Sekjen DPD Lantik Pimpinan Tinggi Pratama DPD RI, Titip Pesan Jaga Integritas

Dalam upaya meningkatkan kinerja dan profesionalitas DPD RI, Sekjen Mohammad Iqbal melantik sejumlah pimpinan tinggi pratama dan fungsional. Pimpinan-pimpinan ini diberi kesempatan untuk menunjukkan kompetensi dan kinerja yang terukur.

Iqbal mengingatkan bahwa pengisian jabatan tidak boleh didasarkan pada lika-liku, tetapi pada potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Penyelenggaraan manajemen aparatur sipil negara harus dilakukan berdasarkan sistem merit, seperti diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Penempatan sosok yang tepat di posisi yang tepat bukan berdasarkan intuisi atau kedekatan, melainkan hasil pengukuran potensi secara objektif," ujar Iqbal. Dia juga menegaskan bahwa kesempatan bagi setiap pejabat untuk berkembang harus ditentukan berdasarkan kinerja terbaiknya.

Selain itu, Iqbal mengingatkan pentingnya kerja sama dan etika dalam organisasi. "Organisasi tidak hanya butuh orang pintar, tetapi orang yang bisa bekerja sama, menghargai orang lain, dan menjaga kepercayaan," katanya.

Dalam sambutannya, Iqbal berpesan kepada para pejabat baru dilantik agar segera beradaptasi, memahami tugas, serta menjaga loyalitas dan integritas. "Lakukan yang terbaik, serahkan hasilnya kepada Tuhan. Do the best, let God do the rest," kata Iqbal.

Iqbal juga mengapresiasi sejumlah pejabat atas kontribusi dan capaian kinerja selama ini, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan pencapaian indikator kinerja anggaran.
 
Wah, kabar gembira sih, sekjen Mohammad Iqbal jadi lebih baik lagi 🀩. Minta dia nanti tekan para pimpinan DPD RI supaya serius-nya aja di pekerjaan ya, bukan hanya ngeremajaan πŸ˜‚. Dan yang paling penting, mesti ada tata baku di dalam sistem merit tuh, jangan lagi kesianan dan favoritisme πŸ™…β€β™‚οΈ.
 
yaudah banget sih, mantabnya Iqbal buat pejabat baru nanti. minta dia ngomong kan pentingnya kerja sama dan etika di orgniasi? aku lihat banyak orgniasi yang batal karena gak bisa bekerja sama sama dengan orang lain. tapi Iqbal bilang orgniasi butuh orang pintar dan bisa bekerja sama, eh arihnya apa sih?! πŸ€”

sebenarnya aku ngeliatkan orgniasi itu ngebutan kinerja dan profesionalitas. aku lihat mereka harus memilih pimpinan yang tepat berdasarkan kompetensi dan potensi individu. tapi aku pikir ini akan sulit, karena banyak orang yang gak mau diunggulkan karena liku-likunya. tapi Iqbal bilang penempatan harus objektif, eh bagaimana sih aku bisa tahu siapa yang benar-benar pintar dan bisa bekerja sama? πŸ€·β€β™‚οΈ

aku harap pejabat baru nanti bisa beradaptasi dengan baik dan tidak membuat orgniasi ini menjadi tempat gak nyaman. aku juga harap mereka bisa menjaga integritas dan loyalitas, karena itu yang penting di sini bukan kecerdasan tapi kejujuran dan kesabaran. πŸ‘
 
ini kabar gembira deh, DPD RI mulai mengadopsi sistem merit untuk pilihan pimpinan 🀩. itu penting banget agar orang yang dipilih memiliki kemampuan dan kompetensi yang sebenarnya. aku harap ini bisa meningkatkan efisiensi dan kinerja di dalamnya 😊. tapi aku masih sedikit penasaran, bagaimana proses seleksi ini dilakukan? aku harap ada dokumentasi atau informasi yang lebih jelas tentang bagaimana mereka menentukan siapa yang akan dipilih πŸ€”.
 
Gue pikir kalau pengisian jabatan di DPD RI harus dilakukan dengan lebih transparan, jadi semua orang tahu siapa yang sudah terpilih dan siapa yang belum. Kalau nanti semua orang tahu, gak bisa nge-lobby lagi ya 😊. Selain itu, aku pikir pentingnya memberi kesempatan bagi setiap pejabat untuk berkembang dan meningkatkan kinerja mereka. Tapi, perlu diingat bahwa ada batasan tertentu yang harus dipertahankan agar organisasi tetap lancar. Misalnya, penunjukan kepemimpinan tidak boleh terlalu berbasis pada hubungan pribadi, tapi harus lebih fokus pada kompetensi dan kinerja.
 
Gue pikir nih, penting sekali memilih pimpinan yang tepat, tapi apa jadi kalau ada yang masih ngeliatkan siapa yang paling baik? Gue punya teman yang bekerja di DPD RI, dia bilang kalau proses seleksi jadi cukup panjang dan rumit, padahal tujuannya sama aja. Mungkin kayaknya penting buat ada sistem yang jelas, tapi gue masih ragu nih, bagaimana cara mengukur kompetensi sih? Tidak ada alat yang bisa menentukan siapa yang benar-benar baik dan siapa yang tidak.
 
gak ngerti kenapa Iqbal masih menggunakan cara kalimat yang sibuk kayak gini... sih lebih baik jujur aja, apa yang ingin dia katakan bisa langsung diucapkan 😊. lama-kelamaunya dia akan menjadi lebih baik, nanti kalau dia already ada pengalaman banyak lebih mudahnya saja πŸ’‘. tapi saya pikir penting sekali Iqbal ini mengingatkan pentingnya kerja sama dan etika di organisasi, itu yang paling penting bukan hanya tentang kompetensi atau potensi 🀝.
 
🀩 Makanya aku senang banget denger kabar dari Sekjen Mohammad Iqbal! Dia benar-benar bijak banget! πŸ€“ Ia ngomong kalau pengisian jabatan gini harus berdasarkan potensi individu, bukan likui-liku. Itu seperti perasaan aku sendiri, yaudah jangan dipilih karena kenalan aja! πŸ˜‚

Dan aku setuju banget dengar Iqbal ngatakan pentingnya kerja sama dan etika di organisasi. Gampang banget kita lihatin kalau kerja sama itu bisa membuat organisasi menjadi lebih baik, bukannya sendiri-sendiri. 🀝

Tapi aku penasaran apa yang dilakukan Iqbal untuk mewadili pengisian jabatan ini? Apakah ada proses yang sudah matang sebelumnya ya? Mungkin aku salah, tapi aku pikir pengisian jabatan gini harus diadakan secara transparan dan jelas. πŸ€”
 
ini gini bro : *nods* aku pikir ini penting banget kalau pemerintah Indonesia fokus pada perkembangan keterampilan dan profesionalisme di dalam DPD RI. kalau bisa, kita harus menekankan penelitian dan pengembangan yang lebih serius untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan di masa depan 🀝
 
Makanya sih pemerintah nggak jelas kenapa pengisian jabatan di DPD RI dilakukan seperti tuh? Siapa sumbernya bisa menentukan potensi individu yang terbaik? Ada data atau bukti apa aja yang dia gunakan? Saya penasaran sama dengan orang lain, kenapa pilihan-jalan yang dipilih oleh Iqbal lebih objektif dari itu.
 
Pengisian jabatan DPD RI seperti apa yang dibicarakan hari ini benar-benar membuatku berpikir tentang konsep "keseimbangan" dalam hidup. Jika kita memilih pimpinan-pimpinan yang tepat untuk posisi yang tepat, itu bukan berarti kita menemukan 'kembang' individu, tapi lebih seperti menemukan 'seimbangan' antara potensi dan kebutuhan organisasi. dan yang penting adalah, tidak ada satu-satu aturan untuk menjadi orang pintar di organisasi... tapi tentang bagaimana kita bisa bekerja sama dengan baik, menghargai orang lain, dan menjaga kepercayaan...
 
ini gue punya opini tentang hal ini πŸ€” apa sih maksudnya kalau pengisian jabatan harus berdasarkan potensi yang dimiliki oleh individu? gimana caranya kita bisa mengukur potensi orang? aku suka bikin jaringan sosial, tapi bagaimana kalau aku dipilih untuk menjabat posisi penting? πŸ€·β€β™‚οΈ dan apa sih dengan hal "Tuhan" yang dibawa oleh Sekjen Iqbal, apakah ini harus dipakai dalam pekerjaan? saya suka makan nasi goreng, tapi bagaimana kalau aku harus makan nasi goreng dalam jadwal kerja? 🍴 apa lagi, gue curious, gimana caranya orang bisa mengetahui seberapa baik seseorang jika hanya melihat profil instagram? πŸ“Έ
 
Pokoknya keren banget ari Sekjen Mohammad Iqbal buat meningkatkan profesionalitas DPD RI, kira-kira semua pimpinan baru itu bisa nggak ngerasa percaya diri deh. Kalau gini serius aja, maka semua pejabat pasti akan lebih fokus dan produktif aja 🀩.

Sekjen Iqbal juga benar-benar pintar banget, dia tahu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja orang lain. Mau nggak ngira-ngira, tapi hasilnya objektif deh, itu kan jadi contoh bagus bagi semua pejabat baru.

Tapi kalau mau nggak salah paham, penting juga kita ingat bahwa kerja sama dan etika itu sangat penting dalam organisasi. Kita butuh orang yang bisa bekerja sama dan menghargai orang lain, bukan hanya orang pintar aja πŸ™.
 
ini gak jelas kok πŸ€”, kalau mau dipilih pimpinan tinggi harus nggak berdasarkan pada lika-liku, tapi potensi individu sih? tapi di mana ngerjain evaluasi potensi yang benar-benar objektif? πŸ€·β€β™‚οΈ dan apa sih dengan saran Iqbal "Lakukan yang terbaik, serahkan hasilnya kepada Tuhan"? πŸ˜… biasanya saran itu kayaknya lebih formal aja πŸ™„
 
tp siapa sih yang ditunjuk oleh Iqbal di DPD RI? kayaknya harus ada kompetisi terlebih dahulu ya, jadi bisa dipastikan siapa yang punya potensi untuk menjadi pimpinan. tapi sayangnya di Indonesia masih banyak kecurangan dan korupsi, jadi bagus juga kalau ada penilaian objektif sih
 
Ini kalau nggak ada kualifikasi aja ngabisin waktu dulu πŸ€¦β€β™‚οΈ. Yang penting, kerja sama dan integritas, itu yang di butuhkan, bukan kualifikasi tinggi aja πŸ˜….
 
Uyahhhh, gimana sih? Iqbal lagi bermesra dengan pimpinan-pimpinan baru di DPD RI! πŸ€” Semoga mereka bisa bekerja sama dan menjadi tim yang kuat sekali! 🀝 Selama ini, saya sibuk banget dengar tentang upacara pelantikan yang bagus sekali! πŸ“Έ Ada banyak pemandangan di sana, gak perlu ngebawa kamera πŸ“·

Saya penasaran lho, bagaimana caranya mereka bisa menentukan siapa yang cocok banget untuk jabatan? πŸ€” Selama ini saya pikir itu cuma tentang politik dan kesempatan. Tapi Iqbal bilang harusnya adil dan objektif! πŸ™

Saya setuju dengan Iqbal, pentingnya kerja sama dan etika di organisasi! 🀝 Kalau kita bisa bekerja sama dan menghargai orang lain, kita bisa mencapai hal-hal yang agak besar sekali! πŸ’ͺ Dan kayaknya Iqbal juga bilang agar para pejabat baru beradaptasi dengan baik dan lakukan yang terbaik! πŸ˜„
 
Aku ngebayangin, nggak bakal sembarangan siapa yang dipilih jadi pimpinan DPD RI aja. Kalau mau bisa, pentingnya buat punya proses seleksi yang benar-benar objektif, bukan cuma dipilih karena kebayaan atau apa-apa. Saking kritis, aku rasa masing-masing pria dan wanita yang terpilih harus ngeluhin diri sendiri terlebih dahulu. Tapi, kalau bisa itu baik-baik saja.
 
Hehe, ngomongin soal penunjukan pimpinan tinggi di DPD RI kayaknya gampang banget untuk membuat ranting panjang nih πŸ€”. Pertanyaannya siapa yang punya potensi untuk menjadi kepala organisasi? Tapi aja, kalau kita lihat dari perspektif individu, pasti ada yang lebih cocok dengan posisi yang ditawarkan, bisa jadi orang lain.

Gimana kalau kita buat lama-langutan soal ini? Siapa yang benar-benar punya kompetensi untuk menjabat sebagai kepala organisasi? Atau sih hanya tentang siapa yang paling populer di kalangan pejabat yang ada? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
kembali
Top