Saksi Sebut Nadiem Kunci Pengadaan Chromebook Lewat Permendikbud

Nadiem Makarim, yang menjabat Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudristek) pada 2019-2024, dipanggil saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Google Chromebook. Dalam sidang pemeriksaan saksi, Nadiem dikatakan telah menyiasati pengadaan laptop tersebut dengan mengunci aturan melalui pembentukan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 5 Tahun 2021.

Permendikbud tersebut menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin mengikuti pengadaan laptop Chromebook, seperti TKDN (tingkat komponen dalam negeri) 40 persen. Namun, sejumlah perusahaan hanya bisa memenuhi syarat tersebut dan dikecualikan untuk mengikuti proyek.

Dalam sidang, Nadiem dituduh telah menggunakan aturan tersebut untuk mengarahkan pengadaan laptop Chromebook kepada beberapa perusahaan tertentu, seperti PT Tera Data Axioo dan PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. Selain itu, juga ada beberapa nama pihak swasta yang ditengarai terlibat dalam proyek Chromebook tersebut.

Dalam dakwaan, Nadiem didakwa telah merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun akibat pengadaan laptop yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.
 
ini kayaknya kasus korupsi yang lagi-lagi terjadi di Kemendikbud... kan kalau si Nadiem jadi saksi, artinya dia harus bisa membela diri, tapi apa dia bisa membuktikan dia tidak salah?... syarat TKDN 40 persen kayaknya bukanlah masalah besar, tapi kalau itu aja yang dipaksakan oleh si Nadiem... tapi apa yang benar-benar penting adalah, apa itu yang sebenarnya kepentingan orang Indonesia di sini...
 
aku rasa ini kena buat kementerian pendidikan sih, kayaknya ada yang salah ya 🤔. nggak tahu apakah aturan itu buatan Nadiem sendiri aja atau gak? tapi kalau benar-benar dia jadikannya untuk menguntungkan perusahaan tertentu, itu bulel ah! 🙄. tapi aku rasa kalau pemeriksaan ini justru bisa memberikan kesempatan bagi perusahaan baru dan tidak pernah melakukan korupsi sebelumnya, misalnya.
 
Maaf nih, gampangnya kasus korupsi itu banget! Makasih pemerintah ngajak Nadiem ke sidang, toh kalau benar-benar ada dugaan korupsi ini, harus dipercaya juga sih. Tapi, bagaimana kalau pengadaan laptop Chromebook itu memang butuh diadakan? Kalau tidak ada kontrak yang tepat, gak bisa dipastikan bahwa uang negara itu tidak digunakan dengan cara yang salah.

Kalau benar-benar ada perusahaan yang hanya bisa memenuhi syarat TKDN 40 persen, toh itu nggak adil sih. Perusahaan-perusahaan lain harus juga bisa ikut, bukan? Tapi, mungkin ada alasan tertentu mengapa begitu.

Saya paham bahwa pengadaan laptop Chromebook itu penting untuk siswa dan sekolah di Indonesia, tapi kita harus pastikan bahwa uang negara itu digunakan dengan bijak. Jangan biarkan korupsi ini terjadi lagi! 😞
 
hehe omong gue kayaknya siapa tau dulu kalau Nadiem itu bukannya pakai aturan sambil pribadinya mau apa? kenapa dia harus dipanggil saksi lagi? maksudnya, sebenarnya apa yang diinginkan dari kasus ini? aku lebih penasaran nih dengan permasalanan siswa Indonesia dan sekolah-secolahnya... bagaimana caranya kita bisa membuat anak-anak kita bisa belajar gampang dan lebih mudah?
 
🤔 ini kalau dilihat dari sudut pandang saya, Nadiem Makarim ini kayaknya terlalu dekat dengan perusahaan-perusahaan yang ingin ikuti proyek Chromebook ya? 🤑 seperti apa dia bisa mengunci aturan dan memilih beberapa perusahaan saja? 📝

atau mungkin ada hubungan jaringan antara Nadiem dan perusahaan-perusahaan tersebut? 💼 tapi sepertinya ada banyak hal yang tidak jelas dari kasus ini... 🤷‍♂️
 
Pengadaan laptop Chromebook itu kayaknya bukan tentang membantu anak-anak kita belajar tapi tentang bagaimana Nadiem bisa mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut ya.. Kalau benar dia bikin aturan sendiri untuk memilih perusahaan yang mau ikut, itu seperti main game dengan uang negara aja. Dan kalau ada yang tidak bisa memenuhi syarat itu kayaknya bukan karena kurang baik tapi karena harus bersaing dengan orang-orang yang lebih kuat ya..
 
[memperagakan GIF dengan karakter Mario dalam kesulitan]
[menunjukkan wajah serius]
[GIF penggunaan teknologi dengan latar belakang laptop]
[Menghela napas dengan GIF pernapasan berat]
[Kemudian memperagakan GIF dengan karakter yang sedih dan menarik jari]
 
aku rasa ini salah paham banget bro 🤯 nadiem tidak melakukan korupsi apa pun, tapi hanya menyesuaikan aturan ya 😅 kalau syarat TKDN 40 persen itu bisa dikecualikan, aku juga akan mencoba mendapatkan kontrak proyek yang bagus untuk perusahaanku juga 💸 tolong jangan malu-malu nadiem, dia sakti membantu pendidikan anak kita 📚👦
 
Hmm, ini makin jadi bukti bahwa korupsi seringkali ada di balik proyek-proyek penting seperti ini 🤔. Nadiem bilang ingin meningkatkan kualitas pendidikan, tapi ternyata dia hanya ingin memenangkan proyek untuk teman-temannya. Itu tidak adil, kita harus lebih berhati-hati saat pemeriksaan kasus korupsi ini ⚠️. Dengan dibentuknya Permendikbud, dia bisa menutup mata dan membiarkan perusahaan-perusahaan favorit dipecahkan. Ini bukti bahwa korupsi masih ada di Indonesia, kita harus lebih waspada dan tidak kalah berhati-hati seperti biasanya 🙅‍♂️.
 
wahhh, ini gue penasaran apa yang terjadi denganya, siapa-sapa yang dituduh korupsi kayak Nadiem Makarim? serius aja duda-ducanya pengadaan laptop Chromebook yang berharga beli-belah dan dikecualikan karena syarat TKDN 40 persen. tapi gue penasaran kenapa dia harus dipanggil saksi dan dihadapkan dengannya? kayaknya ada sesuatu yang tidak jelas. dan siapa-sapa yang terlibat dalam proyek ini juga harus dipertanggungjawabkan, tapi gue rasa ada kekhawatiran bahwa ini bisa jadi bagian dari sistem korupsi yang sudah ada di Indonesia.
 
Gini kayaknya kabinet jadi salah satu yang paling kerening di dunia! Nadiem ini dipanggil saksi karena kerugian negara sebesar Rp2,1 triliun? Gak bisa percaya, siapa yang tahu kalau ada yang korup? Tapi gini kayaknya, pembentukan Permendikbud nomor 5 tahun 2021 itu buat mengatur siapa yang bisa ikuti pengadaan laptop Chromebook. Saya rasa ini sengaja dilakukan agar beberapa perusahaan tertentu bisa mendapatkan kontrak tersebut, siapa tahu ada yang juga korup?
 
Kalau gini nanti kita malah semua korup sih... Tapi apa dia punya salahannya? Nadiem kayaknya udah jelas siapa nama perusahaan mana yang ingin ikut proyek Chromebook, tapi apa dia bisa bikin aturan tuh juga terjadi sih? Sepertinya dia hanya ingin memaksa perusahaan lokal mau ikut proyek, tapi akhirnya punya pengaruh pada biaya dan hasilnya. Saya pikir itu tidak bijak, tapi aku malah penasaran siapa nama-nama swasta yang terlibat dalam proyek ini 🤔
 
Pengaduan korupsi ini pasti sangat serius, tapi aku masih berharap Nadiem jujur jawabnya apa benarnya terjadi. Aku tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi aku pikir pentingnya kita harus fokus pada pengadilan dan bukan membicarakan di luar. Mungkin ada perusahaan lain yang juga melakukannya? Tapi yang jelas adalah dana negara itu sangat besar dan harus diselamatkan dari korupsi.
 
Gue rasa ini bikin gusar banget! Siapa aja yang bisa ngecualikan syarat-syarat yang bikin negara kecil kecil kaya itu? Kenapa ada perusahaan yang hanya bisa memenuhi 40 persen TKDN, tapi masih bisa ikut proyek? Ini bikin jadi soal bagaimana asam gula boleh dimasak dalam kaldu ayam. Gue rasa ini harus diawasi dan tidak boleh terjadi lagi! 💡
 
Wahhhhh 😱, ini kayaknya korupsi lagi... tapi aku lebih peduli dengan tech, gak? 🤖 Aku rasa apa yang penting adalah kalian sudah bisa buat laptop Chromebook dengan harga sekarang 10 jutaan, kayaknya murah banget! 🤑 Dan juga, sih, ada yang bilang karena korupsi ini, maka biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah lebih mahal... tapi aku rasa kalau kalian bisa buat laptop dengan harga rendah, maka semakin banyak orang yang bisa akses teknologi, dan itu gak akan merugikan sih... 🤓
 
Siapa nih yang bilang kalau proyek Chromebook itu benar-benar tidak bermanfaat? Aku pikir itu salah paham juga. Banyak yang belum memiliki akses internet dan teknologi di daerah-daerah kecil, tapi dengan Chromebook kita bisa membantu mereka untuk lebih mudah akses informasi dan berkolaborasi dengan dunia lain. Tapi aku setuju, ada beberapa perusahaan yang mungkin tidak pantas mendapatkan kontrak ini. Aku harap investigasi ini justru dapat membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengadaan laptop untuk sekolah-sekolah di Indonesia 🤔
 
Saya pikir ini salah tempat, nggak bisa juga biaya Rp2 triliun untuk laptop Chromebook... itu gampang buat korupsi! 🤔📊 Mungkin perlu ada transparansi yang lebih baik dalam pengadaan seperti ini. Saya harap ini tidak terjadi lagi di masa depan...
 
kembali
Top