Sartini Kini Bisa Cuci Darah Lagi Usai BPJS PBI Aktif Kembali

Mengulang kembali kepesertaan BPJS PBI pasien cuci darah Sartini tanpa notifikasi resmi, mengejutkan anaknya Cece. Sempat diaktifkan lagi setelah dirasakan tidak berlaku. Kebocoran ginjal pun menjadi alasannya.
 
Gue rasa pasien cuci darah itu sengaja jadi contoh bagaimana BPJS PBI bisa berjalan. Siapa sih yang mau tunggu dulu pasien harus diaktifkan kembali lagi? Gue bayangkan jika gue sakit dan harus menunggu notifikasi resmi dari BPJS, aku pasti mati ya😂. Tapi serius, apa keburukan kalau pasien tidak diinformasikan tentang statusnya? Aku rasa ini salah paham, bukan? Bayangkan kalau gue jadi pekerja kantor dan harus menunggu surat untuk diterimanya. Aku kayak ngeliat aja 😒.
 
"Aku pikir kehidupan ini terlalu sederhana, kita hanya butuh beberapa hal penting untuk selamat, yaitu uang, rumah, dan cinta 🏠💸😊."

Memang bocor, tapi masih bisa dipadukan dengan yang lain. Jika bukan ada notifikasi resmi, mungkin harus terus diaktifin aja.
 
Wahhh, ini kayakanya kesehatan kita pas paling butuh notifikasi ya? Mereka bisa jadi menggantikan BPJS PBI dengan BPJS Kesehatan, tapi siapa tau ada kelebihan dari BPJS PBI aja... 🤔. Saya rasa ini harus dibicarakan oleh semua orang tua pasien cuci darah, kita harus berhati-hati dan teliti dalam mengelola kesehatan kita bukan? 🤕. Kebocoran ginjal itu gampang banget jadi penyebab, tapi mungkin ada cara lain untuk mencegahnya juga... #KesehatanKitaPenting #BPJSPBI #CuciDarah
 
Saya pikir ini salah cara di Indonesia, banget kayaknya kebocoran informasi ini. Pasien cuci darah itu seharusnya diberitahu oleh BPJS sendiri, siapa yang jadi pasien, kapan dia harus membayar. Mereka harus lebih hati-hati dengan data pasien, kalau tidak lagi kita akan ada kebocoran seperti ini. Dan apa kabar pasien cuci darah itu? Saya harap sekarang sudah merasa lebih baik 🤞
 
Waaaahhh... ini kabar nggak enak banget! Pasien cuci darah Sartini dipanggil BPJS PBI tanpa notifikasi resmi, kayak gini... Siapa bilang ke boleh pasien diaktifkan lagi kalau rasanya tidak berlaku? Apakah kudu ada notifikasi tertulis atau apa? Dan, apa sih itu kebocoran ginjal yang bikin pasien dipanggil lagi? Itu kayak nggak stabil deh... Saya rasa pasien cuci darah membutuhkan perawatan yang lebih hati-hati. Kudu ada protokol yang lebih ketat di BPJS PBI kalau pasien dipanggil.
 
Gue pikir ini kasus yang cukup penting buat dibahas, karena gak cuma pasien cuci darah aja yang terkena masalah, tapi juga BPJS PBI yang jadi pihak yang mengelola asuransi seseorang. Gue senang lihat kalau kejadian ini akan diikuti oleh ombudsman dan berapa lama prosesnya. Kalau punya masalah sama BPJS, gue ingin bisa mendapatkan jawaban dan solusinya dengan cepat aja. Aku rasa ini kasus yang dapat dipelajari buat meningkatkan kualitas layanan di Indonesia.
 
Makanya kayaknya perlu diingat dulu sebelum memilih plan kesehatan, ya? Kalau pasien cuci darah like Sartini, pasti butuh perawatan yang lebih serius, bukan cuma asuransi BPJS PBI aja. Kalau tidak ada notifikasi resmi, itu kayaknya kebocoran informasi yang besar banget!

Kalau aku bayangin, kalau aku punya anak yang sama, aku pasti akan merasa gugup dan bingung. Karena Sartini anaknya buat keputusan tanpa tahu konsekuensinya, kayaknya perlu ada kesadaran lebih banyak dari masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan asuransi.
 
Udah kayaknya kebocoran informasi di medis Indonesia ini... siapa saja yang tahu pasien cuci darah itu udah masuk sistem BPJS PBI? Mereka bilang pasien harus memiliki notifikasi resmi, tapi apa sih keterlambatan itu? Udah banyak sekali kasus seperti ini, nanti siapa yang bertanggung jawab?

Sempat diaktifkan lagi setelah dirasakan tidak berlaku? Maksudnya apa? Kalau tidak ada notifikasi, kenapa punya notifikasi lagi kalau ya? Ini kayaknya kesalahan besar. Kalau di Indonesia ini, perlu banget pengecekan terlebih dahulu sebelum melakukan hal seperti itu.

Dan pasien cuci darah udah memiliki masalah ginjal, jadi kira-kira apa nanti yang terjadi kalau mereka kecanduan BPJS PBI? Masih banyak lagi yang belum dipelajari tentang sistem medis ini...
 
Lohh, nggak bisa percaya! Pasien cuci darah itu ternyata masih ada sisa kepesertaan BPJS PBI nih... Makin parah lagi kalau mereka tidak diinformasikan dulu! Cece jadi anak yang harus bawa dokumen apa aja? Berat sekali buat dia. Saya paham kalau kebocoran ginjal itu masalah serius, tapi masih ada cara untuk memanage ini dengan baik. Semoga pasien cuci darah itu bisa diberi kesempatan lagi untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS PBI nih...
 
Gue pikir ini terlalu banyak biaya dan pengaruh dari korupsi ya.. Gue baca newsnya, pasien cuci darah Sartini dipaksa masuk BPJS PBI tanpa ada notifikasi resmi dan kemudian disaktifkan lagi setelah di rasakan tidak berlaku. Ini kayaknya kasus korupsi atau ada yang salah dengan sistem penyediaan layanan ini. Gue pikir ini akan membuat pasien cuci darah seperti Sartini yang sudah lelah dan kesulitan untuk mendapatkan asuransi kesehatannya yang benar.
 
Wah, makin serius nih kesehatan kita! Maksudnya pasien cuci darah itu jadi BPJS PBI tanpa notifikasi resmi sih? Gak kayakanya dulu kan? Lalu nanti diaktifkan lagi karena tidak ada notifikasi, itu buleut apa? Kita harus ngatur lebih baik lagi nih sistem kesehatan kita. Jangan sampai pasien lain juga terkena kesalahan seperti ini.

Saya pikir ini gampang dibayangkan bagaimana rasanya jadi pasien yang gagal diaktifkan BPJS PBI karena kesalahan administrasi. Itu salah satu hal yang harus kita perhatikan nih, agar tidak ada pasien yang merasakan rasa sakit seperti ini lagi. Kita harus lebih hati-hati dalam mengelola kesehatan dan keuangan masyarakat.

Dan yang paling penting, penyebabnya adalah kebocoran ginjal sih? Kita harus ngatur lebih baik lagi nih kesehatan kita agar tidak ada masalah seperti ini. Semoga pasien itu sembuh segera! 🙏💊
 
Gue penasaran siapa-apa yang ngerasa perlu mengaktifkan kembali BPJS PBI pasien cuci darah Sartini tanpa notifikasi resmi... Semua harus dilakukan dengan hati-hati dan jelas, kan? Bisa jadi ada kesalahan komunikasi antara dokter dan pasien...

Gue rasa penting buat kita semua berhati-hati saat menghubungi layanan kesehatan. Jangan cuma ngerasa kebutuhan, tapi juga nanya dulu apakah benar-benar butuh ya... Semua harus dilakukan dengan hati-hati, bisa jadi ada kesalahan yang bisa jadi berdampak besar...
 
heya... aku sengaja nggak pernah lihat ini... BPJS PBI aja nggak ada yang fungsinya sampe kapan? kenapa pasien cuci darah Sartini bisa nggak di notifikasi apa kabar kondisinya? gini kayaknya makin penasaran buat aku. sih, cuci darah itu kayaknya terlalu serius, tapi kalau aku jadi pasien aja, aku udah capek banget nunggu niat dokter. dan kebocoran ginjal... aku pengen tahu bagaimana cara mencegah hal ini. kayaknya dokter kudu lebih teliti dulu sebelum berobat. dan sih, apa sifat dari BPJS PBI itu? sih kalau nggak ada notifikasi, tapi ada kemungkinan pasien udah capek nunggu lama, mungkin kangenin keluarga...
 
Makanya nih kesi ini sangat mengejutkan. Bayangin aja pasien cuci darah itu masih pulang ke rumah, lalu pasien diaktifkan lagi BPJS PBI... apa yang harus dibayangkan? Kondisi pasien tidak baik sekali, salah satu ginjalnya sudah bocor, tapi pihak BPJS malah terus aktivasi kembali insuransnya. Apa tujuan dari itu? Jangan tahu sama sekali ya... Tapi apa yang kita ketahui pasti, keluarga pasien sangat khawatir dan sedih. Bayangkan nanti kalau pasien itu waktunya tidak bisa pergi ke klinik lagi karena insuransnya sudah tidak aktif. Benar-benar tidak enak dipikirkan...
 
akhir2 ini terus banyakin cek insurans ya? siapa yang nggak ingat lagi bahwa BPJS PBI kan ada untuk segala situasi, dan cuci darah bukannya situasi yang sederhana banget! tapi apa yang terjadi dengan pasien Sartini? dia bisa saja nyari cuci darah karena kelainan ginjalnya, kayaknya jadi obatnya juga ya 😂. tapi paling penting, pasien itu diaktifkan lagi setelah dirasakan tidak berlaku, kalau penggunaannya sederhana banget, kenapa masih ada kesalahan? sih ini yang bikin aku jadi curious banget tentang bagaimana kerja insurans ini.
 
Gue penasaran kok sistem BPJS bisa begitu capek dan kacol. Pasien cuci darah itu pasti butuh perawatan yang sibuk, tapi gue rasa mereka masih bisa ngerespons pasien dengan baik. Nah, apa kebohongannya? Kenapa pasien tidak diberitahu secara resmi bahwa pesertanya sudah aktif lagi? Itu kayaknya buat pasien jadi kacol dan khawatir. Gue rasa gini perlu dilakukan evaluasi dari tim BPJS agar mereka bisa meningkatkan kinerja mereka dalam melayani pasien dengan lebih baik.
 
Wah, pasien cuci darah kayaknya juga harus perlu BPJS PBI ya? Saya pengen tahu lebih banyak tentang program ini, mungkin nanti bisa tambahkan informasi di blog atau YouTube-nya. Bisa jadi orang lain juga mengalami hal yang sama dan bisa berbagi pengalaman. Jadi kalau teman kamu ada masalah kesehatan yang serupa, gak usah ragu-ragu untuk mencari tahu apakah dia punya BPJS PBI atau tidak. Keren banget ya sistem ini!
 
hahaha... ini kabar terus berubah seperti opsi BPJS ya 🤦‍♂️! gini, pas aku nyesel biaya kuliah karena sartini lagi di BPJS, tapi aku coba aja kembali pasien dulu dan ternyata ada kesalahan. sekarang pasien cuci darah Sartini lagi aktif kan? itu kayak tidak adil sama sekali 🤷‍♂️. aku harap BPJS bisa berhati-hati lagi nanti, ya 🙏. mungkin perlu ada checklist yang lebih matang sebelum memaktikan pasien apa lagi 😅. ini jadi kesan bahwaBPJS nggak terlalu fokus pada kenyamanan pasien...
 
Aku sangat kecewa dengan hal ini, tapi aku juga tidak terlalu terkejut. Banyak pasien yang mengalami kesulitan saat menggunakan layanan BPJS PBI, dan ini salah satu contoh. Aku pikir ini perlu diselesaikan dengan lebih cepat dan transparan. Tapi, aku juga paham bahwa sistem kesehatan Indonesia masih banyak yang membutuhkan perbaikan.

Aku rasa kebocoran ginjal Sartini ini tidak hanya masalah BPJS PBI saja, tapi juga masalah kesadaran masyarakat tentang pentingnya terapi darah. Aku harap pemerintah dan lembaga-lembaga kesehatan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan layanan kesehatan di Indonesia.
 
kembali
Top