Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri di Istana Negara, Rabu (4/2/2026) siang, merupakan sesi diskusi tentang situasi politik luar negeri Indonesia. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (TIW), pertemuan itu dilakukan untuk memperjelas beberapa hal penting yang telah dicapai dalam 1 tahun terakhir.
Menurut Prabowo, setiap diplomasi luar negerinya selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia. Contohnya, Indonesia bergabung dengan BRICS, di mana kekuatan ekonomi dunia; penetapan tarif dagang 0% di Uni Eropa; kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi; dan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina.
Selain itu, Prabowo juga menjelaskan tentang keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian), yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, keanggotaan ini bukan hanya sekedar ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi, melainkan juga turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina.
Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan Board of Peace jika ingin. Selain itu, biaya USD 1 miliar yang ditawarkan untuk dana rekonstruksi Gaza adalah untuk keperluan tidak bersifat wajib.
Pertemuan ini merupakan langkah penting dalam memperjelas strategi luar negeri Indonesia, terutama dalam mengembangkan hubungan dengan negara-negara lain dan turut serta dalam mengurangi konflik di Palestina.
Menurut Prabowo, setiap diplomasi luar negerinya selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia. Contohnya, Indonesia bergabung dengan BRICS, di mana kekuatan ekonomi dunia; penetapan tarif dagang 0% di Uni Eropa; kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi; dan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina.
Selain itu, Prabowo juga menjelaskan tentang keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian), yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, keanggotaan ini bukan hanya sekedar ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi, melainkan juga turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina.
Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan Board of Peace jika ingin. Selain itu, biaya USD 1 miliar yang ditawarkan untuk dana rekonstruksi Gaza adalah untuk keperluan tidak bersifat wajib.
Pertemuan ini merupakan langkah penting dalam memperjelas strategi luar negeri Indonesia, terutama dalam mengembangkan hubungan dengan negara-negara lain dan turut serta dalam mengurangi konflik di Palestina.