Seteru Lagi, Inara Rusli Bongkar Aib Virgoun

Kasus Inara Rusli dan Virgoun kembali berputar. Virgoun, ayah dari tiga anak bersama Inara, kini menolak mengembalikan ketiga anak tersebut kepadanya, sementara Inara memilih untuk melapor ke Komnas Anak atas perlindungan anaknya.

Menurut Herlina, wakil hukum Inara Rusli, secara hukum Virgoun tidak memiliki hak mengasuh anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun. Ia menekankan bahwa aturan perundang-undangan di Indonesia berpihak pada ibu selama anak belum mencapai usia mumayyiz.

"Karena anak ini masih belum Mumayyiz, yaitu belum berusia 12 tahun. Nantinya dia berhak akan memilih ikut siapa ibu atau ayahnya," ujar Herlina.

Pertimbangan dari Majelis Hakim saat memutus perkara perceraian Inara dan Virgoun tidak hanya melihat usia anak, tetapi juga menilai rekam jejak Virgoun selama rumah tangga berlangsung.

"Gimana ya? Kalau lo mukulin anak kayak mukulin ini, kayak mukulin maling?" ujar Eva Manurung, ibu Virgoun.

Dugaan tindakan kekerasan fisik Inara terhadap anak-anaknya juga menjadi hal yang memicu keprihatinan publik.
 
Aku pikir hal ini sangat penting banget! Perkara tentang perlindungan anak ini harus dibangun dengan perasaan yang sopan dan jujur, bukan dengan menyinggung perasaan orang lain. Aku rasa Virgoun memang belum siap untuk mengasuh ketiga anaknya sendiri, tapi aku juga tidak ingin melihat keluarga Inara Rusli mengalami kesulitan lagi karena putrinya dan adik-adiknya masih kecil.

Aku ingat, di Indonesia kita harus menjaga keseimbangan dalam menyelesaikan masalah ini. Mungkin perlu ada solusi yang dapat membuat kedua belah pihak merasa aman dan bahagia? Aku harap Komnas Anak bisa membantu menyelamatkan anak-anak tersebut dan memberikan perlindungan yang tepat bagi mereka 🤝
 
Aku rasa ini kasus yang bikin perasaan aku sedih banget! 🤕 Ada ibu yang harus melalui semua kesulitan dan kekerasan, tapi gak ada yang mau mendukungnya. Sementara itu, ayahnya yang tidak ada di rumah, masih bisa mengambil keputusan tentang anak-anak mereka? 😡 Itu tidak adil!

Aku rasa ini bukan hanya tentang hukum, tapi juga tentang empati dan kasih sayang. Ibu Inara Rusli harus dalam kesulitan besar, tapi aku harap dia bisa mendapat bantuan dan dukungan dari masyarakat. 🤝 Semua orang harus peduli dengan keadaan anak-anak ini!
 
Saya pikir ya kalau ayah itu harus mendapatkan anak-anaknya kembali. Kalau tidak, mungkin di masa depan anak-anak itu akan bingung siapa yang lebih baik mengasuh mereka. Dan tolong-tolong, siapa yang mengatakan bahwa ayah itu tidak bisa mengasuh mereka? Saya pikir ibu dan ayah harus sama-sama mendapatkan anak-anaknya kembali. Kalau tidak, mungkin anak-anak itu akan menjadi korban di antara kedua orang tua.
 
Gini cerita Inara Rusli dan Virgoun lagi, kayak gini sering terjadi di Indonesia 😩. Saya rasa perlu lebih banyak pendidikan tentang perlindungan anak dan hak-hak mereka dari orang tua. Kalau ayahnya tidak mau mengasuh anak-anaknya, kemudian ibunya harus dipertanggungkan oleh negara ya? Tapi kalau kita lihat dari perspektif ayah, Virgoun mungkin merasa bahwa ia memiliki hak untuk mengasuh anak-anaknya sendiri. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah tangga mereka, tapi saya rasa perlu lebih banyak bantuan dan dukungan untuk keluarga-keluarga yang sedang mengalami masalah seperti ini 🤔.
 
Aku pikir ada sesuatu yang salah di sini... Apa benar kalau ayah sebenarnya tidak bisa mengasuh anak-anak itu karena belum berusia 12? Tapi apa jadinya kalau ibu tidak bisa juga? Aku rasa ada sesuatu yang tersembunyi di balik ini. Mungkin Virgoun memang tidak baik, tapi mungkin ada bukti lain yang tidak kami lihat. Dan apa dengan dugaan tindakan kekerasan fisik Inara? Tapi kalau benar dia melakukan itu, maka harusnya ada saksi atau bukti yang jelas, kan? Aku suka berpikir tentang ini...
 
Saya rasa soal ini bikin banyak orang penasaran sih, especially kalau kita liat rekam jejak ayah Virgoun itu kayak apa? Apakah dia memang benar-benar tidak sengaja kayak begitu atau ada yang salah di baliknya? Yang penting adalah perlindungan anak-anak ya! Saya rasa Komnas Anak pasti akan melakukan penanganan yang tepat untuk melindungi Inara dan ketiga anaknya.
 
Maksudnya, kalau ayah gini aja, kenapa dia bisa manggil anaknya kayak maling? 🤔 Sama-sama kalau ibunya gusar banget dan tidak bisa manggilkannya 😭. Virgoun itu udah bule-bule lama, kok? 🙄
 
Aku pikir itu kenyataan yang sulit dihakimi. Kasus Inara dan Virgoun kayaknya perlu dibungkus dengan lebih teliti lagi. Aku rasa perlu ada pertimbangan dari pihak pendidikan dan psikologi untuk membantu Inara dalam menangani situasi ini. Tapi, aku juga paham bagaimana perasaan Inara, karena aku tahu dia yang selalu memprioritaskan kebutuhan anak-anaknya.

Aku penasaran dengan jawaban Eva Manurung itu, kayak mukulin maling? Aku rasa itu salah paham. Dulu aku suka membaca novel-novel thriller, tapi sekarang aku lebih suka membaca tentang hubungan keluarga dan psikologi anak-anak.
 
Eh kaya! Kalau kasus ini jadi sederhana kayak ngobatin anak, aja ibu dan ayah harus bisa berbagi kewarwaran ya... tapi gampang sekali bukan sih, yang penting adalah anaknya selamat aja. Inara pasti juga perlu di dukung untuk menjaga keselamatan anaknya, kayaknya kasus ini sederhana banget jika semua pihak bisa saling mengerti dan berbagi pikiran.
 
Aku pikir kasus ini kayaknya harus dibawa lebih serius. Ya, perlu diingat bahwa usia Mumayyiz itu penting banget, tapi gampangnya tidak semua kasus bisa dikategorisasikan dengan sederhana seperti itu. Aku khawatir, kasus Inara dan Virgoun ini akan terus berputar-putar seperti ini sampai kapan? Mungkin jika kita fokus lebih pada perlindungan anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuan, kita bisa lebih efektif dalam mengatasi masalah seperti ini. Contohnya, kita bisa membuat program pendidikan untuk orang tua tentang bagaimana cara mengasuh anak dengan baik. Atau, kita bisa membuat dana pensiun untuk pengurus KIP (Kerjasama Industri Peranak), jadi mereka punya uang untuk membantu kasus seperti ini. Yang penting, kita harus berani mengambil tindakan dan memperhatikan kebutuhan anak-anak yang terjebak dalam situasi seperti ini 😊
 
Aku rasa kasus ini gampang banget, ya! Virgoun jadi "pria yang buruk" karena dia tidak bisa mengasuh anak-anaknya sendiri. Tapi aku pikir aku lebih siap mengasuh anak-anak daripada Inara. Aku punya pengalaman membesarkan adik-adikku sendiri, dan aku tahu apa yang baik untuk anak-anak. Inara kayaknya terlalu canggung dengan keluarganya sendiri. Dan mau kekerasan fisik sih? itu tidak masuk akal!
 
Saya pikir pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak yang terlibat dalam kasus ini 🤝. Sebenarnya, perlu diingat bahwa perundang-undangan yang ada sudah berpihak pada ibu karena usia anak masih di bawah 12 tahun. Jadi, apa yang membuat kasus ini serius adalah rekam jejak ayah yang terlibat dalam kehidupan rumah tangga mereka 🤔.

Tapi, apa yang lebih penting adalah keberadaan dugaan kekerasan fisik yang terjadi terhadap anak-anak. Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan anak-anak ini dan memberikan perlindungan yang tepat untuk mereka 💪. Kalau pemerintah tidak dapat melindungi anak-anak, siapa yang akan melakukannya? 🤷‍♂️
 
Saya pikir salah satu masalah utama di sini adalah ketidaktransparan proses hukum. Sementara Inara Rusli melapor ke Komnas Anak untuk perlindungan anaknya, Virgoun sendiri menolak mengembalikan ketiga anak tersebut. Tapi siapa yang akan menangani kasus ini? Siapa yang akan memastikan bahwa hak-hak anak-anak tersebut dilindungi? Saya rasa perlu ada peningkatan transparansi di dalam proses hukum ini, agar semua pihak dapat mengetahui apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab. Dan tentu saja, perlindungan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Mereka masih sangat muda dan tidak memiliki kemampuan untuk merawat diri sendiri. Saya harap pihak yang terkait dapat segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan perlindungan yang tepat bagi anak-anak tersebut 🤝
 
omong omong... kalau Virgoun jadi ayah biar lah anak-anak dia itu bisa hidup dengan baik, tapi nanti dia harus menerima bahwa ibunya Inara masih ada di sisi kirinya 🤝. kayaknya perlu dia ambil tanggung jawab sebagai ayah yang benar-benar bertanggung jawab. aku rasa anak-anak itu masih terlalu muda untuk dipisahkan dari ibu mereka, tapi sama-sama perlu perlindungan dari orang tua yang tidak baik 😔.
 
Aku pikir pihak ayahnya (Virgoun) ini malah bikin kesalahan lagi dengan tidak mau menerima tiga anaknya itu 🤦‍♂️. Ibu Inara malah yang benar-benar peduli dan mencari perlindungan anak-anaknya, sementara ayahnya malah yang mengabaikan kebutuhan mereka 😔. Aku harap pihak hukum bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan benar, sehingga anak-anak Inara bisa mendapatkan perlindungan yang seharusnya 🤞.
 
Sudah waktunya pemerintah mempertimbangkan kembali aturan ini! Mereka harus membuat perubahan agar ibu selalu mendapatkan perlindungan anak di Indonesia, apalagi saat masih kecil seperti yang terjadi dengan Inara dan anak-anaknya. Saya rasa tidak adil kalau ayah bisa mengambil anak-anak dari ibu tanpa harus melalui proses hukum yang tepat 😕. Pemerintah harus membuat perubahan agar perlindungan anak di Indonesia lebih efektif dan jujur! 🤝
 
ya, kasus ini benar-benar menimbulkan perdebatan di hati banyak orang. kalau aku bisa memilih, aku akan lebih mendukung Inara Rusli untuk melapor ke Komnas Anak, karena kalau anak masih berusia di bawah 12 tahun, maka ibunya pasti yang paling berhak mengasuhnya. tapi kasus ini benar-benar kompleks, karenanya kita harus mempertimbangkan beberapa hal seperti sejarah rumah tangga Virgoun dan apakah dia selalu menjadi ayah yang baik kepada anak-anaknya.
 
Aku pikir sistem perlindungan anak Indonesia masih banyak sisa. Jika ayah sudah menolak mengembalikan anaknya, kenapa harus masuk ke komnas anak? Aku rasa bisa saja kasus Virgoun dan Inara rusak karena ayah yang terlalu agresif. Aku harap pemerintah bisa melihat dari perspektif anak-anak ini dan memberikan perlindungan yang tepat untuk mereka
 
kembali
Top