Bocah Koma 55 Hari Bangun Setelah Mendengar Suara Teman Sekelasnya, Ia Kembali Mengenali Diri Sendiri
Dalam sebuah kasus yang menarik perhatian luas di China tengah, seorang bocah berusia 8 tahun bernama Liu Chuxi terluka dalam kecelakaan lalu lintas dan pingsan selama 55 hari. Ia mengalami trauma otak dan paru-paru yang parah dan diperkirakan memiliki peluang untuk sadar kembali yang sangat kecil.
Namun, dengan dukungan dari keluarga dan teman-temannya, Liu Chuxi mulai merespons suara-suara yang familiar. Menurut laporan, ibunya dan guru Liu mengumpulkan rekaman suara kelas, musik sekolah, dan pesan dari teman-temannya untuk diputar di samping tempat tidurnya di unit perawatan intensif.
Pada hari ke-45, Liu Chuxi mulai membuka matanya setelah mendengar lagu-lagu familiar yang dibagikan oleh teman-temannya. Selama minggu berikutnya, rekaman suara teman sekelas dan harapan baik yang berulang kali diputar tampaknya berkorelasi dengan peningkatan tanda-tanda responsif.
Pada hari ke-55, dokter menyimpulkan bahwa Liu telah sadar kembali. Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan Liu di tempat tidurnya di rumah sakit merespons perlahan suara-suara yang dikenalnya, termasuk isyarat ketika dikenali oleh para perawat.
Kasus Liu telah bergema di platform China, dengan banyak pengguna menyoroti peran dukungan pribadi, suara-suara yang familiar, dan dorongan komunitas dalam merangsang pemulihan saraf. Dokter mencatat bahwa setiap cedera otak itu unik dan hasilnya dapat sangat bervariasi.
Dengan kembali ke kehidupan sehari-hari, Liu Chuxi menunjukkan bahwa dengan dukungan dari orang terdekat dan tekad untuk pulih, semua hal masih bisa.
Dalam sebuah kasus yang menarik perhatian luas di China tengah, seorang bocah berusia 8 tahun bernama Liu Chuxi terluka dalam kecelakaan lalu lintas dan pingsan selama 55 hari. Ia mengalami trauma otak dan paru-paru yang parah dan diperkirakan memiliki peluang untuk sadar kembali yang sangat kecil.
Namun, dengan dukungan dari keluarga dan teman-temannya, Liu Chuxi mulai merespons suara-suara yang familiar. Menurut laporan, ibunya dan guru Liu mengumpulkan rekaman suara kelas, musik sekolah, dan pesan dari teman-temannya untuk diputar di samping tempat tidurnya di unit perawatan intensif.
Pada hari ke-45, Liu Chuxi mulai membuka matanya setelah mendengar lagu-lagu familiar yang dibagikan oleh teman-temannya. Selama minggu berikutnya, rekaman suara teman sekelas dan harapan baik yang berulang kali diputar tampaknya berkorelasi dengan peningkatan tanda-tanda responsif.
Pada hari ke-55, dokter menyimpulkan bahwa Liu telah sadar kembali. Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan Liu di tempat tidurnya di rumah sakit merespons perlahan suara-suara yang dikenalnya, termasuk isyarat ketika dikenali oleh para perawat.
Kasus Liu telah bergema di platform China, dengan banyak pengguna menyoroti peran dukungan pribadi, suara-suara yang familiar, dan dorongan komunitas dalam merangsang pemulihan saraf. Dokter mencatat bahwa setiap cedera otak itu unik dan hasilnya dapat sangat bervariasi.
Dengan kembali ke kehidupan sehari-hari, Liu Chuxi menunjukkan bahwa dengan dukungan dari orang terdekat dan tekad untuk pulih, semua hal masih bisa.