Sungai Cisadane Tangerang Berbunyi Siaga 1, Ini Maksudnya?
Hari ini, video viral di media sosial menunjukkan bunyi sirine pintu air Bendung Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Sirine berbunyi itu akibat meningkatnya ketinggian muka air sungai, yang dipengaruhi oleh curah hujan intensitas tinggi di wilayah hulu dan Kota Tangerang.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan bahwa untuk Sungai Cisadane saat ini masih berstatus siaga 3. Petugas juga sudah disiagaskan dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan kenaikan debit air. Kepada Tirto.id, dia menyebutkan bahwa pembunyian sirene dilakukan sebagai langkah peringatan dini kepada masyarakat, terutama warga yang bermukim di bantaran Sungai Cisadane, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar menambahkan bahwa sirine dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi. Petugas mereka siagakan untuk pemantauan dan antisipasi di wilayah rawan. "Sirene dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi. Petugas kami siagakan untuk pemantauan dan antisipasi di wilayah rawan," ujar Mahdiar.
Namun, perlu diingat bahwa kondisi banjir di Kota Tangerang saat ini masih berstatus siaga 3. BPBD mencatat sejumlah titik banjir dan genangan di beberapa kecamatan seperti Cibodas, Periuk, Jatiuwung, Karang Tengah, dan Benda. Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai 30 hingga 80 sentimeter, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat atau banjir di lingkungan masing-masing.
Hari ini, video viral di media sosial menunjukkan bunyi sirine pintu air Bendung Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Sirine berbunyi itu akibat meningkatnya ketinggian muka air sungai, yang dipengaruhi oleh curah hujan intensitas tinggi di wilayah hulu dan Kota Tangerang.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan bahwa untuk Sungai Cisadane saat ini masih berstatus siaga 3. Petugas juga sudah disiagaskan dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan kenaikan debit air. Kepada Tirto.id, dia menyebutkan bahwa pembunyian sirene dilakukan sebagai langkah peringatan dini kepada masyarakat, terutama warga yang bermukim di bantaran Sungai Cisadane, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar menambahkan bahwa sirine dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi. Petugas mereka siagakan untuk pemantauan dan antisipasi di wilayah rawan. "Sirene dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi. Petugas kami siagakan untuk pemantauan dan antisipasi di wilayah rawan," ujar Mahdiar.
Namun, perlu diingat bahwa kondisi banjir di Kota Tangerang saat ini masih berstatus siaga 3. BPBD mencatat sejumlah titik banjir dan genangan di beberapa kecamatan seperti Cibodas, Periuk, Jatiuwung, Karang Tengah, dan Benda. Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai 30 hingga 80 sentimeter, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat atau banjir di lingkungan masing-masing.