Sidang Chromebook: Terdakwa Sebut Stafsus Nadiem Ditakuti

Kasus Korupsi Chromebook: Mulyatsyah Terdakwa, Staf Nadiem Dituduh Menyebutkan Pengaruh Besar

Di sidang pengadilan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Google Chromebook yang melibatkan sekitar Rp2,1 triliun, terdakwa Mulyatsyah menyebutkan bahwa staf khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim memiliki pengaruh besar dalam kebijakan dan pertimbangan yang diambil.

Mulyatsyah menyatakan bahwa ia juga pernah bekerja sebagai mantan Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020 dan mengatakan bahwa pencopotannya lima tahun silam juga dipengaruhi oleh stafsus Nadiem. Ia menyebutkan bahwa staf khusus Nadiem, seperti Fiona Handayani, memiliki pengaruh dalam pembentukan kebijakan dan pertimbangan yang diambil.

Fiona menanggapi kalau hal tersebut hanya presektif dari satu sisi. Dia menjelaskan bahwa selama menjadi staf khusus, tugasnya fokus dengan sejumlah program dan tidak berurusan dengan jabatan ASN. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak memiliki kompetensi untuk mengetahui kepegawaian.

Dalam kasus ini, Mulyatsyah menyatakan bahwa ada 46 pejabat di Kemendikbudristek yang masih berstatus pelaksana tugas hingga bertahun-tahun lamanya tanpa ada kepastian. Fiona menyanggah hal tersebut dan menjelaskan bahwa kondisi saat itu sedang transisi penggabungan Kemendikbud dan Kemenristekdikti.

Kerugian negara dalam kasus ini merupakan hasil akumulasi dari Rp1,5 triliun yang berasal dari markup harga perangkat Chromebook dan senilai Rp621 miliar dari pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.
 
Hmm, kayaknya kalau Mulyatsyah ini benar-benar ada hubungan erat dengan Nadiem ya, tapi siapa tahu punya alasan apa lagi. Tapi ayo, Fiona Handayani ini jelas bingung banget, siapa yang bilang dia tidak punya kompetensi? Hmm, kalau staf khusus Nadiem memiliki pengaruh besar dalam kebijakan itu berarti apa, kalau ada pejabat di Kemendikbudristek masih berstatus pelaksana tugas tanpa pasti itu bukanya efisien.
 
Saya pikir Mulyatsyah gini kayaknya terlalu cepat menghubungkan tangan dengan Nadiem si mantan direktur SMP Kemendikbudristek. Ia malah malas-malasan memanggilnya dan bilang ada banyak pejabat di Kemendikbudristek yang masih berstatus pelaksana tugas tanpa kepastian, tapi siapa sengaja yang tahu kalau itu bisa jadi kasus korupsi? 🤔

Saya juga pikir Fiona Handayani ini malah kurang percaya diri. Ia bilang dia tidak memiliki kompetensi untuk mengetahui kepegawaian, tapi apa sih dia lakukan di sana? Mungkin dia hanya mau membantu Nadiem si mantan direktur SMP Kemendikbudristek dan kini menjadi staf khusus yang bisa mengarahkan semua program ke arah yang tepat... atau tidak? 🤷‍♂️

Saya juga khawatir dengan pengadaan laptop Chromebook itu. Rp621 miliar untuk perangkat yang tidak bermanfaat bagi siswa dan sekolah di Indonesia, tapi apa sih hasilnya? Kita nggak tahu siapa yang mendapatkan keuntungan dari ini... 🤑
 
aku nggak percaya apa yang terjadi di Kemendikbudristek, rasanya sama seperti cerita si kakekku tentang korupsi di pemerintahan Soeharto. ada yang memang memiliki pengaruh besar dalam kebijakan dan pertimbangan yang diambil, tapi siapa nih yang pasti sih? Mulyatsyah itu nggak bisa jadi bukan karena dia adalah staf khusus Nadiem juga. Fiona itu nggak bisa jadi karena dia punya jodoh yang penting. tapi apa yang terjadi sih dengan uang negara Rp1,5 triliun? kalo diinginkan oleh 46 pejabat, rasanya sama seperti siapa nih yang memutuskan untuk mengambil uang itu sendiri
 
Saya pikir Mulyatsyah jelas-jelas memberikan jawaban yang kurang jujur ya, tapi sama-sama kita bisa membicarakan hal ini dengan tenang 🤝. Yang penting adalah kasus korupsi ini harus dipecahkan dan semua orang yang terlibat harus bertanggung jawab.

Saya juga pikir staf khusus Nadiem seperti Fiona Handayani tidak perlu dikecam terlalu keras, karena dia hanya melaksanakan tugasnya saja 🙏. Tapi sama-sama kita harus memastikan bahwa semua pejabat di Kemendikbudristek yang berstatus pelaksana tugas ini memiliki kemampuan dan kompetensi yang sesuai untuk melakukan pekerjaan mereka.

Saya rasa penting bagi kita semua untuk memahami bahwa korupsi ini tidak hanya mengenai Mulyatsyah atau staf khusus Nadiem, tapi juga mencakup banyak orang lainnya di Kemendikbudristek dan bahkan di luar sana 🤝. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk mencegah korupsi ini terjadi lagi di masa depan.
 
Mana bisa percaya kalau di Kemendikbudristek ada 46 pejabat berstatus pelaksana tugas hingga bertahun-tahun lamanya tanpa ada kepastian 🤯! Sepertinya Mulyatsyah benar-benar terlibat dalam kasus ini, tapi juga perlu diingat bahwa Nadiem juga punya pengaruh besar dalam kebijakan dan pertimbangan yang diambil. Fiona Handayani justru sangat sabar dan profesional dalam menjelaskan kondisi saat itu, tapi sepertinya ada kesan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di Kemendikbudristek 🙄. Banyak korupsi yang terjadi di negara kita, tapi kita masih harus mencari jawabannya 🤔.
 
kembali
Top