Sepp Blatter, mantan Presiden FIFA yang kontroversial, kembali menawarkan dukungan kepada seruan boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke negara tersebut.
Blatter menilai bahwa situasi sosial dan politik domestik AS sangat penting perlu diperhatikan oleh penggemar sepak bola mancanegara. Ia menyatakan bahwa adanya marjinalisasi terhadap lawan politik serta dugaan penyalahgunaan wewenang oleh otoritas imigrasi dapat mengancam rasa aman para penggemar.
Pada awalnya, seruan boikot Piala Dunia ini ditekukan oleh Mark Pieth, seorang pengacara antikorupsi asal Swiss yang pernah bekerja sama dengan FIFA dalam upaya reformasi organisasi selama masa kepemimpinan Blatter. Pieth menyarankan agar penggemar sepak bola sebaiknya menghindari perjalanan ke AS selama turnamen berlangsung.
Kini, dukungan Blatter terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 ini telah membangkitkan kontroversi. Banyak orang bertanya-tanya apakah Blatter benar-benar mendukung kepentingan para penggemar sepak bola atau hanya mencoba mengejek rivalitasnya dengan sucesarnya, Gianni Infantino.
Sementara itu, pihak FIFA tetap menjaga neutralitas dan tidak memberikan komentar langsung terkait isu ini. Namun, telah menjadi jelas bahwa keamanan jutaan suporter di AS akan menjadi sorotan utama menjelang kick-off Piala Dunia 2026.
Dalam konteks rivalitas Blatter terhadap Infantino, seruan boikot Piala Dunia 2026 ini memang dapat dipandang sebagai usaha untuk menekankan perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut.
Blatter menilai bahwa situasi sosial dan politik domestik AS sangat penting perlu diperhatikan oleh penggemar sepak bola mancanegara. Ia menyatakan bahwa adanya marjinalisasi terhadap lawan politik serta dugaan penyalahgunaan wewenang oleh otoritas imigrasi dapat mengancam rasa aman para penggemar.
Pada awalnya, seruan boikot Piala Dunia ini ditekukan oleh Mark Pieth, seorang pengacara antikorupsi asal Swiss yang pernah bekerja sama dengan FIFA dalam upaya reformasi organisasi selama masa kepemimpinan Blatter. Pieth menyarankan agar penggemar sepak bola sebaiknya menghindari perjalanan ke AS selama turnamen berlangsung.
Kini, dukungan Blatter terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 ini telah membangkitkan kontroversi. Banyak orang bertanya-tanya apakah Blatter benar-benar mendukung kepentingan para penggemar sepak bola atau hanya mencoba mengejek rivalitasnya dengan sucesarnya, Gianni Infantino.
Sementara itu, pihak FIFA tetap menjaga neutralitas dan tidak memberikan komentar langsung terkait isu ini. Namun, telah menjadi jelas bahwa keamanan jutaan suporter di AS akan menjadi sorotan utama menjelang kick-off Piala Dunia 2026.
Dalam konteks rivalitas Blatter terhadap Infantino, seruan boikot Piala Dunia 2026 ini memang dapat dipandang sebagai usaha untuk menekankan perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut.