Pernahkah Anda melihat kejadian di mana seseorang mendapat intimidasi dari orang-orang yang berkuasa? Seperti halnya warga Garut bernama Holis, yang viral di media sosial karena muncul video ia mendapat intimidasi dari keluarga kepala desa (kades).
Video tersebut terjadi di Kampung Babakangadoh RT/RW 01/06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Holis mengunggah video intimidasi tersebut melalui akun Facebook pada 31 Desember 2025 dengan keterangan: "Akibat saya mengkritik kebijakan dan memposting jalan rusak di desa panggalih #jalanbutut #fyp".
Dalam video tersebut, Holis mendapat intimidasi dari keluarga kades. Mereka juga mengucapkan kalimat hinaan kepada Holis dalam bahasa Sunda. Bukan hanya itu, Holis juga mendapat kekerasan fisik berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya.
Gubernur Dedi Mulyadi telah menanggapi kasus ini melalui akun Instagram. Ia juga menegur Kepala Desa Panggalih, Wahyu. "Kita ini aparat, kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram Sabtu (3/1/2026) malam.
Dedi juga menyatakan dalam akun tersebut ia akan melakukan audit pada dana desa dan memanggil Wahyu. "Kang Holis berteriak memanggil tikus, kenapa yang muncul malah keluarga Pak Kades. Kalau begitu, saya audit dana desanya dan saya panggil kepala desanya. Hatur nuhun," ujar KDM.
Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan tidak harus ada di tangan seseorang untuk memaafkan kesalahan atau memberikan adab kepada orang lain.
Video tersebut terjadi di Kampung Babakangadoh RT/RW 01/06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Holis mengunggah video intimidasi tersebut melalui akun Facebook pada 31 Desember 2025 dengan keterangan: "Akibat saya mengkritik kebijakan dan memposting jalan rusak di desa panggalih #jalanbutut #fyp".
Dalam video tersebut, Holis mendapat intimidasi dari keluarga kades. Mereka juga mengucapkan kalimat hinaan kepada Holis dalam bahasa Sunda. Bukan hanya itu, Holis juga mendapat kekerasan fisik berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya.
Gubernur Dedi Mulyadi telah menanggapi kasus ini melalui akun Instagram. Ia juga menegur Kepala Desa Panggalih, Wahyu. "Kita ini aparat, kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram Sabtu (3/1/2026) malam.
Dedi juga menyatakan dalam akun tersebut ia akan melakukan audit pada dana desa dan memanggil Wahyu. "Kang Holis berteriak memanggil tikus, kenapa yang muncul malah keluarga Pak Kades. Kalau begitu, saya audit dana desanya dan saya panggil kepala desanya. Hatur nuhun," ujar KDM.
Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan tidak harus ada di tangan seseorang untuk memaafkan kesalahan atau memberikan adab kepada orang lain.