Kemenag Siap Gelar Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H Pada 17 Februari 2026
Sejumlah pihak akan hadir di Sidang Isbat awal Ramadhan 1447 Hijriah, dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dalam sidang itu, dibahas tiga rangkaian pelaksanaan isbat, yaitu memapar posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi dan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia. Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada masyarakat.
Saat ini, Kemenag mengintegrasikan metode Hisab dan Rukyah dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri 1 Syawal, dan Idul Adha.
Dalam sidang, ada sejumlah ahli yang diirimkan ke lokasi atau titik rukyah potensial melihat hilal jelas. Di antaranya, masjid IKN yang telah disertai dengan beberapa peraturan dan ketentuan.
Pihak Kemenag juga akan menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum pelaksanaan sidang Isbat tahun ini.
Sejumlah pihak akan hadir di Sidang Isbat awal Ramadhan 1447 Hijriah, dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dalam sidang itu, dibahas tiga rangkaian pelaksanaan isbat, yaitu memapar posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi dan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia. Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada masyarakat.
Saat ini, Kemenag mengintegrasikan metode Hisab dan Rukyah dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri 1 Syawal, dan Idul Adha.
Dalam sidang, ada sejumlah ahli yang diirimkan ke lokasi atau titik rukyah potensial melihat hilal jelas. Di antaranya, masjid IKN yang telah disertai dengan beberapa peraturan dan ketentuan.
Pihak Kemenag juga akan menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum pelaksanaan sidang Isbat tahun ini.