Ribuan Siswi Sepakbola Putri Tersoroti di Turnamen Seri 2 MLSC 2025-2026
Seri kedua turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 baru saja berakhir, dan hasilnya mengejutkan. Pada tanggal 13-18 Januari lalu, ribuan siswi dari seluruh Indonesia hadir untuk bergabung dalam kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini.
Di Tangerang, SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara Kategori Usia (KU) 10 sementara SDN Kunciran 4 C menjadi kampiun KU 12. Sedangkan di Semarang, gelar juara diraih SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12).
Turnamen yang menarik perhatian banyak siswi ini telah meningkatkan jumlah peserta dibandingkan seri sebelumnya. Peningkatan ini terlihat jelas jika dibandingkan Seri 1, di mana jumlah peserta mencapai 1.302 siswi pada Tangerang dan 1.213 peserta pada Semarang.
Selain itu, Head Coach MLSC, Jacksen F Tiago, menegaskan pentingnya turnamen KU 8, KU 10, dan KU 12 sebagai fondasi pembinaan pesepakbola putri Indonesia. Ia menyebutkan bahwa ini akan menjadi jalur awal menuju pesepakbola profesional dan timnas Indonesia.
Pada partai final KU 10 Tangerang, SDN Pinang 3 C menaklukkan British School Jakarta dengan skor 2-1 di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek. Nitya Safira Jaya, pemain tim ini, menjadi pemenang turnamen dengan mencetak dua gol kemenangan melalui penalti dan tembakan jarak jauh.
Ribuan siswi yang hadir untuk bergabung dalam kompetisi ini telah menunjukkan semangat dan rasa bersemangat dalam menjinjau dunia sepakbola putri.
Seri kedua turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 baru saja berakhir, dan hasilnya mengejutkan. Pada tanggal 13-18 Januari lalu, ribuan siswi dari seluruh Indonesia hadir untuk bergabung dalam kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini.
Di Tangerang, SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara Kategori Usia (KU) 10 sementara SDN Kunciran 4 C menjadi kampiun KU 12. Sedangkan di Semarang, gelar juara diraih SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12).
Turnamen yang menarik perhatian banyak siswi ini telah meningkatkan jumlah peserta dibandingkan seri sebelumnya. Peningkatan ini terlihat jelas jika dibandingkan Seri 1, di mana jumlah peserta mencapai 1.302 siswi pada Tangerang dan 1.213 peserta pada Semarang.
Selain itu, Head Coach MLSC, Jacksen F Tiago, menegaskan pentingnya turnamen KU 8, KU 10, dan KU 12 sebagai fondasi pembinaan pesepakbola putri Indonesia. Ia menyebutkan bahwa ini akan menjadi jalur awal menuju pesepakbola profesional dan timnas Indonesia.
Pada partai final KU 10 Tangerang, SDN Pinang 3 C menaklukkan British School Jakarta dengan skor 2-1 di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek. Nitya Safira Jaya, pemain tim ini, menjadi pemenang turnamen dengan mencetak dua gol kemenangan melalui penalti dan tembakan jarak jauh.
Ribuan siswi yang hadir untuk bergabung dalam kompetisi ini telah menunjukkan semangat dan rasa bersemangat dalam menjinjau dunia sepakbola putri.