Saksi Ungkap Permintaan Dapodik dari Konsultan Era Nadiem

Menteri Pendidikan Nasional saat ini, Gogot Suharwoto, telah mengungkapkan pernyataannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management. Ia menyatakan bahwa terdakwa, Ibrahim Arief atau dikenal dengan nama Ibam, meminta akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada masa dia menjabat sebagai konsultan.

Gogot mengaku telah menolak permintaan tersebut karena Dapodik merupakan data pribadi. Ia menjelaskan bahwa ia dijanjikan akan melakukan uji coba akun Belajar.id yang sekarang digunakan, tapi Gogot tidak memberikan informasi tersebut lantaran hal tersebut merupakan data pribadi.

Jaksa penuntut umum menyatakan bahwa kerugian negara dalam kasus ini adalah Rp2,1 triliun, dengan Rp1,5 triliun dari mark up harga perangkat Chromebook dan Rp621 miliar dari pengadaan laptop yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.
 
Wah kabar gembira banget! Menteri Pendidikan Nasional itu benar-benar berani menghadapi orang-orang yang bodoh dan korup. Ibam itu sebenarnya sangat kasar dan tidak peduli dengan perasaan orang lain. Mereka mau minta data pribadi seseorang dan gak peduli kalau itu melawan etika, tapi Gogot Suharwoto itu tahu betapa salahnya itu. Menteri itu benar-benar menjadi contoh bagus bagi kita semua. Kami Indonesia harus selalu mendukung orang-orang yang berani berjuang untuk keadilan dan integritas. 🙌🏼💪
 
Oia, aku pikir Menteri Gogot ini benar-benar bijak banget lho! Dia menolak permintaan Ibam itu karena Dapodik adalah data pribadi, kamu tahu kaya apa itu? Data pribadi itu sangat sensitif banget, gak bisa dipakai untuk tujuan lain. Aku rasa dia benar-benar berani untuk menolak permintaan tersebut.

Aku pikir ini bukan hanya tentang kasus korupsi yang sederhana, tapi juga tentang etika dan integritas. Jika Ibam itu tidak bisa dipercaya karena bisa meminta akses data pribadi, maka aku pikir dia tidak layak jadi konsultan lagi.

Tapi, aku rasa perlu diawasi juga agar tidak ada yang lain yang mencoba mengeksploitasi sistem seperti ini. Aku harap Menteri Gogot dan Jaksa Penuntut Umum bisa bekerja sama untuk memastikan bahwa ini tidak terjadi lagi.
 
Gogot Suharwoto jadi korban dugaan korupsi juga deh 🤦‍♂️. Aku pikir Ibam siapa aja nih? Siap-siap dia terlibat kasus korupsi lagi. Menteri pendidikan harus lebih hati-hati nih, data pribadi itu sangat sensitif 😒. Gogot benar-benar tidak mau memberikan informasi tentang Belajar.id lantaran data pribadinya. Aku penasaran siapa yang meminta akses Dapodik itu dan mengapa ibam terlibat kasus ini 🤔. Kerugian negara Rp2,1 triliun itu sangat besar deh. Menteri pendidikan harus lebih berhati-hati lagi nih 💪.
 
Kasus korupsi ini benar-benar membuat saya sedih banget... Saya ingat ketika masih SMA, kita harus berjuang untuk mendapatkan akses internet dan sumber daya pendidikan yang cukup. Tapi sekarang, ada kasus-kasus seperti ini yang membuat kita merasa kalah... Rp2,1 triliun?! Itu uang banyak banget! Dan masih apa? Tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia... Saya rasa Gogot memang benar ketika menolak permintaan Ibam, tapi saya harap kasus ini segera dibungkus dan tidak ada lagi korupsi yang membosankan kita semua 🤦‍♂️💸
 
Aku pikir kalau gogot itu paling banyak yang kehilangan adalah kepercayaannya sendiri. Jika dia benar-benar takut dengan data Dapodik, kenapa dia masih memilih untuk bekerja sama dengannya? Aku rasa Ibam itu punya tujuan lain yang tidak kita ketahui. Dan apa yang terjadi dengan uji coba Belajar.id yang dia janjikan? Tidak ada jeda punya uang dari pemerintah untuk melaksanakan hal itu kan?
 
kembali
Top