Puluhan Siswa Muarojambi Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Makan Menu MBG, Apa Penyebabnya?
Kecamatan Sekernan di Kabupaten Muarojambi mengalami wajojo di sekolah. Sebuah pukul empat saat hari Jumat, puluhan siswa SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Achmad Ripin Muar oleh orang tua. Siswa-siswa ini diduga mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Fitri, salah satu orangtua siswa korban, anaknya muntah-muntah setelah mengonsumsi menu tersebut. "Bibirnya pucat dan kemudian muntah-muntah. Setelah ditelusuri, hampir dipastikan gara-gara usai makan paket MBG sejenis soto di sekolahnya. Dan bukan anak saya saja, banyak yang lainnya," kata Fitri.
Kapolres Muarojambi, AKP Hanafi Dita Utama, menyatakan bahwa 18 orang siswa sedang ditangani secara medis setelah pengecekan ke RS Achmad Ripin. Sipilu ini diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dari dugaan keracunan massal tersebut.
Menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG di wilayah Sengeti, Kecamatan Sekernan juga menjadi sorotan masyarakat. Apa yang terjadi dengan menu ini? Penyebabnya masih belum diketahui pasti. Sampel menu tersebut sudah diambil untuk diteliti pihak kompeten.
Sementara itu, sejumlah orangtua merawat anak mereka yang diduga keracunan menu MBG. Mereka sangat khawatir dan kehilangan percaya diri setelah anak mereka mengalami gejala-gejala tersebut.
Kecamatan Sekernan di Kabupaten Muarojambi mengalami wajojo di sekolah. Sebuah pukul empat saat hari Jumat, puluhan siswa SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Achmad Ripin Muar oleh orang tua. Siswa-siswa ini diduga mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Fitri, salah satu orangtua siswa korban, anaknya muntah-muntah setelah mengonsumsi menu tersebut. "Bibirnya pucat dan kemudian muntah-muntah. Setelah ditelusuri, hampir dipastikan gara-gara usai makan paket MBG sejenis soto di sekolahnya. Dan bukan anak saya saja, banyak yang lainnya," kata Fitri.
Kapolres Muarojambi, AKP Hanafi Dita Utama, menyatakan bahwa 18 orang siswa sedang ditangani secara medis setelah pengecekan ke RS Achmad Ripin. Sipilu ini diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dari dugaan keracunan massal tersebut.
Menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG di wilayah Sengeti, Kecamatan Sekernan juga menjadi sorotan masyarakat. Apa yang terjadi dengan menu ini? Penyebabnya masih belum diketahui pasti. Sampel menu tersebut sudah diambil untuk diteliti pihak kompeten.
Sementara itu, sejumlah orangtua merawat anak mereka yang diduga keracunan menu MBG. Mereka sangat khawatir dan kehilangan percaya diri setelah anak mereka mengalami gejala-gejala tersebut.