Saksi Sebut

Kasus suap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali dibawa ke persidangan, kali ini dengan kedatangan Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta. Arif menjabat sebagai saksi dalam perkara ini dan mengakui bahwa dana yang diterima para hakim anggota dalam perkara tersebut disebut sebagai uang untuk "mempelajari berkas". Istilah itu digunakan sebagai dalih atau eufemisme bagi titipan uang yang berasal dari pihak berperkara melalui perantara.

Menurut Arif, uang tersebut tidak sekadar biaya administratif, melainkan uang titipan terkait perkara. Dia juga membeberkan teknis penyimpanan uang tersebut sebelum dibagi-bagikan kepada anggota majelis hakim lainnya. Uang dalam jumlah besar tersebut sempat disimpan di dalam laci ruang kerja saksi.

Arif mengaku uang tersebut didapatkan dari terdakwa penerima suap lainnya, sekaligus seorang perantara, Wahyu Gunawan, senilai Rp5 miliar. Dia juga menambahkan bahwa uang tersebut terdiri dari berbagai mata uang asing, termasuk Dolar Amerika Serikat dan Dolar Singapura.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa advokat Marcella Santoso menyuap majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sebesar 2,5 juta dolar AS atau Rp40 miliar untuk vonis lepas perkara korupsi pengurusan izin ekspor CPO.
 
Makasih banget informasi tentang kasus suap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini πŸ€”. Sangat menarik bahwa Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta, akhirnya jadi saksi dan mengaku memperkenalkan istilah "mempelajari berkas" sebagai dalih untuk uang titipan πŸ€‘. Ini menunjukkan bagaimana sistem hukum kita bisa terbuka terhadap manipulasi seperti itu.

Saya juga penasaran tentang teknis penyimpanan uang tersebut, apakah benar-benar disimpan di dalam laci ruang kerja saksi? Dan siapa yang memutuskan untuk membagikan uang tersebut kepada anggota majelis hakim lainnya? Semua ini menunjukkan bagaimana kasus suap bisa berlangsung dengan begitu lama dan kompleks πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Eh, kabarnya ada yang kembali masuk ke pengadilan buat dijarahin lagi ya? Pokoknya, semuanya terlihat susah sekali. Saya rasa kalau uang itu sebenarnya dari mana, kan? Kalau kita lihat, ada banyak peluang sih, tapi tapi kerenyah kok. Saya pikir, apa yang dia maksud dengan "mempelajari berkas"? Apa bedanya dengan cara lainnya? Boleh jadi, itu hanya istilah untuk memudahkan diri sendiri aja... Tapi saya tidak percaya kalau itu benar-benar demikian...
 
ada sih yang asyik banget kalau suap dan penipuan masih banyak terjadi di indonesia nih πŸ™„. ini juga menunjukkan bahwa ada orang-orang yang tidak jujur dan tidak berhati-hati dalam kerjaannya. tapi, harusnya mereka ditegur sebelum keterlibatannya menjadi lebih parah πŸ’―. saya rasa perlu diingatkan kembali tentang pentingnya etika dan integritas dalam kerja, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan πŸ™.
 
Gue rasa ini salah jawabannya, kalau ada dana yang disebutkan itu dari mana nih? Kalau ada suap terjadi di dalam kantor pengadilan juga siapa tahu ada lagi yang jadi korbannya... πŸ˜• Gue khawatir apalagi jika ada yang salah ganti nama... gue pikir ini seperti film aksi, tapi benar-benar terjadi di dalam kantor. Ada apa lagi? πŸ€”
 
Kalau ada yang nggak setuju dengan ujaran arif nanti udah waktunya dibicarakan πŸ€”. Saya pikir pengadilan ini harus jujur, tidak boleh pakai eufemisme dan kalimat-kalimat yang berantakan πŸ˜’. Dan apa sih itu teknis penyimpanan uang itu? Apakah ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa uang tersebut digunakan untuk keperluan administratif? Saya rasa pengadilan ini harus lebih transparan dan jujur, tidak boleh memakai teknik-teknik yang berantakan πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Gini ya, kalau ada kasus suap dana hakim, itu kayaknya serius banget πŸ€”. Saya penasaran mengapa advokat Marcella Santoso mau menyuap majelis hakim seperti itu? Saya pikir ini bisa jadi contoh bagaimana korupsi masih ada di Indonesia πŸ˜”. Tapi, saya senang sekali bahwa Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta, mau mengakui kebenaran dan berbagi pengetahuannya tentang penyimpanan uang tersebut πŸ’Ό. Mungkin ini bisa jadi langkah awal untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum kita πŸ™.
 
Gak bisa percaya aja siapa nanti yang bakanya uang itu? Kalau Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan langsung menjabat sebagai saksi, itudekah sih?. Aku rasa ada sesuatu yang gak jelas di balik kasus suap ini. Apalagi kalau ada teknis penyimpanan uang yang besar seperti itu. Gak bisa dipastikan sih siapa yang nanti bakanya uang tersebut, advokat atau korupsi? Aku rasa harus banyak lagi informasi sebelum kita bisa menilai kasus ini dengan tuntas πŸ€”πŸ‘€
 
Hmm, ini kayaknya bikin perasaan kita bangga dengan Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mau menjabat sebagai saksi dan ngakoni kejadian ini 🀯. Akan tapi, apa salahnya sih kalau para hakim itu bisa menerima uang dari pihak berperkara? Kalau tidak ada kejahatan di balik itu ya... 😐. Dan siapa tahu, nanti ada proses pengadilan yang lebih adil dan cepat. Semoga para hakim yang terlibat bisa belajar dari kesalahan ini dan jadi lebih bijak dalam masa depan 🀞.
 
πŸ€¦β€β™‚οΈ Kalau uang itu hanya "mempelajari berkas", apa artinya? Artinya para hakim ini jatuh untuk suap? πŸ€‘ Semoga saja hal ini tidak menyebar ke seluruh dunia, tapi kalau sampai benar, maka semua orang yang bekerja di pengadilan pasti jatuh untuk uang itu. Makanya kita harus lebih berhati-hati dan teka-teki apakah ada lagi korupsi yang tersembunyi di balik perakitan hukum ini. πŸ€”
 
πŸ€” Gue pikir kalau korupsi tapi kita masih bisa melihat dari sudut pandang apa punya arif nih... dia bilang uang itu buat mempelajari berkas, tapi gue rasa ada yang kurang jelas. Kalau dia mengaku terima uang dari wahyu, tapi lalu dia juga bilang itu uang untuk membeli berkas? Gue rasa perlu ada klarifikasi lagi tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam perkara ini... πŸ€”
 
Maksudnya kalau ada kasus suap di pengadilan tapi buatanya gampang aja dengan istilah "mempelajari berkas" sih apa maksudnya? Itu kalau bukan cara untuk terima titipan uang dari pihak korup. Jadi, para hakim yang terlibat ini ternyata menerima uang dari orang lain dan penyimpanannya ada di tempat kerja aja. Maksudnya siapa nanti yang akan menang di pengadilan? Kalau siapa pun bisa membayar uang itu 😐.
 
Gue pikir gini keren banget kalau advokat Marcella Santoso suap majelis hakim tapi ada yang terlibat juga, ya? Wahyu Gunawan itu kayaknya salah tempat ngerjain kasus, toh dia bikin korupsi lagi. Dan gue penasaran siapa yang tahu dulu kalau kasus ini bakal panjang. Gue rasa advokat Santoso gak harus ditangkap karena dia hanya melakukan apa yang diinginkan pihak berperkara. Uang itu sebenarnya sumber masalah, ya?
 
Ughh, kasus suap ini makin serius banget! Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ya ni, tapi dia justru jadi saksi dan mengakui kalau ada uang titipan yang masuk ke dalam system. Makasih kan, tapi kenapa harus begitu parah? Dan apa dengan advokat Marcella Santoso, dia juga masuk dalam daftar penyuap? Itu salah satu yang membuat aku curiga lagi dengan sistem pengadilan kita, apakah ada yang benar-benar bisa diandalkan sini? πŸ€”
 
hehe, kasus ini seperti cerita komedi hitam, siapa yang bilang suap itu tidak ada di Indonesia? πŸ˜‚ luar aja, 5 miliar dolar AS sih nggak kecil banget, apalagi kalau uang itu dari Wahyu Gunawan. perantara yang bisa membawa korban suap ke majelis hakim. hehe, sekarang ada yang bilang suap itu hanya "mempelajari berkas", apa sih tujuan mereka belajar? 🀣 dan kalau uang itu disimpan di dalam laci ruang kerja, siapa tahu sih kapan akan terlihat. πŸ€‘
 
πŸ€” apa sih maksudnya kalau pengadilan buat istilah "mempelajari berkas" ini? itu malah jargon kaya! πŸ˜’ dan kalau uang tersebut disimpan di dalam laci ruang kerja saksi, itulah kejahatan yang memang tak bisa ditolak, tapi kenapa masih ada yang nggak mau mengakui πŸ€·β€β™‚οΈ? menurutku kalau advokat Marcella Santoso benar-benar melakukan suap, itu tidak apa-apa, tapi cara pembuktian di pengadilan juga harus lebih baik lagi, ya? πŸ’―
 
hahaha, kasus suap hukumnya gak beres πŸ˜‚. kalau uang itu hanya "mempelajari berkas", maka saya rasa para hakim itu gak punya kerabat yang mau memberikan saran-saran 🀣. tapi seriousnya, apa sih arti "berkas" yang berharga sebesar Rp5 miliar? kalau saya, saya akan cari tahu bagaimana cara mempelajari berkas dengan itu πŸ˜‚. mungkin mereka harus belajar dari saya, membuat notes di laci kerja ya πŸ˜†.
 
Saya pikir siapa pun yang terlibat dalam kasus ini pasti akan dianggap bodoh banget kalau tidak mau memasukkan uang ke dalam akun mereka, gini aja caranya untuk tidak diciduk πŸ˜‚. Tapi seriously, apa yang dibicarakan disini adalah kasus korupsi yang sangat besar dan itu bukan hanya tentang siapa saja yang ikut liburan gratis, tapi juga tentang bagaimana uang tersebut diterima dan disimpan. Kalau ada yang mau menerima uang dari pihak berperkara untuk mempengaruhi hasil perkara, maka mereka harus bersedia menyisihkan kesalahannya sendiri aja πŸ™„. Saya rasa ini adalah contoh bagaimana cara kerja system korupsi yang masih ada di Indonesia, yang membuat banyak orang merasa frustrasi dan tidak percaya pihak berwenang.
 
yaudah kalau ada kasus suap di Indonesia ini masih sering terjadi... tapi aku pikir pentingnya adalah kita harus tahu siapa yang ikut terlibat dan bagaimana cara kerjanya... seperti Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang datang sebagai saksi dan mengakui bahwa dana tersebut dibawa oleh perantara Wahyu Gunawan, tapi apa yang dibawa Wahyu bukan hanya uang saja tapi juga konseptu berkas... πŸ€” apa itu konseptu berkas? aku tidak paham sih...

tapi yang penting adalah korupsi ini masih sering terjadi dan kita harus hati-hati agar semakin banyak korupsi tidak terjadi... JPU juga sudah menuduh advokat Marcella Santoso suap majelis hakim, tapi kira-kira berapa besar uang tersebut? Rp40 miliar atau 2,5 juta dolar AS... kalau benar itu besar banget!

saya ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya di kasus ini... akankah ada para korban korupsi yang dapat mendapatkan keadilan? 🀞
 
Maksudnya siapa yang beli uang di sini... Wahyu Gunawan lagi nggak? πŸ€¦β€β™‚οΈ Saya rasa itu uang yang dibawa oleh orang tua untuk membeli pasir di Pantai Seribu, tapi ternyata itu jadi uang titipan korupsi. Dan advokat Marcella Santoso kayaknya udah pakai mata uang asing, apa maksudnya dia ingin berinvestasi? πŸ’ΈπŸ€” Saya rasa pengadilan ini seharusnya fokus pada korupsi, tapi ternyata ada uang yang terlibat, jadi semoga para hakim bisa membedakan perasaan "mempelajari berkas" dari perasaan "membeli pasir"... atau apa? 😏
 
kembali
Top