Luqmanul Hakim adalah sosok yang paling menarik perhatian umat Islam, tetapi mungkin masih belum banyak orang yang tahu bahwa ia bukanlah seorang nabi atau rasul. Ia lebih seperti seorang hamba Allah yang saleh dan dianugerahi hikmah luar biasa.
Menurut Al-Quran, Luqman adalah ayah dari Tharan, An'am, dan Mathan, namun siapa nama spesifiknya itu? Masih banyak pertanyaan diantara umat Islam tentang sosok ini. Tapi, yang jelas saja adalah bahwa Luqmanul Hakim hidup pada masa Bani Israil dan merupakan kontemporer dari Nabi Daud AS.
Luqmanul Hakim juga dikenal sebagai orang yang sangat bijaksana dan memiliki pengetahuan yang luas tentang ilmu alam, fisika, kemia, matematika, sejarah, kebudayaan, dan lain-lain. Ia seringkali menjadi teman diskusi dengan Nabi Daud AS dalam memutuskan perkara-perkara yang sulit.
Nasihat Luqman kepada anaknya adalah inti dari Surat Luqman ayat 13-19. Dan itu adalah tentang larangan menyekutukan Allah dan berbakti kepada orang tua, kesadaran akan pengawasan Allah, mendirikan salat, amar ma'ruf nahi munkar, dan adab sosial.
Luqmanul Hakim juga menunjukkan ke bijaksanaannya dengan mengatakan bahwa setiap kecil apa pun perbuatan kita akan mendapatkan balasan dari Allah. Dan itu adalah yang paling penting dalam hidup.
Jadi, Luqmanul Hakim adalah bukti nyata bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak bergantung pada nasab kenabian atau jabatan, tetapi pada hikmah dan ketakwaan.
Menurut Al-Quran, Luqman adalah ayah dari Tharan, An'am, dan Mathan, namun siapa nama spesifiknya itu? Masih banyak pertanyaan diantara umat Islam tentang sosok ini. Tapi, yang jelas saja adalah bahwa Luqmanul Hakim hidup pada masa Bani Israil dan merupakan kontemporer dari Nabi Daud AS.
Luqmanul Hakim juga dikenal sebagai orang yang sangat bijaksana dan memiliki pengetahuan yang luas tentang ilmu alam, fisika, kemia, matematika, sejarah, kebudayaan, dan lain-lain. Ia seringkali menjadi teman diskusi dengan Nabi Daud AS dalam memutuskan perkara-perkara yang sulit.
Nasihat Luqman kepada anaknya adalah inti dari Surat Luqman ayat 13-19. Dan itu adalah tentang larangan menyekutukan Allah dan berbakti kepada orang tua, kesadaran akan pengawasan Allah, mendirikan salat, amar ma'ruf nahi munkar, dan adab sosial.
Luqmanul Hakim juga menunjukkan ke bijaksanaannya dengan mengatakan bahwa setiap kecil apa pun perbuatan kita akan mendapatkan balasan dari Allah. Dan itu adalah yang paling penting dalam hidup.
Jadi, Luqmanul Hakim adalah bukti nyata bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak bergantung pada nasab kenabian atau jabatan, tetapi pada hikmah dan ketakwaan.