Buku Harian Presiden Soal Kedua Tahun Kabinet, Prabowo Soroti 15 Kejadian MBG di Desember 2025.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengakui masih terdapat 15 kejadian buruk terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desember 2025. Kedua hal ini diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat memberikan keterangan pers dalam Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan BGN untuk lebih disiplin dalam menjalankan prosedur program MBG. Dengan disiplin prosedur yang dilakukan, Presiden berharap tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan menimpa MBG.
Beliau menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan, karena menurut catatan dari Kepala BGN, di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Terlepas dari itu, menurut Pras, Prabowo cukup bangga dengan realisasi MBG. Sampai saat ini sudah berhasil menyasar 55 juta penerima manfaat. Selain itu, ada kurang lebih 19.000 SPPG yang sudah terbangun.
Target di tahun 2026 harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat, tutur Prasetyo. Di sisi lain, Pras menegaskan tidak ada kendala anggaran untuk program MBG.
Untuk 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam APBN sebesar Rp335 triliun. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga dengan pelaksanaan MBG yang berhasil mengungguli program serupa yang dilaksanakan Brasil.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengakui masih terdapat 15 kejadian buruk terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desember 2025. Kedua hal ini diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat memberikan keterangan pers dalam Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan BGN untuk lebih disiplin dalam menjalankan prosedur program MBG. Dengan disiplin prosedur yang dilakukan, Presiden berharap tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan menimpa MBG.
Beliau menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan, karena menurut catatan dari Kepala BGN, di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Terlepas dari itu, menurut Pras, Prabowo cukup bangga dengan realisasi MBG. Sampai saat ini sudah berhasil menyasar 55 juta penerima manfaat. Selain itu, ada kurang lebih 19.000 SPPG yang sudah terbangun.
Target di tahun 2026 harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat, tutur Prasetyo. Di sisi lain, Pras menegaskan tidak ada kendala anggaran untuk program MBG.
Untuk 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam APBN sebesar Rp335 triliun. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga dengan pelaksanaan MBG yang berhasil mengungguli program serupa yang dilaksanakan Brasil.