Saksi Sebut

Ternyata praktik korupsi di pengadilan yang paling tidak terduga, yaitu istilah "mempelajari berkasan" yang digunakan oleh salah satu saksi dalam perkara suap hakim. Istilah tersebut ternyata berarti uang titipan yang diterima dari pihak berperkara.

Saksi ini mengakui bahwa uang tersebut diterimanya sebelum penyerahan kedua, yakni 1,8 juta dolar AS atau Rp30 miliar rupiah. Sementara itu, ada satu saksi lain yang menerima uang tersebut dengan nilai Rp5 miliar. Uang tersebut terdiri dari berbagai mata uang asing, termasuk Dolar Amerika Serikat dan Dolar Singapura.

Dalam perkara suap vonis lepas CPO, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyuap majelis hakim sebesar 2,5 juta dolar AS atau Rp40 miliar untuk mempengaruhi putusan majelis hakim. Advokat Marcella Santoso dan tiga terdakwa lain didakwa melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 3, Pasal 4, atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Saksi ini juga mengaku bahwa uang tersebut didapatkan dari terdakwa penerima suap lainnya, sekaligus seorang perantara. Sementara itu, ada satu saksi lain yang menerima uang tersebut dengan nilai Rp5 miliar.
 
Maksudnya, kita lagi ngelajui korupsi di pengadilan ya... tapi apa artinya? Apa kita bisa mengatakan bahwa korupsi ini terjadi karena manusia saja? Tapi apa yang bikin manusia mau korup? Bisa dikatakan bahwa korupsi ini terjadi karena sistem yang tidak adil, yang memihak pada siapa-siapa yang punya uang. Maksudnya, ada yang lebih berkuasa dari yang lain... tapi bagaimana caranya kita bisa mengalahkan kekuatan itu? Kita harus jujur dengan diri sendiri bahwa korupsi ini masih terus terjadi, bahkan di pengadilan yang seharusnya menjadi tempat justi. Artinya, sistem yang tidak adil itu masih berada... dan kita harus terus berusaha untuk mengubahnya... tapi bagaimana caranya? πŸ€”πŸ’‘
 
Bener-bener kayak giliran siapa yang korup, kini pengadilan yang paling terisolasi lagi ini ikut terkena. Seperti aja diungkapkan bahwa ada istilah "mempelajari berkasan" yang artinya uang titipan ya... itu kalau tidak salah sejak dulu punya masalahnya, tapi kini sudah jelas banget siapa siapa yang mau jebak orang dan apa alasan utamanya. Saya rasa ini bisa menjadi tanda bahwa ada perubahan dari dalam pula di pengadilan ini, tapi masih banyak yang harus diperbaiki agar tidak terjadi seperti ini lagi di masa depan.
 
Aku pikir ini benar-benar kasus korupsi di pengadilan 🀯. Jangan bilang istilah "mempelajari berkasan" bisa jadi dari kata-kata yang tidak biasa dipakai, tapi secara akuratnya uang itu cuma berarti tipu muslihat ya? πŸ˜’

Saksinya ini memang mengaku menerima uang sebelum penyerahan kedua, dan ada lagi saksi lain yang menerima uang juga. Makanya kalau suap terjadi di pengadilan, kita harus paham siapa-siapa pun bisa jadi korup. Tapi masih banyak hal yang tidak jelas dari kasus ini, aku tetap akan menunggu informasi lebih lanjut ya πŸ˜….
 
Okeeeeee... kira-kira siapa yang beli-belah uang asing itu nih? 🀣 Ada Dolar AS, ada Singapura, tapi gini aja apa artinya? Uang itu kayak permenanahan korupsi di pengadilan. Saksinya bilang bahwa uang itu didapatkan dari terdakwa penerima suap lainnya, tapi aku rasa bukan cuma soalnya. Mereka semua sama-sama korup. πŸ€‘ Dan siapa yang mau tahu siapa saja yang menerima uang tersebut? Tapi akeh banget biaya pembentukan hakim! Rp40 miliar kayak tidak masuk akal banget. 🀯
 
Korupsi di pengadilan yang tidak kalah dengan korupsi di luar sana 🀯. Itu kalau sudah sampai ke pengadilan, siapa tahu apa yang bisa dipastikan sih? Nah, kalau ada saksi yang mengakui menerima uang titipan itu, berarti ada yang tahu dan tidak bicara ya... atau salah satu ya... πŸ˜…. Saya tidak percaya kalau ada korupsi di pengadilan ini, tapi kalau benar, itu berarti semua sistemnya yang lemah sih. Tapi, saya masih optimis, karena saya pikir korupsi ini juga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi tindakan korupsi yang akan datang. Dan mungkin, ini juga bisa menjadi kesempatan bagi pihak yang bersangkutan untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan integritasnya... tapi kalau tidak, kita harus tetap siap untuk menghadapi kebenaran. πŸ€”
 
Haha kalau lihat saja praktik korupsi di pengadilan kayak gini! Mempelajari berkasan? Hmmph, saya rasa istilah itu harus disingkat jadi 'mempelai' aja, bikin kayak bawa tawanan ke pasar :D. Saya masih ingat kalau back in my day, pengadilan kayak yang ini tidak pernah terjadi. Sekarang sudah begitu mudah uang titipan bisa datang dan pergi aje. Dan saksi ini? Menerima uang itu sebelum penyerahan kedua, apa artinya sih kalau dia itu punya masalah dengan pengadilan sendiri :(.
 
Wah cemerteh banget dengerin istilah "mempelajari berkasan" yang benar-benar bukan tentang berbicara agak keras aja, tapi tentang korupsi yang serius sekali! πŸ€‘ Mereka bilang uang itu untuk "mempelajari" bagaimana cara memanipulasi sistem, siapa yang menang dan siapa yang kalah. Itu kalau tidak diatasi dengan segera akan bikin sistem ini menjadi semakin tidak percaya diri, ya πŸ€¦β€β™‚οΈ. Pasti bingung banget kalau ada saksi yang menerima uang itu dengan nilai Rp 5 Miliar, itu seperti memberikan hadiah kepada siapa saja yang mau bermain-main dengan korupsi! πŸ™…β€β™‚οΈ
 
Wah, kabar ini benar-benar bikin jijik! Siapa tahu apa lagi korupsi di pengadilan? Mempelajari berkasan itu tidak lain adalah uang titipan ya...

Saya pikir ini menunjukkan bahwa di dalam sistem hukum kita masih banyak macetnya. Seperti apa sih caranya untuk memperbaiki hal ini? Saya harap pemerintah dan pengadilan bisa segera mengambil tindakan yang tepat agar korupsi tidak terus berlanjut.

Saya tidak ingin membuat kekhawatiran, tapi secara realistisnya, jika seperti ini terjadi di dalam proses hukum, maka bagaimana caranya untuk memperjamin bahwa putusan hukum benar-benar adil? πŸ€”πŸ‘Ž
 
Gini kayaknya suap korupsi di pengadilan kaya banget 😱! Makasih sama jaksa penuntut umum yang gak usah pakai uang untuk membawa kasus ke akhirannya, kan? Tapi sepertinya ada masalah lagi karena ada saksi yang bilang mereka tidak tahu kalau itu uang titipan aja πŸ€”. Bayangkan jika kasus ini jadi nyata dan korupsi di pengadilan mulai bongkar... gak akan terjadi apa?
 
Makasih deh sih... ternyata ada lagi korupsi di pengadilan πŸ™„. Kalau ini bukan lagi tentang uang nanti bakal apa? πŸ˜’ Yang terkejut lagi saya sih, bukan karena ada korupsi, tapi karena istilah "mempelajari berkasan" itu serius-seriusan aja, sih... πŸ€·β€β™‚οΈ Saya rasa ini perlu diatasi, jangan sampai kasus ini terus berlanjut...
 
INI NYA KISAHNYA, PENYELANJUTAN SUAP HAKIM DAN UANG TITIPAN YA... SAKSI ITU MENCABUTI NYANYIKAN KENAPA UANG THOSE DITERIMA DARI PIHAK BERPERKARA. MEMPELAJARI BerkASAN YA, ARTINYA TIDAK SERIOUS, SOALNYA BISA JADI PERJUANGAN RAGU, TAPI NYATA NYA SELINGKARAN KORUPSI DI PENGADILAN. SAKSI ITU AKUI YA, UANG THOSE DITERIMA SEBESAR Rp30 MILIAR ATAU 1,8 JUTA DOLAR AS. INI NYA NYATANYA, PENYELANJUTAN SUAP HAKIM DAN KORUPSI DI PENGADILAN. SANGAT PARAH YA... 🀯
 
Kasihan sekali kalau korupsi bisa masuk ke pengadilan juga πŸ€¦β€β™‚οΈ. Tapi jangan sabar-sabar aja, karena ini masih berarti ada orang yang mau tampil dan mengungkapkan hal-hal yang benar. Saksi ini malah lebih berani daripada majelis hakim sendiri, bisa tahu gak sih? Dan kalau saya harus bilang, saya rasa korupsi di pengadilan ini bukan hanya tentang duit saja, tapi juga tentang kekuatan dan kemampuan. Jadi, jangan terkejut jika ada lagi kasus korupsi yang muncul di masa depan πŸ€‘.
 
😩 Oh man, ini keren banget! Korupsi di pengadilan, sih... kalau ini benar-benar terdeteksi, harusnya punya dampak besar! Tapi, kenapa gini? Ada saksi yang mengaku menerima uang dari pihak berperkara, lalu ada saksi lain yang juga menerima, tapi dari mana asal uang tersebut? πŸ€”

Dan siapa nanti yang bertanggung jawab atas ini? Advokat Marcella Santoso, ya? Atau kalau ini bukan korupsi seperti biasanya, tapi lebih seperti... kejadian-kejadian konyol di balik layar? πŸ€‘
 
oh iya, ini gini... praktik korupsi di pengadilan kayaknya benar-benar sangat mematikan 🀯. siapa tahu kalau tidak ada orang yang berani mengunggah kebenaran? tapi apa yang harus kita lakukan ya? kita harus terus mengawal dan mengecek agar ini tidak terjadi lagi. perlu diingat bahwa korupsi bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang integritas dan kesetaraan dalam sistem hukum πŸ™.
 
Maksudnya kalau korupsi punya cara yang keren, yaitu mempelajari berkasan 🀣. Saya rasa ini bukan berarti korupsi itu baik-baik saja, tapi lebih seperti ini korupsi ada di mana-mana, bahkan di pengadilan, dan kita harus terus waspada untuk tidak jadi korban ya 😊. Saya harap ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang, termasuk mereka yang berwenang, agar kita bisa menghentikan semakin banyaknya korupsi ini πŸ‘.
 
Kalau mau tahu siapa yang bilang "mempelajari berkasan" itu benar-benar artinya, siapa lagi kalau bukan korupsi di pengadilan? πŸ€‘πŸš«
Apa sih kehebohan dari istilah tersebut sebenarnya? Kalau aku pikirnya hanyalah cara-cara orang berbicara yang lucu, tapi ternyata benar-benar ada uang yang terlibat. 1,8 juta dolar AS atau Rp30 miliar itu bukan mainan, bukannya bisa membuat matahari terbit? πŸŒŸπŸ€‘
Saya curious banget siapa nanti akan bertanggung jawab atas korupsi ini. Advokat Marcella Santoso dan tiga terdakwa lainnya pasti harus berbicara di depan pengadilan, tapi aku ragu-ragu siapa yang benar-benar bertanggung jawab... atau sih hanya aku yang kacau? πŸ€”πŸ‘€
 
Aku rasa ini kayaknya terjadi karena kurangnya kebijakan pengadilan yang efektif. Jika pengadilan bisa mengatur sistem pengelolaan dana dengan lebih baik, maka ini gak akan terjadi. Dan kita juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu korupsi di pengadilan ini 😊. Aku rasa pihak pengadilan dan jaksa penuntut umum harus lebih serius dalam menginvestigasi dan menghukum para pelaku korupsi. Kita tidak boleh biarkan kejahatan ini terus berlanjut, kan? πŸ™…β€β™‚οΈ
 
kembali
Top