Kondisi dermaga yang semrawut di Muara Angke, Jakarta Utara, terus memeritakan ribuan kapal nelayan terjebak karena cuaca tidak menentu. Seluruh akses mencari nafkah semakin sempit. Pada pertengahan pekan ini, kondisi semrawut parkiran kapal di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke terus menghambat olah gerak kapal nelayan.
Menurut Barda Wijaya, 43 tahun, beliau menjadi pengusaha kapal ikan teri dan sejenisnya perairan Kepulauan Seribu. Dengan kondisi cuaca tidak menentu, dia diharapkan bisa berlayar dua kali dalam sehari untuk mendapatkan hasil yang optimal. Namun, karena adanya ribuan lambung kapal semrawut, maka akses ke permukaan air terbatas.
Dermaga yang semrawut ini mencakup 2.564 kapal nelayan yang berada di dermaga T Pelabuhan Muara Angke. Kondisi seperti ini memang menghambat aktivitas nelayan dalam berlayar dan mendapatkan hasil yang optimal. Hal tersebut, juga membuat pihak pengusaha kapal ikan mengeluh adanya masalah akses ke permukaan air.
Kapten Rama, penjaga dermaga, mengatakan bahwa banyak kapal yang tidak beroperasi namun bersandar di dermaga, sehingga menyulitkan akses berlayar. Menurutnya, lebih dari 300 kapal nelayan nonaktif bertahan selama bertahun-tahun dan merupakan permasalahan utamanya.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penertiban terhadap dermaga yang overload. Namun, sebelum itu, kondisi demarg tetap semrawut dan menghambat aktivitas nelayan.
Menurut Barda Wijaya, 43 tahun, beliau menjadi pengusaha kapal ikan teri dan sejenisnya perairan Kepulauan Seribu. Dengan kondisi cuaca tidak menentu, dia diharapkan bisa berlayar dua kali dalam sehari untuk mendapatkan hasil yang optimal. Namun, karena adanya ribuan lambung kapal semrawut, maka akses ke permukaan air terbatas.
Dermaga yang semrawut ini mencakup 2.564 kapal nelayan yang berada di dermaga T Pelabuhan Muara Angke. Kondisi seperti ini memang menghambat aktivitas nelayan dalam berlayar dan mendapatkan hasil yang optimal. Hal tersebut, juga membuat pihak pengusaha kapal ikan mengeluh adanya masalah akses ke permukaan air.
Kapten Rama, penjaga dermaga, mengatakan bahwa banyak kapal yang tidak beroperasi namun bersandar di dermaga, sehingga menyulitkan akses berlayar. Menurutnya, lebih dari 300 kapal nelayan nonaktif bertahan selama bertahun-tahun dan merupakan permasalahan utamanya.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penertiban terhadap dermaga yang overload. Namun, sebelum itu, kondisi demarg tetap semrawut dan menghambat aktivitas nelayan.