Dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan laptop Google Chromebook, saksi utama, Eks Kasi Sarana dan Prasarana Subdit Direktorat Pembinaan SMP, Cepy Lukman Rusdiana, menyatakan bahwa Kemendikbud, sebelum era Menteri Nadiem Makarim, menerima bantuan teknologi berupa laptop Chromebook pada 2018-2019.
Namun, menurut Cepy, kelemahan utama dari Chromebook saat itu adalah ketergantungan akan akses internet. Penggunaan Chromebook di sekolah memerlukan koneksi internet yang stabil untuk proses belajar-mengajar, sehingga bukan semuanya dapat mengaksesnya. Selain itu, para guru dan siswa tidak familiar dengan penggunaan sistem operasi dalam komputer Chromebook, sehingga membuatnya tidak sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Selain itu, aplikasi pendataan sekolah, siswa dan seluruh sarana prasarana atau Dapodik, tidak dapat diakses melalui Chromebook. Hal ini menimbulkan masalah dalam pengelolaan data sekolah.
Evaluasi paling penting adalah keberadaan Chromebook yang tidak bisa digunakan untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Meski aplikasi UNBK dapat diunduh, namun tidak dapat dijalankan pada Chromebook saat itu.
Meskipun demikian, Nadiem, sebagai menteri kala itu, masih menghendaki pengadaan Chromebook walaupun mengetahui evaluasi tersebut.
Namun, menurut Cepy, kelemahan utama dari Chromebook saat itu adalah ketergantungan akan akses internet. Penggunaan Chromebook di sekolah memerlukan koneksi internet yang stabil untuk proses belajar-mengajar, sehingga bukan semuanya dapat mengaksesnya. Selain itu, para guru dan siswa tidak familiar dengan penggunaan sistem operasi dalam komputer Chromebook, sehingga membuatnya tidak sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Selain itu, aplikasi pendataan sekolah, siswa dan seluruh sarana prasarana atau Dapodik, tidak dapat diakses melalui Chromebook. Hal ini menimbulkan masalah dalam pengelolaan data sekolah.
Evaluasi paling penting adalah keberadaan Chromebook yang tidak bisa digunakan untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Meski aplikasi UNBK dapat diunduh, namun tidak dapat dijalankan pada Chromebook saat itu.
Meskipun demikian, Nadiem, sebagai menteri kala itu, masih menghendaki pengadaan Chromebook walaupun mengetahui evaluasi tersebut.