Sejumlah Catatan terhadap Satu Tahun Prgoram MBG

Satu tahun program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 6 Januari 2023, nanti akan mencapai target 82,9 persen penerima manfaat dan tercatat ada 19.188 satuan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) yang teraktif saat ini. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan bahwa SPPG harus beroperasi secara maksimal untuk meningkatkan tingkat kehadiran dan gairah murid-murid sekolah.

Namun, perlu diingat bahwa proyek MBG masih menghadapi keterlambatan dana BOS (Bulan Pencahayaan) dan gaji guru yang menyebabkan banyak guru terjajah. Meskipun demikian, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa kebijakan anggaran merupakan kewenangan Presiden.

Keberhasilan proyek MBG jangka panjang akan berdampak positif terhadap kualitas para murid di sekolah. Namun, sekarang ini masih banyak persoalan yang belum terpecahkan seperti penilaian objektif dan proses pengadaan barang dan jasa yang tidak terbuka.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai bahwa ada potensi koruptif dalam kebijakan akreditasi atau grading SPPG. Koordinator Bidang Advokasi ICW, Egi Primayogha mengatakan bahwa penunjukan asesor dalam kebijakan ini patut dipertanyakan.

Dalam satu tahun berjalannya proyek MBG, program ini juga menggerus anggaran kesehatan yang mencapai Rp 335 triliun. Anggota MBG Watch, Galau D. Muhammad menilai penambahan anggaran untuk MBG dilakukan serampangan dan ada nilai potensi manfaat yang hilang.
 
Makanya program ini masih banyak masalah, kan? Pertama-tama kebijakan anggaran Presiden Joko Widodo jelas-jelas tidak pas, sekarang ada keterlambatan dana dan gaji guru masih belum dipenuhi, ayo buat strategi lain ya. Saya rasa program ini perlu diubah agar lebih transparan dan tidak ada potensi korupsi lagi. Kalau tidak, proyek MBG justru jadi sumber masalah, kan?
 
Aku pikir program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu masih jalan panjang dari sini. Aku lihat 82,9 persen penerima manfaat itu ternyata masih belum mencapai target. Kalau ingin meningkatkan gairah murid-murid sekolah, apa yang mereka lakukan? Nah, aku rasa ada kesepakatan antara pengelola program dan guru-guru yang harusnya jadi permasalahan kecil-kecilan tapi masih banyak yang terjajah. Kita lihat, kalau tidak ada solusi yang tepat, akan tetap ada masalah di masa depan nanti.

Aku juga pikir keterlambatan dana BOS dan gaji guru itu ternyata masih membuat banyak efek negatif. Aku ingat saat aku kecil, orang tua aku harus berjuang untuk biaya sekolah. Sekarang kita harus memberi biaya kepada anak-anak-anak di sekolah juga? Itu bikin aku sedih.

Saya rasa program MBG itu masih perlu revisi untuk menjadi lebih efektif. Mau tidak mau, ada potensi koruptif yang perlu dipertanyakan. Aku tidak ingin program ini hanya menghasilkan biaya besar saja, tapi tidak bisa memberikan manfaat nyata bagi anak-anak di sekolah.
 
🤔 gimana kalau nggak ada jaminan bahwa dana itu benar-benar digunakan untuk kegiatan sebenarnya? misalnya ada kecurangan atau kesalahan administrasi yang bikin program MBG tidak beres? 🤑
saya rasa kalau ingin meningkatkan kualitas murid sekolah, kita harus lebih teliti dulu cara kerjanya program MBG itu sendiri. kan kalau tidak benar-benar aman dan transparan, maka apa yang diharapkan lagi dari program ini? 🤷‍♂️
sekarang ini ada banyak orang yang bilang bahwa proyek MBG masih dalam tahap awal dan belum cukup menguntungkan bagi masyarakat. tapi jangan sampai kita malu untuk mengkritik hal ini karena diharapkan agar dapat meningkatkan kualitas program itu sendiri 💪
saya rasa perlu ada audit yang lebih serius dari ICW tentang potensi koruptif dalam kebijakan akreditasi SPPG. kalau tidak, maka program ini akan selalu mengalami penundaan dan tidak bisa meneruskan harapan bagi murid-murid sekolah 🕰️
gimana kalau kita buat program yang lebih transparan dan terbuka? misalnya ada pengawasan yang ketat agar dana itu benar-benar digunakan untuk kegiatan sebenarnya. kan itu akan membuat semua orang percaya dan yakin bahwa program ini benar-benar membantu meningkatkan kualitas murid sekolah 📝
 
Maksudnya, program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar membantu banyak sekolah di Indonesia, tapi siapa tahu apa nanti masih ada masalah dengan dana? Saya pikir lebih baik kita fokus pada bagaimana membuat sistem yang baik agar semua guru dan murid bisa mendapatkan manfaat dari program ini, bukan hanya menambah biaya lagi. Dan kalau ada kerugian, jangan membiarkan itu menjadi korupsi ya...
 
aku punya pendapat kalau program ini perlu diiringi dengan efisiensi pelaksanaannya, jadi jangan sekalian birokrasi yang berlebihan. apa salahnya jika ada bantuan dari komunitas lokal bukan biarai perangkat pemerintah? tapi masih banyak yang belum jelas, seperti bagaimana penilaian objektif itu sebenarnya?

atau kalau gak salah aku tahu ada beberapa satuan SPPG yang sudah tidak aktif lagi, apa itu artinya? kalau nggak bisa diaktifkan, mungkin ada hal lain yang perlu dipikirkan.
 
🤔 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu benar-benar membantu banyak sekolah di Indonesia, tapi masih ada beberapa masalah yang perlu dipecahkan 🙅‍♂️. Kalau bisa, saya harap pemerintah bisa meningkatkan kualitas asesor dalam kebijakan akreditasi SPPG, sehingga gurunya tidak terjajah lagi 😠. Dan kalau bisa, juga harap penilaian objektif bisa lebih matang, jadi kita bisa menilai hasil MBG dengan lebih tepat 📊. Saya senang sekali melihat keberhasilan proyek ini, tapi masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki 💪.

Oh iya, saya juga penasaran kenapa pengadaan barang dan jasa untuk program ini tidak terbuka? Mau tahu jawabannya dari mana? 🤔. Dan kalau ada potensi koruptif dalam kebijakan akreditasi SPPG, itu benar-benar membuat saya khawatir 😟. Perlu dipertimbangkan dengan lebih baik agar program ini bisa jadi yang terbaik 💯.

Saya setuju dengan Galau D. Muhammad, penambahan anggaran untuk MBG dilakukan serampangan dan ada nilai potensi manfaat yang hilang 📉. Kalau mau benar-benar membantu kesehatan anak-anak Indonesia, pemerintah harus lebih matang dalam pengelolaan anggaran ini 💸.

Saya harap keberhasilan proyek MBG ini bisa jadi inspirasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia 🌟.
 
kembali
Top