Siapa Hilmi Pemain yang Tendang Dada di Liga 4 & Apa Sanksinya?

Putra Jaya Pasuruan memecat pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, setelah ia menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung yang melanggar aturan sepak bola. Pihak klub memberikan sanksi penghentian kerja seumur hidup kepada pemain muda berusia 20 tahun itu.
 
Sepakbola Indonesia terus kalah lagi! Siapa sih yang bisa memecat pemainnya karena kejadian biasa-biasa aja di lapangan? Gimnastiar memang tidak bijak, tapi dia juga anak muda, apa kita haruskah mengutuk-utik dia seumur hidup? Mau nggak ada kemudahan untuk pemain junior yang baru ngebut di dunia sepakbola? Semua ini makin mengejutkan lagi kalau Indonesia bisa ikut kompetisi internasional seperti Piala Dunia... tapi akrabnya, kompetisi itu belum pernah tiba di tanah air kita.
 
Aku pikir ini salah paham, kalo mereka mau memecat dia karena menendang pemain lawan tapi tidak mencela dia secara langsung, bukannya mereka harus memberi pelajaran tentang bagaimana bermain sepak bola yang adil? Kalo mereka terlalu kasar sebaiknya ada pengawas dari pihak sekolah atau klub yang bisa mengingatkan keduanya. Tapi memecat dia setumur hidup, itu kalau aku bayangkan kayak permasalahan di SMA, gini: "kamu buleuh, kamu jadi gajah!"
 
Wah, ini penipu! Mereka bilang dia menghentam dada lawan tapi ternyata dia sendiri yang dihentam dada... oleh kiper ya? Kenapa gini, sanksi hidup sama sekali berlebihan, bakalan jadi legenda jika dia nggak pernah main lagi. Gimnastiar punya potensi yang besar, tapi mereka kayaknya tidak percaya dirinya sendiri... kayaknya harus ada cara lain untuk mengaturnya, seperti diskusi atau sesi coaching yang lebih santai. Penghentian kerja seumur hidup ini bikin aku capek, apalagi kalau dia masih muda dan punya masa depan yang panjang. Kenapa mereka kayaknya tidak fokus pada cara lain untuk mengaturnya? 🤔
 
Pagi ya... Sepak bola Indonesia kayaknya makin panas sih, tapi apa benar bukan cara bermain yang serius? Mereka bilang sanksi penghentian kerja seumur hidup, kayaknya terlalu berat banget. Saya rasa Muhammad Hilmi Gimnastiar kayaknya hanya ingin melindungi dirinya dan timnya, tapi tadi lama gak ngerti siapa yang salah. Sepak bola adalah olahraga, bukan pertarungan sengit. Mereka bisa mencari cara lain buat mengelabui lawan di lapangan, gak perlu menendang dada. Saya rasa ini semua ada tujuan dan yang harus kita lakukan ialah menganalisis situasi apa sih.
 
Pikir siapapun kalau aksi Muhammad Hilmi Gimnastiar itu benar-benar kejahatan di lapangan sepak bola. Tapi apa yang terjadi, dia justru melindungi pemain Perseta 1970 Tulungagung yang melanggar aturan. Sepak bola bukan mainan, tapi permainan ini memerlukan disiplin dan aturan. Kalau aksi Hilmi itu benar-benar kejahatan, tapi siapa yang salah dia atau klubnya? Memecat hilmi seumur hidup, itu aneh banget. Banyak hal yang bisa membuat suatu keputusan itu, tapi saya rasa ini bukan soal kesalahan hilmi, tapi ada masalah lain di balik keputusan itu.
 
Halo broooo 🤔, kabar gembira kawan! Sepak bola di Indonesia makin seru lagi ya... 😂 Lalu, kabar tentang Muhammad Hilmi Gimnastiar yang dipecat oleh Pasuruan itu bikin kita bersemangat juga ya! 🎉 Kita lihat, sepak bola bukan cuma olahraga, tapi juga pelajaran hidup bro 😊. Aturan harus diikuti, jangan menendang dada pemain lawan... yang seringkali gak sengaja aja 🤷‍♂️. Tapi, kalau kita lihat statisnya, sepak bola Indonesia makin populer banget ya! 📊 Pemain muda seperti Hilmi Gimnastiar makin banyak juga bro 👀. Menurutku, sepak bola di Indonesia harus lebih serius dan profesional lagi... tapi saya tidak sabar dengan keputusan penghentian kerja seumur hidup si Hilmi 😅. Bayangkan aja, kalau kita lihat grafik penonton sepak bola Indonesia per tahun... itu akan makin seru banget! 📈 Statistiknya: 2020: 2 juta penonton; 2023: 5 juta penonton... aja ini 1 pemain yang dipecat, tapi kita lihat, sepak bola Indonesia makin kuat ya 🏆!
 
Maksudnya pemain sepak bola harus bisa mengendalikan emosi juga ya? Mencukuri gol nggak boleh dulu, tapi menendang lawan karena dianggap melanggar aturan sepak bola sih jadi tidak masuk akal. Kalau pemainnya punya kepribadian yang keras kepala seperti itu, mungkin klub sebaiknya pilih pemain lain aja. Tapi saya masih percaya kalau Muhammad Hilmi bisa belajar dari kesalahan tersebut dan menjadi pemain sepak bola yang lebih baik di masa depan 💪
 
Gampang banget si Muhammad Hilmi Gimnastiar ngerasa salah, tapi kalau sanksinya penghentian kerja seumur hidup... gak sabar lagi deh 🤯. Sepak bola pasti permainan yang serius, tapi juga gampang sekali ngerasa marah. Aku pikir klubnya bisa banget caranya, gimana caranya memberikan sanksi begitu berat padepok mereka? Mungkin kalau dimulai dari pelatihan atau diskusi dengan pemainnya aja sudah cukup. Sanksi seperti itu agak ekstrem nih 🤦‍♂️. Aku rasa sepak bola di Indonesia perlu lebih serius, tapi juga harus ada jalan tengah yang masuk akal. Seperti yang nonton dari film The Matrix, 'ada jalan keluar' untuk segala situasi, bisa deh buat klubnya cari solusi yang tepat 💡
 
kembali
Top