Saksi Ungkap Dicopot Nadiem karena Tolak Pengadaan Chromebook

Saksi Ungkap Dicopot Nadiem Makarim karena Tolak Proyek Chromebook!

Saat bersaksi di pengadilan korupsi, eks Direktur Sekolah Menengah Pertama pada Direktorat Jenderal Paudasmen Kemendikbudristekdikti, Poppy Dewi Puspitawati, mengaku dicopot jabatannya oleh Mendikbudristekdikti 2019-2024, Nadiem Makarim. Alasannya? Tidak sepaham dengan kebijakan proyek pengadaan laptop Google Chromebook.

Poppy yang menolak arahan tersebut menyadari bahwa dia bakal kehilangan jabatan dan menghadapi konsekuensi terhadap masa depan kariernya di Kemendikbudristekdikti. "Sepengetahuan saya pada proses pengadaan, kita tidak boleh seperti itu. Jadi saya sadar dengan menolak itu ada konsekuensi jabatan, tapi saya tetap menolak dengan tegas," terangnya.

Menurut Poppy, dia tidak sejalan dengan arahan Nadiem karena dari hasil kajian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak mengerucut pada satu jenama. Sedangkan, Nadiem langsung mengarahkan agar seluruh sekolah di Indonesia menggunakan laptop Chromebook.

"Saya menolaknya karena mengarah pada satu merek tertentu," jelas Poppy. Dengan demikian, Poppy menjadi salah satu korban kebijakan yang tidak berjalan lancar dari Nadiem Makarim.
 
Kalau ini siapa pun sudah ketahuan minta dicopot hanya karena nggak setuju dengen Chromebook, itu udh jelas kalau Pemkab tidak trasa menerima pendapat pasif dari pegawainya. Tapi apa yang diharapkan? Kita harus terus terang dan berani mengungkapkan pendapat kita untuk kebaikan negara?
 
Aku nggak percaya, siapa tau Nadiem ini benar-benar buat Indonesia. Jadi dia dicopot karena menolak proyek Chromebook itu? Ngomong-ngomong, siapa di dalam pemerintah yang punya ide seperti itu? Tapi aku kira Nadiem sudah tahu kalau proyek itu nggak lancar, jadi kenapa dia harus menangkap korban sendiri? Aku pikir ini adalah contoh bagaimana kebijakan di Indonesia sering kali tidak bertimbang secara luas.
 
Hehe, apa yang terjadi di Kemendikbudristekdikti? Makasih Nadiem untuk sudah memecat korban, tapi siapa bilang bahwa bukan itu yang harusnya dilakukan? Kalau memang benar-benar arahannya karena tidak sejalan dengan kebijakan, maka kalau dia mau jujur, sebaiknya mengungkapkan secara umum. Tapi makasih dulu, kan?

Saya pikir ini masalah kebijakan yang salah dari pemerintah. Mereka tidak boleh sembarangan memecat orang karena tidak setuju dengan rencana mereka. Jika Nadiem benar-benar rasa itu penting, maka harus ada alasan yang jelas dan tidak hanya sekedar memecat.

Kalau memang ingin mengutamakan Chromebook, maka sebaiknya buat kebijakan yang jelas dan umum diumbar. Tapi nggak boleh sembarangan memecat orang yang tidak setuju. Makasih Nadiem untuk sudah memperhatikan opini saya ๐Ÿ˜Š
 
Wah, ini kayaknya kasus korupsi sekolah yang bikin penasaran! ๐Ÿค” Saya pikir Nadiem Makarim gak mau mengikuti pendapat Poppy Dewi Puspitawati itu, dan kemudian dia dicopot dari jabatannya. Saya rasa ini kayaknya pernyataan politik buat memperkuat kebijakan Chromebook. Tapi, apa yang dibicarakan sih? Kalau kita lihat dari sisi teknologi, laptop lainnya juga bisa jadi baik, nggak? ๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ Saya rasa ini gak cuma soal merek, tapi juga soal logika dan efisiensi.
 
Gue pikir ini kalau kita fokus pada hal yang penting, yaitu kesejahteraan kita sendiri dan lingkungan sekitar, bukan memikirkan tentang merek laptop atau kebijakan apa-apa. Kalau gak berhati-hati, semoga saja tidak jadi korban lagi ๐Ÿ™๐Ÿ’– Gue lebih suka banget melihat orang-orang seperti Poppy Dewi Puspitawati yang mau bertahan dalam kebenaran dan tidak mau menyerah pada tekanan. Mungkin bisa menjadi contoh bagi kita semua untuk menjadi lebih bijak dan sabar dalam menghadapi kesulitan hidup ๐Ÿค
 
Maaf bro, aku punya pendapat yang beda. Aku pikir kalau Poppy itu malah cerdas banget buat menolak arahan itu. Tapi... tapi... aku juga rasa dia jangan perlu menolak kebijakan tersebut, karena sepertinya itu ide yang bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tapi... tapi... aku jadi pikir Nadiem itu salah dalam mengarahkan proyek tersebut, karena setidaknya dia tidak mempertimbangkan opsi lain... ataukah?
 
Eh, ini kabarin gampang kok? Makarim dicopot karena tolak proyek Chromebook. Poppy Dewi Puspitawati, ex Direktur Sekolah Menengah Pertama di Kemendikbudristekdikti, dipecat karena tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Dia bilang tidak sepaham dengan arahan Nadiem karena dari hasil kajian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan hanya satu merek. Saya rasa ini gampang dipahami juga sih, makarim ngerjain proyek yang salah...
 
Pagi aja... Saya paham kenapa Nadya (Nadiem) bilang dia bakal dicopot karena menolak proyek Chromebook. Tapi, gimana kalau Nadya justru salah dalam hal ini? Saya pikir kalau dia itu bilang bahwa Chromebook tidak bisa diandalkan untuk sekolah, tapi kemudian dia bilang berbeda-beda di setiap sekolah. Artinya, ada kecurangan dan Nadya bilang siapa lagi?

Saya bayangkan kalau kita di tempat kerja dan kita bilang itu salah, tapi atasan kita bilang kamu tidak bisa salah dan harus melakukan apa yang dia atur. Gimana caranya sih yang benar?
 
Dipikirkan kalau giliran Nadiem sendiri kalau dia masih menjabat untuk mempertahankan posisinya? Kalau dia bisa juga melakukan perubahan strategi, tapi sepertinya Nadiem yang kalah ya... Dalam proses pengadaan itu, ada juga yang tidak sepaham dengan kebijakan proyek Chromebook, tapi siapa yang menunjukkan keteguhan seperti Poppy? Padahal kalau dia bisa juga mengeluh langsung kepada Nadiem, tapi sepertinya Poppy yang berani-berani menolak. Saya rasa ini tentang kekuatan dan kewenangan, siapa yang memiliki kekuatan untuk memberi perintah dan siapa yang bisa menerima kebijakan tersebut? ๐Ÿค”๐Ÿ’ป
 
omongannya bikin kayaknya Nadiem Mas lagi bingung ๐Ÿค”. udah terkenal banget dengan ide Chromebook, tapi akhirnya dia justru dipaksa dicopot karena menolak proyek itu. aku pikir ini wajah yang bagus dari pemerintah, bisa ngatakan siapa sih yang salah dan ngambil tindakan yang tepat ๐Ÿ™. Poppy Dewi Puspitawati kayaknya udah jujur dan tidak mau kalah dengan ide Nadiem Mas. kalau aku, aku juga akan menolak sama saja ๐Ÿ˜‚. tapi aku rasa pemerintah harus lebih teliti dalam pengadaan teknologi, biar tidak ada korban seperti Poppy lagi.
 
Wow ๐Ÿ˜ฎ, nggak percaya banget, Nadiem Makarim dicopot karena tolak proyek Chromebook! Poppy Dewi Puspitawati yang dianggap sebagai saksi utama ini bilang dia tidak bisa menerima kebijakan itu karena tidak adil dan nggak sesuai dengan hasil kajian TIK. Mereka juga bilang Chromebook bukan hanya satu merek, tapi bisa punya banyak pilihan ๐Ÿ˜Š. Nadiem gara-gara justru langsung mengarahkan semua sekolah Indonesia gunakan laptop itu aja! ๐Ÿคฏ
 
Maaf bro, makanya Nadiem siapa lagi? Tapi apa yang terjadi dengan proses pengadaan laptop di sekolah-sekolah nanti? Bayangkan aja, banyak sekolah yang belum bisa mendapatkan laptop sekarang, dan karena itu, anak-anak mereka tidak bisa belajar dengan baik. Saya rasa itu kegagalan besar dari Nadiem bro.
 
Gue pikir ini salah strategi. Kebijakan Nadiem terlalu spesifik dan tidak membuka ruang bagi pemikiran lain. Gue rasa kalau gue dalam posisi Poppy, aku juga akan menolak. Tapi, aku tahu kalau dalam dunia bisnis, ini sebenarnya umum. Kalau ada satu pilihan yang dipilih, tentu saja itu tidak bisa salah. Tapi, aku rasa Nadiem boleh berpikir lebih luas. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Haha omong-omungan, itu Nadiem lagi bawa kesalahan deh ๐Ÿ˜‚! Aku paham dia mau proyek Chromebook, tapi jangan dipaksa sama sekali ya? Poppy itu pintar banget memilih satu merek tertentu, dan aku setuju dengan dia ๐Ÿค. Yang penting lagi, Nadiem itu tahu-tahu berubah-ubah ya? Pertama kalinya dia minta proyek Chromebook, lalu ini dicopot karena menolaknya ๐Ÿ™„. Aku rasa Nadiem itu capek bawanya keseluruhan kebijakan yang tidak berjalan lancar deh ๐Ÿ˜….
 
Aku rasa ini sangat mencurigakan, nih! Kenapa Nadiem ini harus dicopot karena menginginkan Chromebook? Aku ingat saat 2016, presiden Jokowi punya program laptop gratis untuk sekolah, tapi nggak semua merek ya. Itu waktu itu, banyak sekolah yang menggunakan Asus dan Acer. Tapi kini ini, Nadiem ingin seluruh sekolah menggunakan Chromebook? Maksudnya apa, tidak mau konsergi dengan teknologi lokal? Aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di pihak Kemendikbudristekdikti...
 
๐Ÿคฃ๐Ÿ“šโ€โ™‚๏ธ Nadiem Makarim banget sih! ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ Chromebook siapa? ๐Ÿค” Di sana semua sekolah guna laptop Chromebook, tapi gini di sini satu sekolah pun jangan menggunakan Chromebook ๐Ÿ˜‚. Poppy Dewi Puspitawati bukannya keren banget karena menolak arahan Nadiem ๐Ÿ‘. Dia lebih suka Google ๐Ÿค“!
 
Oke guys.. aku pikir pihak Kemendikbudristekdikti harusnya lebih teliti dulu sebelum memutuskan menggunakan laptop Chromebook sebagai solusi. Tapi kayaknya ada yang salah dengan pendapat Nadiem, tapi bukan karena nanti sekolah di Indonesia akan menggunakan laptop yang kualitasnya rendah aja...๐Ÿค”

Aku pikir kalau asal-usul pengadaan laptop itu harus dibuka terlebih dahulu. Tapi Nadiem langsung mengarahkan agar semua sekolah di Indonesia menggunakan laptop Chromebook tanpa mempertimbangkan hasil kajian yang sudah dilakukan oleh tim teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tentang keefektifan laptop tersebut.

Aku rasa kalau asal-usul pengadaan itu harus dibuka terlebih dahulu, maka Nadiem tidak akan perlu menolak arahan tersebut. Tapi sayangnya, Nadiem langsung memutuskan tanpa pertimbangan yang tepat...๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
Saya rasa ini masih banyak yang tidak jelas apa akhirnya target pengadaan laptop itu siapa? Apakah sekolah atau pemerintah yang ingin mendapatkan manfaat dari proyek ini? Kalau benar-benar hanya untuk kemajuan pendidikan, mungkin saja Chromebook bukanlah pilihan yang salah. Tapi apa yang terjadi dengan perencanaan yang lebih matang dan merhatikan kebutuhan sekolah-sekolah di Indonesia? Saya juga penasaran, bagaimana reaksi dari Nadiem Makarim ketika saksi ini menolak arahan-nya... ๐Ÿค”
 
kembali
Top