Bencana hidrometeorologi di Sumatra telah melelahkan banyak warga, memaksa mereka mencari hunian baru. Pemerintah menetapkan tujuan untuk melengkapi rumah hunian bagi korban bencana di enam kabupaten di Sumatra, yaitu Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam. Rumah-rumah tersebut harus siap digunakan dalam waktu dua pekan ke depan.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pemerintah akan membangun hunian bagi korban bencana di wilayah-wilayah terdampak. Pemerintah juga akan melanjutkan proyek pemulihan fasilitas umum seperti jalan, rumah sakit, sekolah, pasokan air, dan perkantoran untuk mendukung proses pemulihan. Teddy juga mengatakan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota di wilayah-wilayah terdampak untuk memastikan kemampuan warga dalam mengikuti proses hunian baru.
Namun, perlu diingat bahwa proses hunian bagi korban bencana sangat kompleks karena ada warga yang ingin disiapkan hunian, warga lainnya ingin memperbaiki sendiri, dan ada yang ingin pindah daerah untuk mengikuti keluarganya yang lain. Oleh karena itu, pemerintah harus hati-hati dalam merencanakan program hunian bagi korban bencana di Sumatra.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait juga hadir di rapat untuk membahas penanganan hunian korban bencana. Kementerian Pekerjaan Umum juga tengah mengerjakan pembangunan rumah lainnya di Aceh yang ditargetkan selesai awal Februari.
Rapat tersebut dihadiri oleh beberapa direktur utama BUMN, seperti Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, dan Pembangunan Perumahan. Mereka akan bekerja sama untuk mencapai tujuan hunian bagi korban bencana di Sumatra.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pemerintah akan membangun hunian bagi korban bencana di wilayah-wilayah terdampak. Pemerintah juga akan melanjutkan proyek pemulihan fasilitas umum seperti jalan, rumah sakit, sekolah, pasokan air, dan perkantoran untuk mendukung proses pemulihan. Teddy juga mengatakan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota di wilayah-wilayah terdampak untuk memastikan kemampuan warga dalam mengikuti proses hunian baru.
Namun, perlu diingat bahwa proses hunian bagi korban bencana sangat kompleks karena ada warga yang ingin disiapkan hunian, warga lainnya ingin memperbaiki sendiri, dan ada yang ingin pindah daerah untuk mengikuti keluarganya yang lain. Oleh karena itu, pemerintah harus hati-hati dalam merencanakan program hunian bagi korban bencana di Sumatra.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait juga hadir di rapat untuk membahas penanganan hunian korban bencana. Kementerian Pekerjaan Umum juga tengah mengerjakan pembangunan rumah lainnya di Aceh yang ditargetkan selesai awal Februari.
Rapat tersebut dihadiri oleh beberapa direktur utama BUMN, seperti Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, dan Pembangunan Perumahan. Mereka akan bekerja sama untuk mencapai tujuan hunian bagi korban bencana di Sumatra.