Israel Serang Gaza, 21 Orang Tewas dalam Sehari
Rabu, 4 Februari 2026, serangan Israel di wilayah Jalur Gaza telah menewaskan ratusan warga Palestina. Menurut sumber medis, serangan tersebut merupakan serangan paling mematikan sejak "gencatan senjata" dimulai pada Oktober 2025 lalu.
Sedikitnya 14 orang tewas akibat serangan artileri Israel di lingkungan Tuffah dan Zeitoun. Empat orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terhadap tenda-tenda yang menampung pengungsi di daerah Qizan Abu Rashwan, selatan Khan Younis.
Serangan tersebut membuat warga Palestina di Gaza "tanpa rasa aman". Menurut Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, serangan tersebut terjadi meskipun ada "gencatan senjata" yang seharusnya diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Israel memperbarui lokasi "garis kuning" di Gaza timur, menyebabkan kecemasan bagi penduduk di sana. Israel telah membunuh lebih dari 520 warga Palestina sejak "gencatan senjata" diberlakukan hampir empat bulan lalu.
Kelompok hak asasi manusia dan penyelidikan PBB menyebut tindakan militer Israel di Gaza sebagai genosida. Palang Merah Palestina mengatakan Israel telah membatalkan koordinasi untuk kelompok ketiga pasien Palestina yang akan meninggalkan Jalur Gaza pada hari Rabu melalui penyeberangan Rafah.
Serangan tersebut menunjukkan bahwa "gencatan senjata" tidak efektif dalam mencegah kekerasan di Gaza. Masyarakat internasional harus mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan ini dan memastikan keamanan bagi warga Palestina di Gaza.
Rabu, 4 Februari 2026, serangan Israel di wilayah Jalur Gaza telah menewaskan ratusan warga Palestina. Menurut sumber medis, serangan tersebut merupakan serangan paling mematikan sejak "gencatan senjata" dimulai pada Oktober 2025 lalu.
Sedikitnya 14 orang tewas akibat serangan artileri Israel di lingkungan Tuffah dan Zeitoun. Empat orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terhadap tenda-tenda yang menampung pengungsi di daerah Qizan Abu Rashwan, selatan Khan Younis.
Serangan tersebut membuat warga Palestina di Gaza "tanpa rasa aman". Menurut Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, serangan tersebut terjadi meskipun ada "gencatan senjata" yang seharusnya diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Israel memperbarui lokasi "garis kuning" di Gaza timur, menyebabkan kecemasan bagi penduduk di sana. Israel telah membunuh lebih dari 520 warga Palestina sejak "gencatan senjata" diberlakukan hampir empat bulan lalu.
Kelompok hak asasi manusia dan penyelidikan PBB menyebut tindakan militer Israel di Gaza sebagai genosida. Palang Merah Palestina mengatakan Israel telah membatalkan koordinasi untuk kelompok ketiga pasien Palestina yang akan meninggalkan Jalur Gaza pada hari Rabu melalui penyeberangan Rafah.
Serangan tersebut menunjukkan bahwa "gencatan senjata" tidak efektif dalam mencegah kekerasan di Gaza. Masyarakat internasional harus mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan ini dan memastikan keamanan bagi warga Palestina di Gaza.