Sempat Terseret Isu Bencana, PLTA Batang Toru Ditarget Jalan Tahun Ini

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan jadwal Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru pada Oktober 2026, bukan akhir 2025 seperti yang direncanakan sebelumnya. Jadwal ini diturunkan setelah inspeksi udara dan darat di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru dan Garoga oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Hanif menghentikan operasional tiga perusahaan, yaitu PT Agincourt Resources, PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), dan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) pengembang PLTA Batang Toru. Hal ini dilakukan karena ketiga perusahaan tersebut dianggap memiliki kontribusi pada meningkatnya risiko banjir dan longsor di hulu DAS yang berpotensi mengancam masyarakat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa jadwal COD PLTA Batang Toru telah ditunda sedikit, tetapi masih diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2026. Eniya menjelaskan bahwa ada penyesuaian dari rencana awal karena beberapa alasan yang tidak disebutkan.

Menteri Hanif memerintahkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan usaha di kawasan tersebut, terutama dengan curah hujan ekstrem yang mencapai lebih dari 300 mm per hari. Ia juga menjanjikan bahwa pemulihan lingkungan akan dilihat sebagai satu kesatuan lanskap dan akan menghitung kerusakan, menilai aspek hukum, dan tidak menutup kemungkinan adanya proses pidana jika ditemukan pelanggaran yang memperparah bencana.
 
Hmm, jadwal COD PLTA Batang Toru kembali ditunda lagi 🤦‍♂️. Makin seru, kan? Saya pikir perlu diawasi lebih ketat agar tidak ada kecelakaan yang parah. Ketiga perusahaan itu harus benar-benar memperhatikan dampak lingkungan, kayaknya. Tapi, saya masih rasa perlu ada langkah-langkah tambahan untuk mencegah risiko banjir dan longsor itu, apalagi dengan curah hujan ekstrem yang banyak.
 
Wah, kabar gembira sekali! COD PLTA Batang Toru ditunda lagi 🤔. Mungkin karena pemerintah mau lebih berhati-hati dengan keberadaan perusahaan di hulu DAS itu. Kalau sebelumnya nanti banjir dan longsor itu akan menumpuk, kini nanti kita punya waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan diri. Tapi siapa tahu, COD 2026 masih bisa jadi terlambat lagi 😅. Kita harus sabar dan harap-harap, kalau tidak selesai pada waktunya nanti keberuntungannya akan lebih besar.
 
gak ngerti apa artinya kalau ada perubahan COD lagi... apalagi kalau kita sudah nunggu lama dari awal... saya bayangkan jadwal 2026 ini masih bisa berubah lagi, gak ada daya di sini... dan kalau PLTA Batang Toru ternyata memperparah banjir atau longsor, apa yang harus dilakukan? hanya menunggu saja sampai bencana terjadi? saya rasa ini perlu dibahas lebih teliti...
 
gampiran ini kayak biasa kayaknya... pemerintah selalu belajar dari kesalahan-kesalahan lama dan cari solusi baru. tapi kalo lihat jadwal COD PLTA Batang Toru dipindahkan, itu artinya mereka benar-benar berhenti berpikir panjang lebar dan fokus pada apa yang sebenarnya penting: keselamatan masyarakat dan lingkungan. tidak ada waktu yang tepat untuk memulai proyek, tapi yang penting adalah kita bisa mulai dari sekarang dan tidak menunggu hingga terlambat. ini juga kayak kata saya sebelumnya: kecepatan bukanlah segalanya, kita harus benar-benar memikirkan dampak keputusan kita terlebih dahulu 🤔
 
sudah jelas kalau gampang banget nanti ada banjir di batang toru sih 😅. tapi secara serius, nanti kita harus ingat bagaimana impact dari proyek PLTA itu apa aja? mungkin ada yang terluka, mungkin ada yang mendapat manfaat. pentingnya kita harus berhati-hati dan memperhitungkan semua faktor sebelum membuat keputusan seperti ini 🤔. mungkin perlu ada diskusi lebih lanjut tentang bagaimana proyek ini bisa diatur agar tidak memicu risiko banjir dan longsor lagi di masa depan 💡.
 
kembali
Top