Sidang Pembakar Tenda Polda DIY: Arie Sebut Aksi Tak Terencana

Arie Sebut Aksi Pembakaran Tenda Polda DIY Tak Terencana, Minta Maaf

Pada Selasa (27/1/2026), sidang kasus pembakaran tenda polisi dengan terdakwa Perdana Ari Putra Veriasa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Sleman. Persidangan baru dimulai pada pukul 15.38 WIB, molor dari jadwal semula yang seharusnya berlangsung pukul 10.00 WIB.

Berbagai kalangan hadir di ruang sidang, termasuk beberapa mahasiswa dan aktivis, sebagai bentuk solidaritas terhadap terdakwa. Arie sendiri memuji perhatian mereka. Pemimpin aksi yang berlaku pada Agustus 2025 bukan merupakan hasil kesepakatan bersama saat konsolidasi.

Menurutnya, demonstrasi di depan Polda DIY itu dilakukan tanpa disepakati sama sekali oleh pihak polisi. "Kita bukanlah yang menyiapkan aksi itu, tapi kita justru dipanggil ke lokasi aksi itu," kata Arie dalam persidangan.

Arie mengatakan, setelah melakukan aksi pembakaran tenda, ia mulai merasa tidak sabar dan tersulut emosi. Ia juga melaporkan bahwa massa menyeruduk ke arah Polda DIY sebelum ia memasuki halaman tersebut. Selain itu, Arie sendiri juga mengatakan melakukan aksi pembakaran tenda sebanyak dua kali.

Pada awal persidangan, Arie dilihat sedih karena terhalangnya pelajaran kuliahnya akibat terlibat dalam aksi tersebut. Namun, ia tetap menetapkan niat untuk memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia dengan cara yang tidak melanggar hukum usai menjalani proses hukum yang menjeratnya.

Kasus ini akan diperjelas lebih lanjut di pengadilan pada Selasa (3/2/2026) dengan agenda pembacaan tuntutan pidana oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
 
Aksi itu bagus banget, tapi Arie harus berani mengakui bahwa dia adalah penjahat yang salah. Dia bilang aksi itu bukan hasil kesepakatan, tapi aku pikir ini cara Arie mengejar tujuannya. Tapi, siapa tahu kalau Arie benar-benar tidak bersalah? Itu penting harus diperhatikan selama proses hukum berlangsung 🤔
 
Aku jadi sedih banget nonton kasus ini. Arie memang melakukan kesalahan, tapi aku pikir dia tidak berani bicara secara langsung tentang itu. Tapi apa yang aku takasi adalah dia mengakui kesalahannya dan bermaksud untuk memperjuangkan hak asasi manusia dengan cara yang tidak melanggar hukum. Aku setuju dengannya, tapi aku juga ingin orang lain yang terlibat dalam kasus ini juga harus bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. Aku rasa kalau ada kesepakatan bersama tentang aksi itu seharusnya diadakan agar tidak ada kesalahpahaman seperti ini 🤔
 
Apa sini, kalau gak salah kasus aksi pembakaran tenda polisi itu masih belum selesai, siapa tahu nanti ada yang terkena hukuman. Makasih pihak pengadilan sudah memanggil dia lagi, tapi nggak apa2, aku pikir dia masih akan dipenjara. Si Arie malah bilang bahwa ia ingin memperjuangkan hak asasi manusia dengan cara yang tidak melanggar hukum, kayaknya itu jadi alibi dia.
 
Aku pikir aksi itu gak hanya tentang memperjuangkan hak asasi manusia, tapi juga tentang memancing perhatian. Aku bayangkan si Arie ini ada yang bawa gitar dan lagu-lagu "merdeka" untuk membalas rasa marahnya setelah terlibat dalam kasus tenda itu. Lalu, kalau mau dianggap sebagai aktivis yang benar-benar peduli dengan hak asasi manusia, mengapa dia harus menunjukkan emosi yang ekstrem? Aku pikir ada yang lagi-lagi ingin memanipulasi perhatian kita...
 
Aku rasa Arie bilang benar, aku tidak percaya kalau dia yang menyiapkan aksi itu, tapi yang justru berlaku tanpa disepakati sama sekali oleh pihak polisi. Tapi, kamu tahu apa yang bikin aku sedih? Itu adalah para mahasiswa dan aktivis yang datang ke pengadilan untuk mendukung Arie. Mereka itu ternyata tidak jelas tentang aksi mana yang tepat karena banyak di antaranya ada di dalam tenda polisi pada saat itu juga! 🤔
 
Paham juga kalau polda DIY punya masalah, tapi aksi ini terlalu berlebihan nih. Kalau ingin berkonfrontasi dengan polda, giliran mereka yang harus jelas siapa yang bersalah dan siapa yang tidak. Arie tidak harus buang-buang waktunya dan energinya, kayaknya ada cara yang lebih efektif untuk memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia
 
Aku penasaran kenapa pihak polisi jadi demikian serus dengerin aksi pembakaran tenda di depan Polda DIY. Aku pikir kalau itu bukanlah tindakan yang benar-benar tidak terencana, tapi lebih seperti kalau ada yang ingin membuat kontroversi dari awal. Aku rasa Arie memang buat kesalahannya sendiri dengan melakukan aksi tersebut sebanyak dua kali. Tapi aku masih percaya bahwa Arie memiliki niat yang baik dalam memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia. 😊 Aku akan menunggu hasil proses hukumnya, semoga dia bisa mendapatkan keadilan dan tidak terlalu berat. 🤞
 
Aku pikir si Arie yang bikin aksi pembakaran tenda itu, pasti merasa sedih banget kalau harus belajar di sambil-sambun. Tapi aku juga paham ya, kalau dia ingin memperjuangkan hak asasi manusia, tapi harus caranya yang lebih bijak, tidak melanggar hukum. Aku rasa aku sendiri juga nanti akan bikin kesal karena harus ikut sengaja ke tempat aksi, tapi aku tahu aku harus tenang dan tidak menyeruduk. Kalau aku diceritakan oleh temen-temen, aku akan pikir itu cara yang baik banget untuk memperjuangkan hak asasi manusia! 🤔
 
🤔 aku pikir Arie ini benar-benar membohongi 🙈, kalau tidak ada kesepakatan sama sekali itu bukan berarti ia dan timnya sendiri yang merencanakan aksi tersebut 🤷‍♂️. tapi yang salah sih, siapa yang bilang bahwa aksi tersebut bukanlah untuk membohongi umum atau menipu 😏? aku pikir ini benar-benar kasus aksi-reaksi, dan Arie harus bertanggung jawab atas segalanya 🤦‍♂️. tapi aku juga tidak yakin apakah itu salah atau benar 💔, mungkin aku sendiri yang salah dalam memahami situasi ini 🙈.
 
Aku pikir kalau aksi itu gini, harus ada proses diskusi sama pihak polisi terlebih dahulu, bukan sekedar aksi yang tidak disepakati sama sekali. Arie bukannya salah, tapi mungkin juga perlu belajar untuk mengelola emosi dan pikirannya dengan lebih baik dulu. Tapi, aku senang lihat banyak orang dari kalangan mahasiswa dan aktivis hadir mendukungnya, itu menunjukkan bahwa masih ada semangat yang kuat untuk memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia. 😊
 
Aku rasa kalau semoga Arie bisa mendapat hukuman yang pas, bukan terlalu keras atau terlalu ringan. Aku ingat saat 2005, aku sendiri sempat ikut aksi pro demo di Jogja, dan aku tahu betapa sulitnya untuk menghakimi siapa yang benar atau salah dalam situasi tersebut. Aku pikir Arie harus jujur tentang apa yang terjadi, bukan hanya membiarkan orang lain menebak apa yang sebenarnya terjadi 😕.
 
Aku pikir aksi itu nggak perlu banget, mau bakar tenda polisi apa? Siapa yang bilang kalau aksi itu benar-benar memperjuangkan hak asasi manusia? Aku rasa itu hanya cara untuk menunjukkan kekecewaan, tapi aku pikir ada cara lain yang lebih bijak untuk mengungkapkan perasaan kita.
 
Wow, gue penasaran kenapa aksi demonstrasi itu gak ada rencana sama polisi nih 🤔. Tapi arie nggak salah sih, ia benar-benar tidak sabar dan tersulit emosi setelah melakukan aksi pembakaran tenda itu 😩. Gue pikir polisi harus lebih siap dan jujur saat kasus ini terjadi, bukan seperti gak ada rencana sama mereka 🤷‍♂️.
 
aamiin bro, aku pikir aksi polda DIY itu gak masuk akal sih. kalau tidak ada kesepakatan sama-sama, kenapa kelompok yang melakukan aksi itu punya alasan sih? dan lagi, apa maksudnya dengan "masa menyeruduk ke arah Polda DIY" sih? kayaknya gak adil banget, bro.
 
Aku rasanya si Ari harus jujur sejak awal, kalau bukan ada kesepakatan sama sama lama-langitan dulu juga nih 🤔. Aku paham kalau gusena aksi itu tidak terencana tapi serius juga kalau kalian aksi itu tanpa ngerti hasilnya apa? Tapi aku khawatir kalau si Ari ini akan mendapat hukuman yang terlalu berat, karena aku pikir dia hanya ingin mengejek polda DIY saja 🤷‍♂️. Aku harap pengadilan bisa memberikan penilaian yang adil dan akhirnya kalau si Ari ini bisa belajar dari kesalahan itu dan jadi orang yang lebih bijak nanti 😊
 
Hmm, nggak bisa percaya sih aksi pembakaran tenda itu. Arie sekarang ini memuji semua yang hadir di ruang sidang, tapi gue pikir lebih baik jika dia fokus pada apa yang salahnya. Itu aksi yang tidak terencana, kan? Gue rasa perlu dia memikirkan tentang konsekuensi tindakannya. Dan sih, keluh kesahnya karena pelajaran kuliah dipotong? Nah, gue pikir itu bagus, jadi dia bisa fokus pada apa yang benar-benar penting. Sama-sama, Arie, aku harap bisa melihat dia memikirkan tentang tindakannya sebelum melakukan sesuatu yang salah. 🤔
 
Mana nih kalau Arie bisa mengatakan jujur apa yang terjadi gini, bukannya berkelakar-klakaran dulu kan? Saya rasa Arie harus menerima bahwa aksi pembakaran tenda polisi itu ternyata tidak benar-benar perlu dan bisa membuat banyak orang kesal. Nanti kalau Arie mau memperbaiki kesalahannya, toh lebih baik banget!
 
kembali
Top