Sewa Kapal Olympic Luna Dinilai Hemat Anggaran US4,34 Juta

Dalam sidang perkara dugaan korupsi di PT Pertamina, dua saksi yang diperiksa yaitu Arief Sukmara dan Maria Katryn menegaskan bahwa tidak terjadi kongkalikong maupun pengaturan pengadaan kapal Olympic Luna maupun kapal milik PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN). Mereka menjelaskan bahwa proses pengadaan kapal dilakukan secara jernih dan transparan.

Arief Sukmara, mantan Direktur Gas dan Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS), menegaskan bahwa PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) tidak memiliki wewenang dalam pengadaan kapal. Menurutnya, direktur utama tidak terlibat dalam proses teknis procurement, khususnya untuk transaksi spot charter.

Ia juga menjelaskan bahwa pembahasan margin 12-15% adalah konteks bisnis internal antara PIS dan KPI, bukan untuk pihak ketiga. Menurutnya, kebijakan transfer pricing di Pertamina Group memperbolehkan margin antarsubholding dalam rentang kewajaran.

Arief juga menjelaskan bahwa penunjukan PIS Pte.Ltd (PIS-PL) Singapura adalah langkah yang dilakukan karena adanya kontrak kerja sama operasional dan marketing sejak 2021. Penunjukan itu tidak bertujuan mengondisikan kapal tertentu, melainkan untuk memperluas jangkauan PIS di pasar regional dan global.

Selain itu, Arief menegaskan bahwa penggunaan kapal Olympic Luna melalui skema co-load menghasilkan efisiensi signifikan. Jika menggunakan kapal tipe Suezmax, biaya sewa diperkirakan mencapai sekitar US$10 juta. Namun dengan Olympic Luna, terjadi penghematan sekitar US$4,34 juta.

Maria Katryn, VP Financing, Tax & Treasury PIS, juga menegaskan bahwa seluruh pembayaran penyewaan kapal tercatat jelas dalam sistem keuangan. Dia menegaskan tidak ada pembayaran tambahan berupa broker fee atau aliran dana lain.

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum juga mempertanyakan soal dugaan jamuan golf kepada sejumlah direksi dan manajemen PIS di Bangkok, Thailand yang dilakukan pada 5-7 Juli 2024. Arief menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat pribadi dan tidak terkait dengan proses kontrak.
 
aku penasaran banget sih kenapa jaksa gini terus memanggil direksi di bangkok πŸ€”, gimana kalau mereka punya kebiasaan golf ya? aku sendiri suka main golf, tapi aku tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan korupsi πŸ˜…. aku pikir mungkin mereka just want to have fun aja, tapi sepertinya jaksa gini terlalu serius tentang ini πŸ™„. aku rasa ada yang salah di sini, kalau bukan? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Gak percaya sih kalau ada yang bilang kongkalikong di PT Pertamina πŸ˜‚. Ada dua saksi yang disaksikan nggak ada hal-hal berlebihan, mereka jelas-jelas bilang apa yang terjadi 🀝. Arief Sukmara itu cerdas banget, dia bilang sih margin 12-15% itu bagian dari bisnis internal, bukan karena kongkalikong πŸ€‘. Dan kalau ada kontrak kerja sama operasional, jangan salah paham dulu ⚠️. Penggunaan kapal Olympic Luna sebenarnya memberikan efisiensi yang signifikan 🚒. Tapi apa sih yang bikin orang penasaran dengan dugaan jamuan golf di Bangkok? πŸ˜’
 
Saya rasa gampang banget sih, korupsi bukan di sini! Arief dan Maria Katryn bilang jernih, transparan, dan apa lagi yang dibutuhkan? Mereka menjelaskan itu semua dari perspektif bisnis mereka, dan kalau kamu lihat, tidak ada tanda-tanda korupsi atau kongkalikong di sini 😊. Yang penting adalah kapal Olympic Luna bisa digunakan dengan biaya yang lebih murah, dan itu baik bagi PIS dan PT Pertamina. Saya senang melihat mereka berdua menjelaskan hal ini dengan jelas dan profesional πŸ’Ό.
 
kalo nggak salah, pengadaan kapal Olympic Luna itu lumayan susah dipahami sih... tapi aku rasa ada satu hal yang penting banget, yaitu efisiensi yang dihasilkan dari penggunaan kapal tersebut πŸ€‘. Jika biaya sewa kapal tipe Suezmax mencapai US$10 juta, namun dengan Olympic Luna biaya sewa hanya sekitar US$4,34 juta... itu lumayan berarti ya 😊. Tapi aku rasa yang penting adalah transparansi proses pengadaan kapal tersebut, kalau bisa jelas dan jernih itulah yang harus di prioritaskan πŸ™.
 
Pikiran aku kembali lagi! 🀯 Aku pikir kalau dugaan korupsi di PT Pertamina ini masih serius banget, tapi ternyata sih justru ada saksi yang menjelaskan bahwa proses pengadaan kapal dilakukan secara jernih dan transparan. πŸ™ Arief Sukmara itu mantan Direktur Gas dan Bisnis Baru PIS benar-benar sabar menjelaskan tentang konteks bisnis internalnya, aku salut dengan itu! 😊 Selain itu, aku pikir Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum juga harus lebih teliti dalam memilih topik yang tidak terkait dengan kegiatan pribadi sih. πŸ™…β€β™‚οΈ Tapi jangan ragu untuk mempertanyakan hal-hal yang penting, itu bagian dari tugas mereka! πŸ’ͺ
 
Pengadaan kapal Olympic Luna ini memang tampak transparan banget, tapi siapa tahu apa yang tersembunyi di baliknya? Mungkin ada cara lain untuk menghemat biaya, tapi juga harus dipertimbangkan kualitas jasa dan keselamatan yang dimaksudkan. Yang penting adalah proses pengadaan itu bebas dari korupsi atau kongkow, tapi apa yang terjadi ketika kita terlalu fokus pada efisiensi saja? Kita tidak perlu lupa tentang moralitas dan kejujuran dalam bisnis. πŸ€”
 
Udah capek banget sekali dengerin kalau ada yang bilang ada kongkalikong di PT Pertamina, aku rasa kalau begitu, ada banyak masalah lainnya yang belum ditelusuri 😩. Aku pikir kalau mereka bilang tidak ada kongkalikong itu benar, tapi aku juga naksirin kenapa ada kontrak kerja sama operasional dan marketing sejak 2021 antara PIS dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Mungkin ada sesuatu yang tidak terungkap πŸ˜’. Aku paham kalau mereka bilang pembayaran penyewaan kapal tercatat jelas, tapi aku juga rasa perlu ada tanda tangan nyata dari direktur utama atau apa aja yang terkait dengan kontrak itu πŸ€”. Dan aku pikir kalau ada dugaan jamuan golf, itu masalah kecil dibandingkan dengan soal kongkalikong yang besar, tapi toh harus diinvestigasi juga ya πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
🀯 Aku pikir penjelasan yang diberikan oleh Arief Sukmara dan Maria Katryn ini sangat jernih dan transparan πŸ™Œ. Mereka menjelaskan bahwa proses pengadaan kapal Olympic Luna dilakukan secara jernih dan tidak ada kongkalikong apa pun πŸ’―. Aku juga paham dengan penjelasan mereka tentang margin 12-15% itu, kalau bukan karena kebijakan transfer pricing yang memperbolehkan margin antarsubholding dalam rentang kewajaran πŸ€”.

Aku juga setuju bahwa penunjukan PIS Pte.Ltd (PIS-PL) Singapura bukan untuk mengondisikan kapal tertentu, melainkan untuk memperluas jangkauan PIS di pasar regional dan global 🌎. Dan aku paham juga dengan penggunaan kapal Olympic Luna melalui skema co-load itu, karena biaya sewa yang ditawarkan sangat efisien πŸ’Έ.

Aku hanya ingin tahu lebih lanjut tentang kegiatan jamuan golf yang dilakukan oleh beberapa direksi dan manajemen PIS di Bangkok, Thailand, itu πŸ€”. Aku ingin tahu apakah itu terkait dengan proses kontrak atau tidak? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
😊 Oooh, kenapa suka banget ariku bikin esai tentang korupsi di Indonesia. Kalau nonton saja sidang perkara ini, pasti ada yang penasaran tentang bagaimana pengadaan kapal Olympic Luna terjadi. πŸ€”

Aku pikir kalau pihak Pertamina dan PIS terus-menerus menjelaskan bahwa proses pengadaan kapal dilakukan secara jernih dan transparan, tapi kalau benar-benar begitu, itu artinya ada yang tidak terkeluhin. πŸ˜…

Aku pikir Arief Sukmara dan Maria Katryn itu berbicara dengan benar-benar jujur, tapi aku juga pikir mereka sedikit malu jika dipaksa membuka lebih banyak tentang bagaimana transaksi spot charter itu dijalankan. Karena kalau benar-benar tidak ada kecurangan, maka pasti ada yang bisa kita pelajari dari prosesnya. πŸ“

Dan aku juga penasaran tentang apa aja kejadian jamuan golf itu? Mungkin perlu dilakukan lagi analisis tentang bagaimana kapal Olympic Luna dioperasikan agar tidak ada penyalahgunaan lagi. πŸ’Έ
 
gak percaya sama soal kongkalikong nih πŸ€¦β€β™‚οΈ. kalau tidak ada kongkalikong, siapa tahu ada yang ngelanggar hukum. tapi apa yang pasti adalah di Pertamina ada masalah dengan pengadaan kapal Olympic Luna. gak jelas bagaimana keberlangsungan biaya itu. kalo benar ada margin 12-15% itu untuk pihak ketiga, mungkin ada yang terlibat denga pihak lain yang tidak kita tahu.
 
itu kisahnya apa, dugaan korupsi lagi... tapi siapa tahu bukti yang ada masih bisa membocorkan apa-apa, kalau benar-benar adanya korupsi itu. tapi apa yang penting adalah bahwa PIS dan PT Kilang Pertamina Internasional memang tidak memiliki wewenang dalam pengadaan kapal, jadi siapakah yang sebenarnya berwajah di balik ini? juga perlu diinvestigasi lebih lanjut tentang soal margin 12-15% itu, kapan-kapan saja ada peluang untuk memperbodeni harga kapal.
 
aku pikir kalau dugaan korupsi ini lagi ngeremari siapa? πŸ€¦β€β™‚οΈ ada yang bilang kongkalikong tapi ada yang bilang proses pengadaan kapal jernih dan transparan ayo siapa yang benar? πŸ€”

berikut data dan chart tentang korupsi di Indonesia, per 2025:

- Korupsi dalam proyek Pemerintah Rp 44 Triliun (sumber: Ombudsman Negara)
- Pengeluaran negara untuk proyek-proyek yang tidak transparan Rp 23 Triliun (sumber: Kementerian Pekerjaan Umum)
- Jumlah kasus korupsi di Indonesia Rp 10.000 (sumber: Badan Nadi Cipta)

dan berikut chart tentang penggunaan kapal Olympic Luna:

![Kapal Olympic Luna](https://example.com/image/kapal-olympic-luna.jpg)
- Kapal Olympic Luna digunakan dalam proyek apa? 🚒
- Biaya sewa kapal apa?
- Penghematan apa yang dihasilkan menggunakan kapal Olympic Luna? πŸ’Έ

aku pikir dugaan korupsi ini lagi ngeremari siapa, siapa yang benar dan siapa yang salah? πŸ€”
 
kembali
Top