Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, warga mengeluhkan bau tak sedap yang tercipta dari tumpukan sampah. Sampah sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar menjadi sumber utama bau tersebut.
"Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," kata Roni, warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati.
Tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk bahkan terlihat menggunung, semakin parah ketika pengangkutan sampah terhambat. "Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga," jelas Roni.
Bau busuk yang kerap masuk hingga ke dalam rumah warga membuat mereka merasa terganggu. "Asli bau. Sampai ke dalam-dalam rumah. Kadang-kadang sampai bilang, 'duh, ini bau sampahnya sampai begini'," katanya.
Warga berharap pengelolaan sampah di Pasar Induk dapat ditangani lebih serius agar tidak lagi menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. "Harapan warga ya supaya bersih. Walaupun ada sampah, cepat diangkat, jadi dampaknya enggak ke warga. Kalau pun bau, jangan terlalu sampai masuk rumah," kata Roni.
Warga juga berharap pengelola Pasar Induk bersama instansi terkait dapat mencari solusi agar permasalahan sampah tidak terus berulang.
"Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," kata Roni, warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati.
Tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk bahkan terlihat menggunung, semakin parah ketika pengangkutan sampah terhambat. "Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga," jelas Roni.
Bau busuk yang kerap masuk hingga ke dalam rumah warga membuat mereka merasa terganggu. "Asli bau. Sampai ke dalam-dalam rumah. Kadang-kadang sampai bilang, 'duh, ini bau sampahnya sampai begini'," katanya.
Warga berharap pengelolaan sampah di Pasar Induk dapat ditangani lebih serius agar tidak lagi menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. "Harapan warga ya supaya bersih. Walaupun ada sampah, cepat diangkat, jadi dampaknya enggak ke warga. Kalau pun bau, jangan terlalu sampai masuk rumah," kata Roni.
Warga juga berharap pengelola Pasar Induk bersama instansi terkait dapat mencari solusi agar permasalahan sampah tidak terus berulang.