"Sesar Cimandiri Berpotensi Memicu Gempa Besar di Bandung Raya, Jawa Barat"
Sesar aktif yang terletak di wilayah Jawa Barat ini membentang sekitar 100 km dan telah menjadi perhatian peneliti. Penelitian terkini oleh Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN mengungkapkan bahwa Sesar Cimandiri memiliki potensi besar dalam memicu gempa bumi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan geologi, geofisika, dan geodesi untuk memahami karakteristik dan pergerakan Sesar Cimandiri. Tim peneliti melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari bukti adanya aktivitas sesar, seperti pergeseran lapisan batuan atau cermin sesar yang menandakan pergerakan kerak bumi.
Selain itu, tim juga menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk mengetahui besar, laju, dan arah deformasi pada area sekitar sesar. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama lima tahun hingga seluruh data dapat diolah dan dianalisis secara menyeluruh.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Sesar Cimandiri pernah memicu gempa besar yang mengguncang kawasan Sukabumi, Cibeber, Cianjur, hingga Rajamandala di Bandung Barat. Gempa tersebut meluluhlantakkan bangunan rumah hingga infrastruktur transportasi kereta api yang dibangun Belanda.
Penelitian ini memiliki peran penting dalam upaya mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat. Dengan memahami potensi dan karakteristik sesar, tim dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi untuk menghadapi gempa bumi.
Sesar aktif yang terletak di wilayah Jawa Barat ini membentang sekitar 100 km dan telah menjadi perhatian peneliti. Penelitian terkini oleh Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN mengungkapkan bahwa Sesar Cimandiri memiliki potensi besar dalam memicu gempa bumi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan geologi, geofisika, dan geodesi untuk memahami karakteristik dan pergerakan Sesar Cimandiri. Tim peneliti melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari bukti adanya aktivitas sesar, seperti pergeseran lapisan batuan atau cermin sesar yang menandakan pergerakan kerak bumi.
Selain itu, tim juga menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk mengetahui besar, laju, dan arah deformasi pada area sekitar sesar. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama lima tahun hingga seluruh data dapat diolah dan dianalisis secara menyeluruh.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Sesar Cimandiri pernah memicu gempa besar yang mengguncang kawasan Sukabumi, Cibeber, Cianjur, hingga Rajamandala di Bandung Barat. Gempa tersebut meluluhlantakkan bangunan rumah hingga infrastruktur transportasi kereta api yang dibangun Belanda.
Penelitian ini memiliki peran penting dalam upaya mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat. Dengan memahami potensi dan karakteristik sesar, tim dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi untuk menghadapi gempa bumi.