Pensiun yang Sejahtera dan Aman dengan Tips dari Warren Buffet
Warren Buffet, investor kawakan dunia dan CEO Berkshire Hathaway, membagikan tips untuk bisa menikmati masa pensiun dengan sejahtera. Menurutnya, masa pensiun adalah waktu untuk berhenti bekerja dan bersantai, bukan menjadi fase baru dalam kehidupan yang membuat kita harus menghadapi masalah kesehatan.
Dia mengingatkan para pensiunan untuk menjaga keamanan finansial, yaitu tidak sepenuhnya meninggalkan dukungan keuangan pada keluarga, tetapi terlebih dulu memastikan keuangan sendiri tetap sejahtera. Jika terlalu banyak memberikan bantuan pada anggota keluarga, mereka bisa terjebak dalam masalah keuangan yang sulit pulih.
Selain itu, Buffet juga memberikan nasihat soal strategi investasi, salah satunya berinvestasi pada dana indeks S&P 500. Strateginya sederhana, yaitu membeli dana indeks berbiaya rendah. Sebagai pensiunan, tetap relevan memiliki dana di saham, dia menyarankan untuk 90% portofolio investasinya, bahkan setelah meninggal, dialokasikan untuk dana indeks S&P 500.
Namun, beberapa penasihat berpendapat alokasi 90% ala Buffet terlalu besar. Khususnya untuk orang-orang yang telah berusia pensiun. Menurut Buffet, para penasihat memiliki insentif membuat investasi lebih rumit dengan begitu mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang.
Buffet juga mengkritik soal penasihat keuangan, dia akan bertaruh pada monyet dibandingkan penasihat keuangan. Dia ujar bahwa Anda bisa menggunakan monyet yang melempar dart ke halaman [pasar saham], dan setelah menghilangkan biaya manajemen, saya akan bertaruh pada monyet-monyet itu dibanding penasihat keuangan.
Warren Buffet, investor kawakan dunia dan CEO Berkshire Hathaway, membagikan tips untuk bisa menikmati masa pensiun dengan sejahtera. Menurutnya, masa pensiun adalah waktu untuk berhenti bekerja dan bersantai, bukan menjadi fase baru dalam kehidupan yang membuat kita harus menghadapi masalah kesehatan.
Dia mengingatkan para pensiunan untuk menjaga keamanan finansial, yaitu tidak sepenuhnya meninggalkan dukungan keuangan pada keluarga, tetapi terlebih dulu memastikan keuangan sendiri tetap sejahtera. Jika terlalu banyak memberikan bantuan pada anggota keluarga, mereka bisa terjebak dalam masalah keuangan yang sulit pulih.
Selain itu, Buffet juga memberikan nasihat soal strategi investasi, salah satunya berinvestasi pada dana indeks S&P 500. Strateginya sederhana, yaitu membeli dana indeks berbiaya rendah. Sebagai pensiunan, tetap relevan memiliki dana di saham, dia menyarankan untuk 90% portofolio investasinya, bahkan setelah meninggal, dialokasikan untuk dana indeks S&P 500.
Namun, beberapa penasihat berpendapat alokasi 90% ala Buffet terlalu besar. Khususnya untuk orang-orang yang telah berusia pensiun. Menurut Buffet, para penasihat memiliki insentif membuat investasi lebih rumit dengan begitu mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang.
Buffet juga mengkritik soal penasihat keuangan, dia akan bertaruh pada monyet dibandingkan penasihat keuangan. Dia ujar bahwa Anda bisa menggunakan monyet yang melempar dart ke halaman [pasar saham], dan setelah menghilangkan biaya manajemen, saya akan bertaruh pada monyet-monyet itu dibanding penasihat keuangan.