Jepang Tidak Menarik, Amerika Serikat Cukup Banyak Pilihan Kuliah yang Terbatas
Mengungkapkan fenomena mahasiswa Amerika Serikat (AS) semakin ragu untuk kuliah. Meski masih menjadi pilihan utama, kampus-kampus di AS mengalami penurunan pendaftaran 15% tahun 2010 hingga 2022. Dalam beberapa tahun terakhir, mahasiswa yang baru lulus pun harus menghadapi kesulitan dalam menemukan pekerjaan.
Menurut data dari Federal Reserve Bank of New York, tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi baru mencapai 5,8% pada pertengahan Desember lalu. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata semua pekerjaan dan dua kali lipat dari rata-rata siswa universitas yang masih belum bekerja.
Pada saat-saat seperti ini, program magang pun menjadi bagian penting yang harus diperbarui dan ditingkatkan untuk menghadapi tantangan keuangan di masa depan. Namun, para perusahaan besar mulai menghilangkan program ini dari daftar prioritasnya. Hal ini menyebabkan mahasiswa baru lulus kehilangan kesempatan berpraktik selama semester terakhir.
Mengungkapkan fenomena mahasiswa Amerika Serikat (AS) semakin ragu untuk kuliah. Meski masih menjadi pilihan utama, kampus-kampus di AS mengalami penurunan pendaftaran 15% tahun 2010 hingga 2022. Dalam beberapa tahun terakhir, mahasiswa yang baru lulus pun harus menghadapi kesulitan dalam menemukan pekerjaan.
Menurut data dari Federal Reserve Bank of New York, tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi baru mencapai 5,8% pada pertengahan Desember lalu. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata semua pekerjaan dan dua kali lipat dari rata-rata siswa universitas yang masih belum bekerja.
Pada saat-saat seperti ini, program magang pun menjadi bagian penting yang harus diperbarui dan ditingkatkan untuk menghadapi tantangan keuangan di masa depan. Namun, para perusahaan besar mulai menghilangkan program ini dari daftar prioritasnya. Hal ini menyebabkan mahasiswa baru lulus kehilangan kesempatan berpraktik selama semester terakhir.