Tawuran di Jakarta, Sorotan Aparat Polisi: 105 Pelaku Dicokok
==============================================
Aksi tawuran yang melibatkan remaja di Jakarta telah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dalam tempo sepekan terakhir, Polda Metro Jaya telah mengamankan 105 orang yang terlibat dalam bentrokan antar kelompok di sejumlah titik rawan Ibu Kota.
Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya dilaksanakan serentak mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026, dengan fokus utama terletak di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. Penindakan masif ini telah menangkap perhatian masyarakat dan aparat kepolisian.
Dalam keseluruhan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imannudin menyatakan bahwa penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari tingkat Polda hingga Polres jajaran. "Kami telah mengamankan 105 orang, termasuk 14 orang yang diamankan oleh Tim Polda Metro Jaya dan 91 orang lainnya yang diamankan oleh tim yang dibentuk di Polres-Polres," ujar Iman.
Dari ratusan pelaku yang ditangkap, polisi telah mengambil langkah tegas namun berlapis. Sebanyak 55 orang hanya dikenakan pembinaan, sementara 50 pelaku lainnya ditetapkan sebagai tersangka dan diproses hukum. Fakta mengejutkan terungkap, sebagian besar tersangka justru masih berstatus anak di bawah umur.
Selain penegakan hukum, Polda Metro Jaya menegaskan langkah pencegahan tetap menjadi prioritas. Aparat mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pihak sekolah dan tenaga pendidik, untuk ikut berperan aktif menekan aksi tawuran yang melibatkan remaja.
Tentunya, aksi tawuran di Jakarta harus dihentikan segera.
==============================================
Aksi tawuran yang melibatkan remaja di Jakarta telah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dalam tempo sepekan terakhir, Polda Metro Jaya telah mengamankan 105 orang yang terlibat dalam bentrokan antar kelompok di sejumlah titik rawan Ibu Kota.
Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya dilaksanakan serentak mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026, dengan fokus utama terletak di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. Penindakan masif ini telah menangkap perhatian masyarakat dan aparat kepolisian.
Dalam keseluruhan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imannudin menyatakan bahwa penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari tingkat Polda hingga Polres jajaran. "Kami telah mengamankan 105 orang, termasuk 14 orang yang diamankan oleh Tim Polda Metro Jaya dan 91 orang lainnya yang diamankan oleh tim yang dibentuk di Polres-Polres," ujar Iman.
Dari ratusan pelaku yang ditangkap, polisi telah mengambil langkah tegas namun berlapis. Sebanyak 55 orang hanya dikenakan pembinaan, sementara 50 pelaku lainnya ditetapkan sebagai tersangka dan diproses hukum. Fakta mengejutkan terungkap, sebagian besar tersangka justru masih berstatus anak di bawah umur.
Selain penegakan hukum, Polda Metro Jaya menegaskan langkah pencegahan tetap menjadi prioritas. Aparat mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pihak sekolah dan tenaga pendidik, untuk ikut berperan aktif menekan aksi tawuran yang melibatkan remaja.
Tentunya, aksi tawuran di Jakarta harus dihentikan segera.