Saksi Ungkap Uang Suap K3 Jadi Bancakan di Kemnaker

Kasus dugaan pemerasan perizinan sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Kemnaker, Nila Pratiwi Ihsan mengakui dirinya membagikan uang hasil pemerasan ke beberapa pejabat. Menurut JPU, Nila menerima uang dari hasil pemerasan dan kemudian memberikannya kepada Ida Rahmawati yang menjabat sebagai ASN di Direktorat Bina Sistem Ketenagakerjaan Kemnaker. Ida kemudian menyebarkebarkan keuntungan tersebut kepada beberapa pejabat lain, termasuk Herry Sutanto.

Nila menjelaskan bahwa uang hasil pemerasan digunakan untuk pendistribusian operasional dan pembagian ke pimpinan. Pihak Kemnaker mengalokasikan 10 persen sebagai biaya operasional, 45 persen kepada pimpinan, dan sisanya kepada pihak lain di bawah pimpinan.

Jika diperkirakan nilai uang tersebut sebesar Rp1 miliar, kemungkinan nilai setiap bulannya bisa berbeda-beda. Nila menjelaskan bahwa uang tersebut dibagikan secara sukarela dan tidak ada tindakan paksa yang dilakukan terhadap penerima.

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan beberapa nama sebagai terdakwa, termasuk Fahrurosi, Hery Sutanto, Ida Rahmawati, Sekarsari Kartika Putri, dan Amy Ratna Putri.
 
Gue bilang, kasus ini memang bikin gue sedih banget. Siap-siap uang Rp1 miliar hasil pemerasan perizinan sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja bisa digunakan oleh para pejabat ngerasa tidak adil juga. Gue pikir apa yang dibagikan kepada pimpinan itu, siapa yang bilang itu penting untuk perizinan sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja? Siap-siap uang bisa digunakan lebih baik lagi nih, misalnya buat pendidikan atau infrastruktur. Gue rasa kasus ini harus dibicarakan lebih lanjut supaya para pejabat yang terlibat bisa belajar dari kesalahan mereka.
 
Bener-bener apa yang terjadi disana di Kemnaker? Siapa yang bilang siapa saja harus menerima uang dari Nila itu? Kalau uang hasil pemerasan itu digunakan untuk pendistribusian operasional, tapi kemudian dibagikan ke pimpinan juga? Kalau tidak ada paksa, tapi juga banyak yang terlibat dalam skandal ini. Seperti siapa yang bilang harus bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan ini. Dan kalau KPK sudah menetapkan beberapa nama sebagai terdakwa, mungkin itu sudah cukup bukti bahwa ada sesuatu yang salah.
 
๐Ÿ˜ž rasanya lagi gini aja, korupsi lagi keluar dari Kemnaker ๐Ÿคฏ. kalau gini cara kerjanya siapa yang percaya pihak Kemnaker? tapi sepertinya kasus ini sudah berakhir dan ada yang akan dihukum ๐Ÿ˜…. tapi apa itu kepastian? siapa tahu masih ada korupsi lagi dari belakang ๐Ÿค”.
 
Gini nih, kalau uang hasil pemerasan itu digunakan untuk mendistribusikan operasional dan bagian ke pimpinan juga bisa jadi ada yang tidak sesuai dengan sistem ya? Mungkin saja hanya Herry Sutanto yang punya bekal ya ๐Ÿ˜‚. Dan apakah ini benar-benar 'sukarela' atau hanya ada yang terpijakkan pada diri sendiri aja? Kalau benar-benar seperti itu, jangan heran jika berbagai macam penipuan ini terus berlanjut ya...
 
Kalau mau tahu jawabannya gampang! Kasus ini bikin saya curiga, tapi kemudian saya lihat data yang ada di thread ini... ๐Ÿค”

Lihat aja data dari KPK itu, ya? 5 orang terdakwa, termasuk Nila Pratiwi Ihsan. Dan apa yang mereka lakukan? Mereka bagikan uang hasil pemerasan ke pejabat lain... ๐Ÿ˜ฑ

Lalu saya lihat data tentang biaya operasional dan pembagian ke pimpinan di Kemnaker itu... ๐Ÿ“Š 10 persen untuk biaya operasial, 45 persen untuk pimpinan, dan sisanya lagi... ๐Ÿ’ธ

Bisa dibilang nilai uang tersebut sebesar Rp1 miliar. Jika kita hitung per bulan, kemungkinan nilai setiap bulannya bisa berbeda-beda... ๐Ÿ“ˆ

Saya pikir ini kasus yang bikin kita bingung, tapi jika kita lihat data secara objektif, maka jawabannya gampang! ๐Ÿ˜Š
 
๐Ÿ˜’ Beneran kaget banget denger kabar ini, nih! Siapa tahu sih keuntungan yang dibagikan itu dari uang hasil pemerasan? Ada lagi korupsi di Kemnaker, ya... Kenapa harus begitu? Mereka sudah banyak uang, kapan mau dibagi-bagian lagi? ๐Ÿค‘

Saya rasa ini adalah contoh bagaimana sistem kekuasaan yang salah bisa berdampak pada masyarakat. Korupsi tidak hanya berpengaruh pada korupsi itu sendiri, tapi juga dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap pihak berwenang. Banyak orang Indonesia yang mengeluh tentang ketidakadilan dan korupsi ini... ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ

Saya harap KPK bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil, sehingga orang-orang tidak terus kecewa lagi dengan sistem yang salah ini. ๐Ÿ•’
 
Kalau gini nyata aja sih! Siapa yang tidak tahu kalau korupsi itu masalah di Indonesia? kayaknya KPK punya pekerjaan yang berat banget untuk memukul-mukil semua korupsi ini. tapi aku rasa harus ada perubahan dari dalam, bukan hanya saja dipukul-mukil aja. kayaknya harus ada ujaran keras dari pihak di atas dan berbagai organisasi kecil-kecilan yang fokus pada kesehatan dan keselamatan kerja.
 
Gue pikir kalau ini buat kita semua bingung. Siapa tahu si Nila Pratiwi Ihsan benar-benar membagikan uang hasil pemerasan itu sukarela aja, tapi gue rasa ini tidak bijak banget. Bagaimana kalau ada yang terpaksa meminta? Gue sudah lama bilang, di Kemnaker ini banyak sekali korupsi. Mungkin ini bukan kali pertama kalau korupsi ini terjadi, dan mungkin ini bukan kali terakhir juga.

Gue rasa ini lebih serius daripada biasanya karena ada pejabat yang terlibat dalam kasus ini. Jangan lupa, KPK sudah menetapkan beberapa nama sebagai terdakwa. Ini bukan main-main lagi. Gue harap pihak berwajib bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan tidak ada yang berakhir dengan benar-benar gagal.
 
Hmmpppp... kasus ini lagi-lagi membuat aku bingung banget ๐Ÿค” apa lagi kasus korupsi yang muncul di Kemnaker. Nila Pratiwi Ihsan memang berbohong dan membagikan uang hasil pemerasan, itu tidak bisa diterima. Dan siapa nih yang tertipu dengan cerita tentang pembagian uang tersebut? 10 persen biaya operasional, 45 persen ke pimpinan, dan sisanya bagaimana aja? Itu kalau benar-benar ada sistem yang transparan sih... tapi kasus ini lebih seperti cerita korupsi biasa aja ๐Ÿค‘
 
Wah keren banget kasus ini! Aku pikir siapa pun yang melanggar ehn selalu diawasi oleh KPU & KPK loh ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Tapi aku penasaran apa kira-kira bagaimana cara kerja sistem pemerasan itu? Sepertinya si Nila jadi "penyupai" uang hasil pemerasan itu... tapi mungkin ada yang lain yang juga ikut bergantian, kan? ๐Ÿค‘

Aku rasa KPK harus serius dengan kasus ini dan tidak biarkan korupsi terus berlanjut. Maka dari itu, aku doa agar semuanya dihukum sesuai hukum dan bisa jadi contoh bagi orang lain.
 
gampang aja coba korupsi di Kemnaker, siapa tahu nanti semua pejabat yang ikut bagikan uang hasil pemerasan nantinya akan dibawa ke pengadilan ๐Ÿ˜’. aku pikir 10 persen biaya operasional itu jadi kue manis buat pimpinan aja, tidak masuk akal sih. dan apa dengan pihak KPK? nanti kalau korupsi terjadi lagi, apa yang akan dilakukan ya? harus juga ada tindakan hukum yang cepat dan tegas ๐Ÿ•ฐ๏ธ.
 
Gue pikir kasus ini bikin kita semua merasa frustrasi ya? Seperti di mana uang hasil pemerasan sudah dibagikan ke beberapa pejabat, bahkan ada yang buat 'sukarela' sih? Gue rasa ini bukan tentang sukarela, tapi tentang korupsi dan birokrasi yang makin ngobeng. Kemnaker sendiri bilang punya 10 persen anggaran untuk operasional, tapi ternyata uang hasil pemerasan dibagi ke siapa saja? Gue rasa ini membuat kita curiga. Dan sekarang KPK juga menetapkan beberapa nama sebagai terdakwa... ini bikin kita merasa tidak adil.
 
Nggak percaya dengan cara mereka membagikan uang hasil pemerasan itu ๐Ÿค‘. Semua pejabat yang terlibat harus bertanggung jawab atas kejadian ini... apa sisi manfaatnya sih? Kita harap KPK berhasil menyelesaikan kasus ini dan semua korupsi dihentikan! ๐Ÿ˜Š
 
ini kasus yang memang serius banget ๐Ÿค”. perusahaan besar-besaran pasti punya dugaan kerugian dari birokrasi yang konyol ini ๐Ÿ˜’. kalau uang hasil pemerasan digunakan untuk pendistribusian operasional, itu artinya ada pihak yang memperoleh keuntungan dari kasus ini ๐Ÿค‘. tapi apa sih tujuan masing-masing pihak? apakah hanya ingin mendapatkan uang atau ada kepentingan lain yang lebih baik? ๐Ÿ’ธ

saya pikir kita harus lebih bijak dalam menggunakan sumber daya negara dan tidak boleh membiarkan birokrasi menjadi peluang bagi orang-orang untuk memperoleh keuntungan secara ilegal ๐Ÿšซ. kita harus lebih fokus pada kesejahteraan masyarakat dan bukan hanya pada kepentingan pribadi ๐Ÿ’–.
 
kembali
Top