Kota Semarang Berusaha Meningkatkan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Pengelolaan sampah di ibu kota Jawa Tengah terus menjadi permasalahan yang serius. Menurut data profil pengelolaan limbah perkotaan, jumlah timbulan sampah di Semarang mencapai angka yang luar biasa, yaitu lebih dari 1.200 ton setiap harinya. Namun, hanya sebagian kecil dari jumlah tersebut yang telah dikelola dengan baik menggunakan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Sisa sampah yang tidak terkelola dengan baik seringkali berakhir di saluran air dan sungai, yang kemudian menjadi biang kerok terjadinya genangan air dan banjir. Hal ini memanggil perhatian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang sistematis dan terintegrasi.
Pemerintah daerah Semarang telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dengan program pendampingan intensif dan sosialisasi, mereka berharap dapat memotivasi warga untuk termasuk dalam program ini. "Program ini harus menjadi inspirasi lintas kelurahan, karena kota bersih dimulai dari rumah kita sendiri," kata Agustina.
Kesadaran kolektif dan partisipasi aktif masyarakat dari rumah tangga adalah kunci utama keberhasilan manajemen sampah kota. Dengan demikian, Semarang dapat mencapai tujuan pengelolaan sampah yang baik dan menjaga kebersihan kota sekaligus melindungi lingkungan hidup.
Pengelolaan sampah di ibu kota Jawa Tengah terus menjadi permasalahan yang serius. Menurut data profil pengelolaan limbah perkotaan, jumlah timbulan sampah di Semarang mencapai angka yang luar biasa, yaitu lebih dari 1.200 ton setiap harinya. Namun, hanya sebagian kecil dari jumlah tersebut yang telah dikelola dengan baik menggunakan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Sisa sampah yang tidak terkelola dengan baik seringkali berakhir di saluran air dan sungai, yang kemudian menjadi biang kerok terjadinya genangan air dan banjir. Hal ini memanggil perhatian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang sistematis dan terintegrasi.
Pemerintah daerah Semarang telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dengan program pendampingan intensif dan sosialisasi, mereka berharap dapat memotivasi warga untuk termasuk dalam program ini. "Program ini harus menjadi inspirasi lintas kelurahan, karena kota bersih dimulai dari rumah kita sendiri," kata Agustina.
Kesadaran kolektif dan partisipasi aktif masyarakat dari rumah tangga adalah kunci utama keberhasilan manajemen sampah kota. Dengan demikian, Semarang dapat mencapai tujuan pengelolaan sampah yang baik dan menjaga kebersihan kota sekaligus melindungi lingkungan hidup.