Sinyal Positif dari Investor Asing, IHSG Diproyeksi Rebound Hari Ini : Okezone Economy

Pasar saham domestik diharapkan akan melirup terang hari Senin, setelah sinyal positif dari investor asing yang menunjukkan kecapaian terhadap sejumlah kebijakan dan reformasi pasar modal. Menurut CEO Danartama Indonesia, Rosan Roeslani, yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investor global telah menunjukkan respons positif terhadap beberapa kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah.

"Responnya sangat positif karena mereka memahami dan mengerti, dan memberikan signal yang positif," kata Rosan saat dijumpai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu aspek yang diapresiasi investor global adalah kebijakan peningkatan free float saham menjadi 15%, namun ada masukan lanjutan dari investor terkait aspek keterbukaan kepemilikan saham.

Saat ini, keterbukaan investor diwajibkan bagi kepemilikan di atas 5%. Menurut Rosan, investor asing mengusulkan agar ambang batas tersebut dapat diturunkan agar sejalan dengan praktik di negara lain. Mereka ingin kebijakan penambahan free float saham ini dapat diturunkan tidak hanya pada batas 5% yang saat ini berlaku, tetapi juga di bawah 1% seperti di India dan 2% seperti di beberapa negara lain.

Sinyal positif dari investor asing tersebut membuat para ahli pasar saham berharap agar kebijakan ini dapat diterapkan dengan cepat.
 
Aku pikir sih kalau investor asing memang tidak terlalu peduli dengan batas 5% keterbukaan kepemilikan saham, mereka lebih suka fokus pada total free float yang diusulkan masing-masing. Jadi, apa kebijakan peningkatan free float saham menjadi 15% sebenarnya berarti apa? Ataukah itu hanya sesuatu untuk menarik perhatian investor asing agar mereka tertarik membeli saham di Indonesia.
 
Gue pikir investor asing tuh kan juga mau invest banget jadi gak perlu dipaksakan ambang batasnya. 1% dan 2% itu lagi-lagi masalah modal lokal, di negara lain bisa berbeda-beda kan? Gue rasa kalau free float saham harus sesuai dengan kebutuhan pasar, bukan harus diturunkan karena investor asing yang mau invest.
 
Sangat keren kalau investor asing mau terlibat dalam pasar saham domestik kita 🤩, tapi gak bisa diunggah-unggah bahwa mungkin ada masukan dari mereka yang sebenarnya bukan untuk kebaikan kita, tapi untuk keuntungan mereka sendiri. Kalau benar-benar mau meningkatkan free float saham, jangan lupa juga memperhatikan keterbukaan kepemilikan saham, jadi tidak ada kelalaian seperti ini lagi 😒. Tapi secara umum, ini adalah tanda bahwa pasar saham kita mulai terbang 🚀, dan saya sih sangat senang bisa melihat semacam ini 💸.
 
Hmm, aku pikir kalau gini kaya kita harus lebih terbuka buat investor asing tapi sih, apa yang perlu dipertimbangkan juga keamanan saham kita sendiri, kayaknya kalau mau peningkatan free float saham jangan sampai membuat kita rugi. dan aku juga sangka kalau apa yang diusulkan oleh investor asing ini tidak semua bisa diterapkan, karena masing-masing negara memiliki aturan dan kebijakan sendiri, kayaknya penting juga untuk mencari keseimbangan antara peningkatan free float saham dengan keamanan saham kita. 🤔
 
Gak percaya banget kalau investor asing sudah menunjukkan respons positif terhadap kebijakan peningkatan free float saham menjadi 15%! Semoga gini bisa membuat pasar saham domestik lebih transparan dan fleksibel, jadi investor bisa lebih bebas dalam memilih saham mana yang ingin dimiliki. Saya senang sekali dengar Rosan Roeslani sudah memperbolehkan investor global memberikan masukan terkait aspek keterbukaan kepemilikan saham. Tapi, gak percaya banget kalau mereka mau ambang batas di bawah 1%! Itu bisa bikin pasar saham menjadi tidak stabil dan sulit dipantau. Semoga pemerintah bisa menemukan keseluruhan dan membuat kebijakan ini lebih baik lagi 🤞
 
Gue rasa gak perlu bingung banget sih, kalau kita lihat sendiri, investor global udah menunjukkan respons positif terhadap kebijakan dari pemerintah, kayaknya itu adalah tanda bahwa mereka sudah yakin dengan apa yang diusulkan. Tapi, kita harus ingat juga bahwa investor asing tersebut udah memberikan saran lanjutan, seperti mengurangi ambang batas keterbukaan kepemilikan saham. Itu bisa menjadi opsi yang baik, karena jika kita bisa membuat kebijakan ini lebih fleksibel, maka itu akan lebih menarik bagi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Dan kalau kita bisa mendapatkan investor yang lebih banyak, maka itu akan membantu pertumbuhan ekonomi kita 🤞
 
gak sabar lihat apa aja hasilnya, kalau gak naik saham aja di Indonesia kaya ngeliat 🤯. aspek keterbukaan kepemilikan saham yang 5% itu terlalu banyak, aku pikir seharusnya ada batas lebih rendah. jadi jika investor asing mau ambang batas tersebut diturunkan lagi, mungkin itu bisa bikin pasar saham lebih stabil dan gak terlalu berisiko 🤑.
 
Wah, sinyal positif dari investor asing itu pasti bagus banget ya! Mereka memang sudah memahami dan mengerti kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah. Aku penasaran juga dengan masukan lanjutan mereka terkait keterbukaan kepemilikan saham, karena aku pikir itu salah satu aspek penting di pasar saham domestik kita.

Aku setuju dengan Rosan bahwa kebijakan penambahan free float saham itu harus diterapkan dengan cepat. Jika bisa, kita harus mencoba agar ambang batas tersebut dapat diturunkan agar sejalan dengan praktik di negara lain, seperti 1% atau bahkan 0,5%. Itu akan membuat investor asing lebih percaya dan menginvestasi di pasar saham kita.

Sekarang, aku penasaran apa yang bakal dilakukan pemerintah dalam beberapa minggu ke depan. Apakah mereka bisa memenuhi sinyal positif dari investor asing itu? Aku harap bisa melihat kemajuan kebijakan ini di masa depan 😊
 
Gue pikir kalau gak jadi, sih pemerintah nanti jadi tertinggal sama negara-negara lain yang sudah banyak buka pasar modalnya 🤔. Free float saham 15% itu masih tergolong kurang, kan? Gue rasa 5% itu masih terlalu tinggi, kalau mau serius maka harus diurangi jadi 1% atau bahkan lebih rendah lagi! 😂

Dan artinya, sih investor asing yang punya sinyal positif ini nanti bakal membawa banyak keuntungan bagi Indonesia, tapi gue juga ingin tahu apa yang akan terjadi kalau gue membeli saham di BEI dengan harga 15% free floatnya. Gue rasa masih ada banyak risiko dan tidak pasti apakah saya bakal mendapatkan keuntungannya atau tidak 🤑.
 
Gue penasaran sih mengapa investor global mau dipaksa nunggu 1% free float biar setara dengan India dan negara lain. Gue rasa biar lebih sehat kan jika bisa setidaknya 10% ya? 🤔📊
 
Gampang banget, kalau giliran kita coba meniru India dan beberapa negara lain, tapi apa khabar dengan regulasi yang sudah ada di Indonesia? Mungkin harusnya lebih sederhana lagi, bukan mempermasalahkan 1% atau 2% aja.
 
Gue pikir kalau investor global asing itu jadi seseorang yang serius banget, mereka tidak akan hanya ngerasa positif aja karena teka-teki soal kebijakan saja, tapi juga karena mereka benar-benar mengerti apa yang dibutuhkan pasar modal kita. Beberapa negara lain udah memiliki free float saham di bawah 1% dan masih berjalan lancar ya, jadi gue pikir kita bisa lakukan hal yang sama. Kalau pemerintah udah siap mendengarkan masukan dari investor global, itu berarti mereka benar-benar peduli dengan apa yang dibutuhkan pasar modal. 🤞
 
Gue rasa gini, kalau investor asing udah mau terlibat dan memberikan respons positif, itu artinya pemerintah udah punya kebijakan yang bagus. Tapi, gue still khawatir banget kalau kita masih harus mengikuti ambang batas 5% untuk keterbukaan investor. Maka-maka, gue harap bisa diturunkan segera agar investor asing bisa terus datang dan berinvestasi di Indonesia 🤞
 
kembali
Top