Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengakui masih terjadi 15 kejadian buruk terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desember 2025. Presiden Prabowo Subianto meminta agar BGN lebih disiplin dalam menjalankan prosedur program MBG untuk mencegah terjadinya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo memerintahkan BGN untuk meningkatkan disiplin prosedur program MBG. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan menimpa MBG.
Saat ini, program MBG telah berhasil menyasar 55 juta penerima manfaat dan memiliki lebih dari 19.000 SPPG (Satuan Pelayanan Pangan Gratis) yang sudah terbangun. Target untuk tahun 2026 adalah sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat.
Namun, Meski begitu, tidak ada kendala anggaran untuk program MBG. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam APBN sebesar Rp335 triliun untuk program MBG di tahun 2026.
Presiden Prabowo juga mengakui masih ada kekurangan dalam tiap usaha yang dilakukan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus betul-betul nol kesalahan dan harapkan "zero defect" dalam program MBG.
Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo memerintahkan BGN untuk meningkatkan disiplin prosedur program MBG. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan menimpa MBG.
Saat ini, program MBG telah berhasil menyasar 55 juta penerima manfaat dan memiliki lebih dari 19.000 SPPG (Satuan Pelayanan Pangan Gratis) yang sudah terbangun. Target untuk tahun 2026 adalah sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat.
Namun, Meski begitu, tidak ada kendala anggaran untuk program MBG. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam APBN sebesar Rp335 triliun untuk program MBG di tahun 2026.
Presiden Prabowo juga mengakui masih ada kekurangan dalam tiap usaha yang dilakukan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus betul-betul nol kesalahan dan harapkan "zero defect" dalam program MBG.