopolitik dan geokonomi masih ada yang mempengaruhi," kata Rosan saat menyampaikan informasi terkait rencana investasi. Ia menekankan bahwa nominal PMA yang masuk masih sesuai dengan target awal, tetapi terdapat perbedaan dalam hal strategi investasi.
"Target yang masuk dari dalem maupun luar negeri masih align dengan rencana kita," katanya. Selain itu, pertumbuhan investasi asing pada 2025 diharapkan meningkat sebesar Rp4 triliun menjadi Rp13 triliun pada periode 2024-2029.
Menurut Rosan, perbedaan besar dalam pertumbuhan ini dapat dijelaskan oleh peningkatan jumlah investasi yang masuk ke Indonesia. Pada tahun 2014-2024, total investasi asing mencapai Rp9,109 triliun, sedangkan pada periode 2024-2029 targetnya adalah Rp13 triliun.
"Kenaikan persentase lebih kecil tapi amountnya meningkat," kata Rosan.