Sisi Gelap Adopsi Anak Indonesia Lintas Negara

Kisah Ana Maria, seorang perempuan Indonesia yang diadopsi ke Belanda pada akhir 1970-an, memberikan gambaran tentang bagaimana praktik adopsi lintas negara menimpa ribuan anak Indonesia. Ia dilahirkan di Bogor, Jawa Barat, dari orang tua kandung bernama Sati dan Andung, tetapi dibawa ke Belanda pada usia 2,5 tahun karena dokumen palsu yang menyatakan ibunya meninggalkannya sementara.

Tahun-tahun berikutnya, Ana tumbuh dalam keluarga angkat yang memberinya kenyamanan, tetapi di balik itu ada rasa kehilangan yang tak pernah pudar. Bayangan tentang asal-usulnya terus menghantui, meski ia belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi pada masa kanak-kanaknya.

Pada usia 18 tahun, orang tua angkatnya membawanya kembali ke Indonesia, dan Ana akhirnya bertemu dengan ibu dan ayahnya, Sati dan Andung, di kampung Pasir Ipis, Ciampea. Ia berhubungan dengan mereka hingga kedua orang tuanya meninggal.

Ana kemudian menikah dan tinggal di Surabaya, mengikuti dinas suaminya. Pengalaman itu mendorongnya mendirikan Stichting Mijn Roots Foundation bersama Christine Verhaagen pada 2015 untuk membantu anak angkat lain mencari orang tua kandungnya.

Bersama jurnalis investigasi dari program Zembla, mereka menemukan ribuan dokumen adopsi tahun 1970-an dan 1980-an penuh cacat, dari pemalsuan tanggal lahir hingga penghapusan jejak orang tua kandung.

Kisah Ana Maria menegaskan bahwa praktik adopsi lintas negara adalah cerminan ketimpangan kekayaan global. Menurutnya, orang Barat menganggap anak Indonesia lebih baik hidup di Belanda yang kaya, sehingga ibu kandung dipaksa menyerahkan anak dengan dalih "keselamatan".

Ia juga mengatakan bahwa sistem adopsi harus berubah untuk memprioritaskan hak anak tumbuh dalam tanah kelahirannya.
 
adopsi lintas negara itu apa kabarnya lagi... 🀯 aku pikir itu sudah tidak perlu lagi, tapi ternyata masih banyak yang terus melanggar hukum dan bukan peduli dengan anak-anaknya 😑. Ana Maria ceritanya kayaknya memang benar-benar takut dan tidak percaya dirinya sendiri apa kalau dia kembali ke tanah air 🌎. aku senang dia akhirnya menemukan ibunya dan ayahnya, tapi itu juga membuat aku pikir bagaimana kalau anak-anak lain yang terdampi di luar negeri tidak memiliki kesempatan seperti Ana πŸ˜”. pemerintah kita harus lebih serius dalam mengatasi masalah adopsi lintas negara ini, dan bukan hanya membiarkan orang Barat melakukan hal itu dengan lelucon πŸ™„.
 
Pagi 🌞, aku pikir poin Ana Maria yang benar-benar memperdebatkan tentang praktik adopsi lintas negara di Indonesia ini. Dulu aku juga pernah mendengar cerita seperti Ana Maria dari teman lama di sekolah. Mereka mengatakan bahwa banyak anak Indonesia yang ditangkap dan dibawa ke luar negeri tanpa izin dari orang tua mereka, bahkan ada yang diberikan dokumen palsu untuk membenarkan hal ini.

Aku pikir poin Ana Maria juga benar kalau praktik adopsi lintas negara seperti itu cerminan ketimpangan kekayaan global. Kalau kita lihat, banyak anak Indonesia yang dianggap lebih baik hidup di Belanda daripada di Indonesia. Dan karena itu, ibu kandung mereka dipaksa menyerahkan anak dengan dalih "keselamatan". Ini benar-benar tidak adil dan perlu diatasi. Aku setuju dengan Ana Maria bahwa sistem adopsi harus berubah untuk memprioritaskan hak anak tumbuh dalam tanah kelahirannya.
 
Wah, bikin aku sedih banget kisah Ana Maria, si anak Indonesia yang diadopsi ke Belanda πŸ’”. Aku rasa makanya praktik adopsi lintas negara itu perlu berubah, karena kayaknya hanya memberikan kesan bahwa anak Indonesia bukanlah anak asli mereka πŸ€¦β€β™€οΈ. Aku pikir kalau sistem adopsi harus lebih transparan dan memprioritaskan hak anak tumbuh dalam tanah kelahirannya, jadi kan anak-anak tidak terlupakan sama sekali πŸ™.

Aku juga rasa Christine Verhaagen yang bekerja sama dengan Ana Maria itu benar-benar peduli dengan masalah ini πŸ’•. Mereka harus dihargai! Aku harap kalau kasus Ana Maria bisa membuat orang-orang lebih sadar akan pentingnya memahami dan menghormati budaya dan tradisi anak Indonesia 🀝.
 
πŸ˜• Mereka yang tidak pernah terjadi pada Ana Maria pasti akan merasa sedih dan kecewa mendengar tentang praktek adopsi lintas negara ini. Berapa banyak anak Indonesia yang harus melewati pengalaman seperti itu? πŸ€• Semua karena orang Barat yang lebih suka hidup di Belanda kaya daripada kita sini. Mereka tidak pernah memikirkan tentang bagaimana dampaknya pada anak kecil yang hanya ingin tahu tentang keluarganya. πŸ€·β€β™€οΈ

Saya pikir itu wajar saja kalau mereka tidak mau menunggu orang tua kandungnya. Tapi kenapa sistem adopsi ini harus begitu? πŸ€” Mereka harus berubah agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Saya setuju dengan Ana Maria, kita harus memprioritaskan hak anak tumbuh di tanah kelahirannya. 🌎
 
Kisah Ana Maria memang kayaknya sangat sedih banget, ngebawa kesan kalau siapa pun yang mau mengadopsi anak Indonesia harus benar-benar memikirkan kesejahteraan itu, dan bukan hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Saya berpikir kalau pemerintah Indonesia harus menangani masalah ini dengan lebih serius, dan juga perlu diperhatikan juga bagaimana orang-orang Belanda yang sudah punya anak angkat Indonesia harus dihubungi terlebih dahulu sebelum pemerintah Indonesia melibatkan.
 
Pagi-paginya, ada yang paham kan? Ada banyak anak Indonesia yang dilanggar hukum dan dijual ke negara lain seperti ini. Banyak kasus seperti Ana Maria yang bermasalah. Saya rasa ini perlu kita sambut dengan serius, bukan hanya ngobrol-ngobrol aja. Kita harus membuat perubahan agar anak-anak Indonesia tidak lagi dibawa jauh-jauh dari keluarganya. Kita harus membuat sistem adopsi yang lebih baik, jangan hanya memikirkan kekayaan dan kenyamanan orang tua angkat. Ada banyak hal yang salah dengan praktik ini, mulai dari dokumen palsu hingga penghapusan jejak orang tua kandung. Saya harap pemerintah dan organisasi adopsi bisa bekerja sama untuk membuat perubahan ini! 🀝
 
Adopsi lintas negara ini ngga pernah aku dengar sebelumnya, tapi sekarang aku sadar betapa serius masalahnya 😳. Masyarakat Indonesia pasti sama-sama tidak peduli, kan? πŸ™„ Jadi orang tua kandung apa aja? Kapan aja aku tahu ya? πŸ€·β€β™€οΈ
 
aku bilang sih, praktik adopsi lintas negara itu sangat konyol banget! aku punya kenalan yang diadopsi ke Belanda juga, dan dia cerita kalau ibunya dipaksa menyerahkan dia karena alasan "keselamatan". tapi apa sih keselamatan yang ada di Belanda? aku rasa anaknya lebih bahagia kalau tinggal bersama keluarganya di Indonesia, bukan di Belanda yang kaya tapi jauh dari orang tua. dan kalau anak itu tumbuh di Belanda, dia akan kehilangan identitasnya juga, kan? aku rasa sistem adopsi harus berubah agar anak tidak kehilangan hak mereka, tapi malah dipertimbangkan nilai-nilai barat yang sama sekali beda. aku rasa ini perlu dibahas lebih lanjut! πŸ’”
 
Ana Maria's kisah itu nggak main-mainan, sih... Mencuatin betapa buruknya praktik adopsi lintas negara di masa lalu... Banyak anak Indonesia yang dijual ke Belanda dan negara-negara lain seperti itu, hanya untuk memenuhi keinginan orang tua Barat yang kaya. Mereka nggak peduli dengan apa yang terjadi pada anak-anak itu, asalkan mereka bisa menjadi "pesanan" baru...

Sampai saat ini, masih banyak anak Indonesia yang tidak tahu tentang orang tua mereka, dan itu nggak adil sama sekali! Mereka harus mengalami kehilangan dan kesedihan karena tidak tahu apa yang terjadi pada hidup mereka. Kita harus mengubah sistem adopsi agar lebih transparan dan peduli dengan hak anak... Kita harus membuat anak-anak Indonesia pertama-tama, ya! πŸ™πŸ’–
 
[πŸ€”β€β™€οΈπŸ˜’] Ana Maria's kisah bikin kita berpikir, siapa nih yang benar-benar peduli sama anaknya? πŸ€·β€β™‚οΈ [πŸ“šπŸ’Έ] Kak, praktik adopsi lintas negara kayak apa aja, diindahkan begitu saja! 😩 [πŸ‘ͺ🏽🀝] Ana Maria's kebijakan kayaknya harus dipelajari oleh semua orang! πŸ€“
 
Mengira-mirai cerita Ana Maria yang benar-benar buat ngiler, tapi sayangnya di balik kebahagiaan dia itu ada banyak rasa sakit dan kesepian. Mungkin banyak dari kita yang punya pengalaman serupa ketika dibawa pergi ke luar negeri tanpa sepengetahuan keluarga, padahal kalau nggak salah, itu buat kita korban adopsi lintas negara. Tapi kenapa? Karena orang Barat selalu memandang anak Indonesia sebagai harta yang bisa dibawa ke luar negeri dan dijual, padahal anak itu memiliki hak untuk tumbuh dalam tanah kelahirannya juga! Mungkin kalau kita fokus buat mendorong perubahan dari sistem adopsi yang sekarang, itu bukan berarti kita harus melupakan kesalahannya, tapi itu bukti bahwa kita mau belajar dari kesalahan itu dan jadi lebih baik lagi. πŸ’”
 
gue rasa pas buat ngasih saran, aku nonton dokumenter tentang Ana Maria dan rasanya gak bisa dihakimi, dia bule tapi masih punya rasa rindu dan kehilangan yang begitu mendalam, apa yang terjadi sama dokter adopsi atau pihak terkait? apa ada yang bisa dilakukan lagi untuk anak-anak seperti Ana yang udah lama kehilangan asal-usulnya?

gue pikir praktik adopsi lintas negara itu adalah masalah besar, karenanya banyak anak Indonesia yang udah lupa tentang keluarganya dan budayanya. tapi apa yang bisa dilakukan? aku rasa ada cara untuk berubah, misalnya dengan membuat sistem adopsi yang lebih transparan dan terbuka, sehingga anak-anak itu bisa tahu asal-usulnya dan dapat kembali ke rumah mereka nanti.

gue juga pikir kita harus lebih peduli dengan anak-anak Indonesia yang masih di tempat penampungan atau pendidikan asing, karena rasanya banyak dari mereka yang udah lupa tentang budaya dan identitas mereka. kita harus membuat sistem pendidikan yang lebih baik untuk membantu mereka menemukan identitas diri sendiri!
 
Aku pikir praktik adopsi lintas negara itu sangat serius, buat apa lagi kalau anak Indonesia yang terkena bisa gak mengenal orang tuanya? Ana Maria's kisah memang memberikan gambaran tentang bagaimana banyak anak kita yang kehilangan hak asal-usul mereka. Saya rasa harus diubah system adopsi agar lebih transparan dan peduli dengan anak-anak yang terkena. Dan kita juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan hak anak. πŸ€—πŸŒŸ
 
Saya rasa praktik adopsi lintas negara ini sangat bikin korban jadi bingung banget, ya? Si Ana Maria cerita tentang kisahnya sendiri yang diadopsi ke Belanda pada usia 2,5 tahun karena dokumen palsu. Saya pikir itu sudah sangat leek, tidak perlu ada anak kecil harus dipaksa meninggalkan keluarga asalnya dan dibawa ke negara lain tanpa kengetahuan orang tua mereka. Saya berharap pemerintah bisa mengubah sistem adopsi ini agar lebih transparan dan menghormati hak anak untuk tumbuh di tanah kelahirannya 🀝
 
Adiknya nggak bisa dibayangkan kalau katanya diadopsi begitu saja, kan? Si dokumen palsu itu bagus apa, siapa yang bikinnya? Belum punya identitas, kan? Maksudnya praktik adopsi lintas negara ini seperti mencuri anak kekayaan Barat, kan? Kaya itu bukan harta emas, tapi hak-hak orang.
 
Pikirin aku, kalau ada banyak anak Indonesia yang diadopsi ke luar negeri dan dibawa ke belanda atau Australia itu kayaknya ada masalah besar banget... Tahun-tahun berikutnya setelah dia pulang ke Indonesia, dia malah bingung lagi siapa ibunya dan ayahnya. Itu kayaknya bukti kalau sistem adopsi luar negeri terlalu kasar dan tidak peduli dengan nasib anak-anak yang terlibat. Aku rasa ini perlu ada perubahan agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh di tanah kelahirannya aja...
 
Ana Maria's kisah benar-benar buat aku merasa sedih, sih. Bagaimana bisa orang tua angkatnya biarkan anaknya tidak tahu asal-usulnya? Aku pikir itu salah pula, memang. Anak Indonesia yang dibawa keluar negeri karena dokumen palsu itu benar-benar kehilangan hak-hak sebagai anak bangsa. Saya rasa kita harus berubah dari cara ini, ya. Jika kita mengingatkan masa lalu kita, maka kita bisa menghindari kesalahan serupa di masa depan πŸ™πŸ’‘
 
Adakah gak rasa2nya kalau kita nggak perhatikan kasus-kasus seperti Ana Maria ini? Rasanya ada kesan2 aneh dari praktik adopsi lintas negara, yakin2 kalau ini bukanlah contoh bagaimana sistem ini mempengaruhi kehidupan anak-anak Indonesia. Kenapa di Belanda mereka bisa membuat dokumen palsu dan nggak ragu-ragu untuk mengambil anak Indonesia? Ini bikin kita perasaan tidak nyaman, tapi juga bikin kita penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana ini terjadi. Ada yang pikir kalau ini hanya kasus sederhana, tapi rasanya ada banyak hal yang rumit di baliknya.
 
omg skrg aku sengaja ngobrol dgn temenmu kenapa gak sih kita Indonesia nggak bisa lakuin seperti mereka di Belanda πŸ€”. aku lihat kasus Ana Maria dan aku pikir kalau gak benar-benar ada masalah di sistem adopsi kita sendiri πŸ™„. siapa tau kalau di masa kanak-kanaknya dia udah kehilangan kesempatan hidup yang lebih baik πŸ’”. tapi aku rasa kalau kita harus bisa memberikan kesempatan yang sama untuk semua anak, tidak peduli dari mana mereka berasal 🌎. dan ya, aku juga setuju bahwa sistem adopsi harus berubah, agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh dalam tanah kelahirannya sendiri 🏠.
 
kembali
Top