Sidang Hibah Pariwisata Sleman: Hakim Soroti SE Harda Kiswaya

Sidang hibah pariwisata Sleman kembali berlangsung, kali ini dengan Harda Kiswaya sebagai saksi. Pada saat penyusunan SE teknis penyaluran dana hibah pariwisata Sleman 2020, Harda menjabat sebagai Sekda Sleman. Dia dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi karena ada pertanyaan mengenai perannya dalam menyusun SE tersebut.

Saat diminta keterangan, Harda berbicara bahwa dia mempercayakan penyusunan teknis kepada tim pelaksana. Ia juga menegaskan bahwa telah mengingatkan agar pelaksanaan sesuai prosedur dan harus sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku.

Namun, pertanyaan hakim tentang perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Sleman dengan Kota Yogyakarta dan Bali membuat Harda bingung. Dia menjelaskan bahwa bidang teknis penyusunan adalah tanggung jawab tim pelaksana, sehingga dia tidak bisa menjelaskannya.

Hakim Gabriel Siallagan juga mengingatkan bahwa hanya Kabupaten Sleman yang menambahkan kegiatan di luar ketentuan. Dia heran karena surat edaran yang ditandatangani Harda sudah mengatur teknis kegiatan secara rinci, meskipun petunjuk teknis resmi dari Bupati tidak ada.

Sidang rampung pada pukul 17.36 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 26 Januari 2026, dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya.
 
heh, ini nggak bener ya? Harda Kiswaya bilang dia mempercayakan tugas penyusunan teknis ke tim pelaksana, tapi ternyata dia sendiri yang masih dipanggil sebagai saksi karena ada pertanyaan tentang perannya? itu aja nggak konsisten sih... dan siapa yang bilang bahwa hanya Kabupaten Sleman yang menambahkan kegiatan di luar ketentuan? kalau gini, kenapa ada surat edaran yang ditandatangani Harda sendiri yang sudah mengatur teknis kegiatan secara rinci? nggak jelas sih...
 
Aku pikir kalau ini kayakanya kebiasaan saja nih, kalau di masa depan ada pertanyaan yang bikin orang bingung, kan gak usah. Saking banyaknya keterlibatan Harda dalam penyusunan SE itu, ternyata masih ada keraguan tentang apa-apa. Aku rasa pemeriksaan saksi lainnya nanti kayaknya penting banget agar semua kejernihan yang ada bisa terungkap 🤔💡
 
Oh yah, itu sedaian ya... Harda Kiswaya didekati sebagai saksi di sidang hibah pariwisata Sleman ini. Aku pikir dia sudah cukup banyak ditangkap oleh Jaksa Penuntut Umum dan hakim, tapi sepertinya masih ada beberapa hal yang perlu dia klarifikasi lagi. Aku rasa ada sedikit kebingungan dihadapannya, lho... tentang perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Sleman dengan Yogyakarta dan Bali. Aku harap dia bisa menjelaskannya dengan jelas, karena aku tidak ingin dia terlalu stres lagi 😊
 
Aku penasaran siapa ya Harda Kiswaya yang dihadirkan di sidang ini? Aku tahu dia pernah jadi Sekda Sleman, tapi aku tidak kenal siapa dia lagi. Mungkin dia sekarang sudah tidak lagi bekerja di pemerintah kota Sleman. Saya pikir ada masalah dengan pengelolaan hibah pariwisata di Sleman, kalau tidak ada yang salah maka kenapa ada pertanyaan tentang perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Sleman, Yogyakarta, dan Bali? 🤔👀
 
Udah siap nonton sidang pariwisata Sleman bareng sama Harda Kiswaya ya... tapi aku pikir dia bakal dipukul kecepetan oleh hakim 😂. Aku nggak percaya apa yang dikatakan Harda tentang perannya dalam menyusun SE teknis itu. Dia bilang dia mempercayakan penyusunan kepada tim pelaksana, tapi dia juga bilang ada petunjuk teknis resmi dari Bupati... tapi petunjuk itu apa? 🤔

Aku pikir yang jelas adalah Harda Kiswaya harus bertanggung jawab atas kesalahan itu... tapi aku tidak percaya diri juga. Aku nggak tahu apa yang benar dan apa yang salah. Aku hanya bisa nonton sidang dengan rasa penasaran... tapi aku punya pendapat sendiri, kalau bukan Harda Kiswaya itu sama sekali harus dihukum 🤣. Tapi aku tidak percaya diri untuk mengatakannya... 😅
 
Hmm, kalau benar sih, nanti apa nih? Semua kekhawatiran dari pihak Jaksa Penuntut Umum pun udah dipastikan? Tapi, aku rasa Harda sedang mencoba lari dari tanggung jawabnya. Kalau memang dia mempercayakan tugas itu kepada tim pelaksana, maka dia harus bisa menjelaskannya dengan lebih baik. Aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini... 🤔
 
Gini cerita ini nih... Saksinya Harda Kiswaya kayakanya bingung banget kalau ada pertanyaan tentang kebijakan hibah pariwisata di Sleman vs Yogyakarta dan Bali. Kalau dia bilang bahwa bidang teknis penyusunan itu tanggung jawab tim pelaksana, tapi dia sendiri lagi menandatangani surat edaran yang sudah mengatur rinci sekali. Itu kayakanya tidak jelas banget sih... Mungkin dia malah lupa atau somelainnya. Saya rasa yang penting adalah harus ada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah pariwisata, agar tidak ada kesalahpahaman seperti ini. 🤔
 
Saya pikir ini masalah birokrasi yang bikin kita orang Indonesia ngiler 🤣. Kenapa harus ada saksi di sidang hibah pariwisata? Siapa yang tahu sih apa yang sebenarnya terjadi di balik layar itu. Mungkin Harda sudah melakukan kejadian yang tidak baik, tapi dia nggak bisa menjelaskannya karena nggak mau membuka diri 🤐. Itu masalah kepercayaan orang lain. Saya rasa apa yang penting adalah hasil hibah pariwisata itu bisa langsung diterima oleh masyarakat dan tidak harus ada saksi-saksi yang terlibat dalam prosesnya 😊.
 
Hai guys 😅, aku ngeles dan lihat news ini 📰. Makasih dia yang menjabat sebagai Sekda Sleman waktu itu ya 🙏. Aku penasaran sih mengapa dia bisa salah dalam menyusun SE teknis 🤔. Tapi sih, aku rasa dia sudah jujur saat memberikan keterangan di sidang 📚. Pertanyaan hakim tentang perbedaan kebijakan hibah pariwisata di Sleman dan Yogyakarta dan Bali memang membuat aku bingung 😮. Aku tahu saja kalau ada perbedaan dalam penyusunan teknis, tapi sih bagaimana dia bisa salah seperti itu 🤷‍♂️. Aku rasa penting untuk selalu memeriksa kembali info sebelum menandatangani surat edaran ya 📝.
 
Aku pikir ini salah paham, kalau ya siapa yang ada di dalam hibah pariwisata Sleman harus mau dibangun di luar ketentuan, tapi itu tidak masuk akal banget! Aku rasa ada kesalahpahaman antara tim pelaksana dan Bupati Sleman, atau mungkin ada yang salah dengan penyusunan SE teknis. Kalau ya ada perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Sleman dengan Yogyakarta dan Bali, itu tidak masuk akal, karena semuanya sama-sama bertujuan meningkatkan pariwisata di daerah tersebut.

Aku juga curiga kalau ada kesalahpahaman tentang petunjuk teknis dari Bupati. Jika ada surat edaran yang sudah mengatur teknis kegiatan secara rinci, maka apa lagi yang perlu dipertanyakan? Aku pikir ada yang salah dengan cara penyusunan SE teknis, dan itu yang perlu dijadikan perhatian selanjutnya. 🤔💡
 
Hehe 😂 apa sih maksud gini? kegiatan pariwisata di Sleman kayaknya jadi bingung deh 🤯. aku pikir Harda sudah cakap banget, tapi ternyata dia bingung juga 🙃. aku rasa ada kesalahpahaman di antara tim pelaksana dan pemerintahan, mungkin perlu ngobrol lagi tentang ngerjain dulu 🤔. apa kegiatan pariwisata itu penting banget? aku pikir aku bisa jalan-jalan ke Bali atau Yogyakarta saja 🏖️
 
gak jelas sih apa yang terjadi di Sleman ini... ada kegiatan hibah pariwisata, tapi kemudian ada kesalahpahaman tentang teknis penyusunan dana? Harda Kiswaya bilang dia tidak bisa menjelaskan perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Sleman dengan Kota Yogyakarta dan Bali... tapi siapa yang tahu mungkin ada kecurangan dalam penyusunan SE teknis itu 🤔
 
Hebat sekali lagi sidang hibah pariwisata ini, di mana semua orang bertugas ngobrol tentang teknis-technis aja 😂. Saya rasa Harda keren banget karena dia tidak mau dipaksa menjelaskan hal-hal yang dia pikir sudah jelas. Tapi, wajar saja kalau hakim Gabriel Siallagan penasaran, pas kalau ada pertanyaan teknis aja bisa bikin kerumunan 🤔.

Saya rasa yang penting adalah tim pelaksana Sleman bisa menjelaskan tentang apa yang sudah dilakukan dan masih harus dibantu, ya? Karena kalau hanya Harda yang ngobrol tentang teknis saja, aku rasa tidak semua orang bisa fokus 🙃. Tapi, gampang-gampangnya aja kalau ada orang lain dihadirkan sebagai saksi, agar kita bisa mendengar cerita dari berbagai sudut 🗣️.

Siapa tahu nanti sidang hibah pariwisata ini bisa menjadi contoh bagus tentang kerjasama dan transparansi, ya? 🤞
 
Gue penasaran kayak apa yang terjadi di Sleman, ternyata ada kekhawatiran tentang hibah pariwisata yang bikin bingung siapa yang bertanggung jawab 🤔. Tapi sepertinya kepanjangan teknis sudah jelas dari surat edaran Harda, tapi kalau diikuti dengan ketentuan dari Bupati, gue kurang percaya 🙃. Kalau gak ada klarifikasi, ini bisa bikin kriminalitas 😳. Gue rasa penting banget kalau ada transparansi tentang hibah pariwisata, jadi kita tahu siapa yang mengeluarkan dana dan untuk apa 👀.
 
Siapa tau nantiHarda bingung lagi walaupun dia sudah ingat kan? 🤔 Mula-mulanya aja nih dia bilang ingin mengingatkan agar sesuai prosedur, tapi kemudian dia bingung juga kan? Saya rasa kalau dia tidak mau jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi saat itu, maka pertanyaan hakim juga pasti tidak bisa dijawab dengan benar. Dan siapa tau nanti dia harus menghadapi akuntabilitas soal hibah pariwisata di Sleman tahun 2020?
 
😊 Kenapa lagi Sidang hibah pariwisata ini selalu bingung? Aku rasa ya, karena ada yang salah sama sekali! 😂 Harda Kiswaya sebagai saksi, tapi dia malah bingung tentang apa yang dia lakukan dan tidak bisa menjelaskannya. Apakah tim pelaksana itu punya masalah atau apa?

Aku ingat kembali aja, saat itu Harda masih Sekda Sleman. Jadi, dia tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Tapi malah dia jadi bingung dan tidak bisa menjelaskannya? 😂 Itu nggak masuk akal!

Dan siapa lagi yang harus bertanggung jawab tentang kesalahannya? 🤔 Aku rasa itu semua harus dihuraikan dengan lebih jelas. Mungkin saja ada kesalahan atau kesempatan bagi para pelaku dalam Sidang ini untuk memahami dan menyelesaikannya secara akurat. 😊
 
Gue jadi penasaran siapa nih yang meminta Harda datang sebagai saksi? Apakah ada something yang salah di luar kebijakan pariwisata Sleman? Gue rasa Harda sudah menjelaskan dengan baik, tapi hakim masih bingung. Gue juga ingin tahu, apa yang dikatakan oleh Bupati atau Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentang perbedaan antara kebijakan hibah pariwisata di Sleman dan Kota Yogyakarta/Bali? Gue ingin lihat siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas kesalahan. 🤔
 
Wah kira2 siapa Harda Kiswaya nih? dia itu gak bisa jelas jawabannya kan? aku pikir dia salah juga, karena dia bilang sudah berituhutin prosedur dan perundang-undangan, tapi ternyata kabarnya tidak sesuai dengan kebijakan yang benar. gimana sih bisa gini?aku harap dia bisa menjelaskannya di sidang selanjutnya.
 
kembali
Top