Dalam upaya meningkatkan kesehatan jemaah haji Indonesia, Saudi Arabia akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak di bandara kedatangan. Hal ini dilakukan sebagai respons atas evaluasi pemerintah Saudi terhadap tingginya angka kematian jemaah haji asal Indonesia pada musim haji sebelumnya.
Menurut Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, pihak Arab Saudi akan melakukan pemeriksaan secara acak di bandara kedatangan untuk memastikan bahwa jemaah haji Indonesia memiliki kesehatan yang memadai. Jika dalam pemeriksaan ditemukan kekurangan kesehatan, maka jemaah tersebut akan dipulangkan.
"Salah satu yang disampaikan oleh Kementerian Haji Saudi adalah bahwa pihak Saudi akan melakukan pemeriksaan secara acak di bandara kedatangan jemaah kita," kata Gus Irfan dalam acara media briefing. "Jika dalam pemeriksaan ditemukan kekurangan kesehatan, maka jemaah tersebut akan dipulangkan."
Pengetatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesehatan jemaah haji Indonesia dan mencegah terjadinya kematian selama musim haji. Menurut Gus Irfan, pemerintah Saudi telah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia menyumbang separuh dari kematian seluruh jemaah haji dunia.
"Dan saya tidak ingin ini terjadi seperti ini. Daripada sampai di Saudi dipulangkan lebih baik jangan berangkat," kata Gus Irfan.
Menurut Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, pihak Arab Saudi akan melakukan pemeriksaan secara acak di bandara kedatangan untuk memastikan bahwa jemaah haji Indonesia memiliki kesehatan yang memadai. Jika dalam pemeriksaan ditemukan kekurangan kesehatan, maka jemaah tersebut akan dipulangkan.
"Salah satu yang disampaikan oleh Kementerian Haji Saudi adalah bahwa pihak Saudi akan melakukan pemeriksaan secara acak di bandara kedatangan jemaah kita," kata Gus Irfan dalam acara media briefing. "Jika dalam pemeriksaan ditemukan kekurangan kesehatan, maka jemaah tersebut akan dipulangkan."
Pengetatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesehatan jemaah haji Indonesia dan mencegah terjadinya kematian selama musim haji. Menurut Gus Irfan, pemerintah Saudi telah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia menyumbang separuh dari kematian seluruh jemaah haji dunia.
"Dan saya tidak ingin ini terjadi seperti ini. Daripada sampai di Saudi dipulangkan lebih baik jangan berangkat," kata Gus Irfan.