Saksi Kasus Perizinan K3 Ungkap Alasan Nominal Suap Bervariasi

Kasus penipuan perizinan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menimbulkan keraguan. Saksi utama Nila Pratiwi Ihsan mengungkapkan bahwa beberapa pejabat dan staf internal kementerian tersebut diduga menerima uang hasil penipuan yang berasal dari perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja (PJK3).

Nominal uang yang dibagikan beragam, mulai dari jutaan hingga ratusan juta, tergantung peranan mereka dalam proses penerbitan sertifikat K3 di internal Kemnaker. Menurut hakim Nur Sari Baktiana, pertanyaannya adalah apa dasar yang digunakan untuk menentukan nominal tersebut.

Saksi Nila menjelaskan bahwa dia menerima uang dari PJK3 dalam proses pengurusan sertifikat K3. Dia menyebutkan bahwa sebagian besar uang tersebut dibayarkan dengan transfer, sementara ada juga yang tidak dibayarkan secara tunai.

"Kalau sebagian besar ditransfer, kalau cash?" tanya jaksa penuntut umum.

"Di kantor," jawab Nila.

Dalam kurun waktu Agustus 2021 hingga Agustus 2024, Nila berhasil mengumpulkan uang hingga sebesar Rp 1 miliar. Namun, dia membantah hal ini, karena menurutnya hal itu adalah angka perkiraan upah yang diterimanya dari pengelolaan uang hasil penipuan K3.

"Iya. Izin, Pak, di BAP tersebut saat perhitungan itu kalau saya terimanya yang minimal berapa tadi ya, 10 (juta) dikali 30 sekian bulan, dapatnya segitu dapatnya. Dan kemudian kalau misalnya saya menerima 50, berarti 50 kali sekian. Itu hanya range saja, karena nilai setiap bulannya tidak selalu sama," jawab Nila.

Dalam perkara ini, KPK juga telah melakukan penyitaan terhadap 32 kendaraan, terdiri dari 25 unit mobil dan 7 unit motor.
 
🤔 Aku pikir pemerintah harus lebih transparan tentang hal ini. Mengapa ada uang yang dibagikan kepada pejabat dan staf internal kementerian itu? Apa yang sebenarnya mereka lakukan dengan uang tersebut? 🤑 Ada kecurangan dalam proses penyelesaian izin K3 ya, tapi kita harus tahu apa benarnya.
 
Pernah gampang untuk menilai siapa yang kaya dari apa yang diberikan kepadanya 😒. Tapi sebenarnya di balik ini ada keraguan tentang bagaimana nominal uang itu dihitung, ya? Apakah ada dasar yang jelas atau hanya sekedar kepentingan pribadi? 🤔

Sudah lama perizinan K3 di Kemnaker ini menimbulkan banyak pertanyaan. Masa apa kita harus ragu-ragu lagi tentang kualitas layanan keselamatan dan kesehatan kerja? 🙄

Dan kalau kita lihat dari sisi hukum, pertanyaannya bukan hanya tentang nominal uang yang dibagikan, tapi juga tentang bagaimana pelaku penipuan ini dipecahkan. Masih banyak kecurangan yang terjadi dalam pemerintahan ini... 🤦‍♂️
 
Gue penasaran kenapa pejabat di Kemnaker masih bisa menerima uang hasil penipuan seperti itu... 🤔
Apa kira-kira mereka udah ada konsekuensi dari tindakan seperti itu? 🚨
Gue pikir jika ini bukan hanya tentang dana yang hilang, tapi juga tentang integritas dan kejujuran dalam pekerjaan...
Mengapa harus demikian rumit untuk mendapatkan sertifikat K3...
Gue rasa kalau sistem seperti itu jadi lebih mudah dipaahari oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab...
 
Gue pikir kalau ini nggak bisa mungkin ya? Dua tahun setelah kasus penipuan di Kemnaker ternyata masih belum selesai, apalagi aja penjelasan dari saksi utama Nila Pratiwi Ihsan yang jadi kunci kasus ini. Gue yakin kalau banyak uang yang dibagikan oleh PJK3 itu hasil dari korupsi, tapi apa dia menerima uang itu? Kalau tidak, kenapa dia bisa begitu percaya diri dalam pengelolaannya?

Gue pikir kalau kementerian ini harus lebih jujur dan terbuka tentang kasus ini. Gua penasaran aja apakah ada bukti yang cukup untuk menentukan siapa yang salah dan siapa yang tidak. Tapi apa yang gue lihat sekarang, hanya banyak uang yang dibagikan tanpa ada transparansi yang cukup.

Gue setuju kalau ada dasar yang jelas dalam penentuan nominal uang itu, tapi apa dasarnya? Apakah dia menerima uang itu dari perusahaan PJK3? Jika benar, kenapa dia tidak menceritakan hal ini sejak awal? Gue yakin kalau ini kasus korupsi yang serius dan harus diinvestigasi lebih lanjut.
 
Eh, gini kayaknya kasus penipuan di Kemnaker ya, yang bikin kita ragu-ragu apa yang benar dan apa yang salah. Nila Pratiwi Ihsan itu kayaknya nggak jujur, tapi nggak juga bisa dipastikan sih bahwa dia hanya ngomong-ngomong aja. Uang itu dari mana, siapa tahu? Dan kemudian ada pertanyaan tentang uang apa yang dibayarkan kepada pejabat dan staf internal Kemnaker itu. Kalau sebagian besar di transfer, tapi ada juga cash, eh? Itu kayaknya tidak jelas banget. Saya rasa kalau sumber daya negara itu dipegang dengan bijak, mungkin kita bisa menghindari masalah seperti ini. Dan kemudian ada hal yang bikin saya penasaran, yaitu 32 kendaraan yang direbut oleh KPK itu. Apakah itu benar-benar uang hasil penipuan atau apa sih? Kita tunggu saja jawabannya ya 😒
 
Gue jadi tanya, kenapa sih pihak Kemenaker tidak bisa mengontrol sih keuangan internalnya sendiri? Kalau ada penipuan, kenapa gue tidak pernah diberitahu? 🤔

Dan lagi, kalau uang yang dibagikan itu hasil penipuan, apa sih tujuan dari proses penerbitan sertifikat K3 itu? Apakah hanyalah untuk memperoleh uang saja?

Gue pikir, ada baiknya jika gue tidak pernah mengenal siapa-siapa di dalam kementerian itu. Biar gue tidak terkena korban penipuan sama sekali! 😅
 
Hai bro... kalau lihat kasus penipuan di Kemnaker ini, aku pikir ada cerita dalamnya. Mereka yang berkepentingan dengan uang, padahal itu uang hasil penipuan... apakah mereka benar-benar fokus pada keselamatan dan kesehatan kerja? Atau mungkin hanya fokus pada bagaimana bisa mendapatkan uang.

Aku rasa ada satu hal yang harus kita pikirkan, yaitu bagaimana kita bisa menghindari kecurangan seperti ini. Jika kita semua bisa bersih dalam hati dan tidak terlalu fokus pada uang, mungkin kita bisa membuat kebijakan yang lebih baik. Mungkin kita bisa membuat aturan yang lebih ketat sehingga tidak ada lagi kasus penipuan seperti ini.

Dan juga, aku pikir kita harus berpikir apa yang sebenarnya penting di sini. Apakah itu uang atau keselamatan dan kesehatan kerja? Aku rasa kita harus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja, bukan uang. Karena jika kita bisa membuat kebijakan yang lebih baik, maka kita tidak akan lagi memiliki masalah seperti ini. 😊
 
Paham banget apa yang terjadi disini 🤯. Semua pejabat dan staf internal Kemnaker ternyata jadi korup. Kalau ini bukan korupsi yang besar-besarnya, siapa tahu kerugian bagi negara dan rakyat Indonesia bakal semakin besar 😩. Bagai mana uang hasil penipuan K3 itu dibagi? Tidak adil kan? 🤷‍♂️ Semua harus ada proses yang jelas dan transparan, bukan cuma siapa pun yang punya niat untuk korupsi aja bisa melakukannya 🚫.
 
Gak bisa dipungut kepercayaan kalau ada pejabat di Kemnaker yang menerima uang hasil penipuan K3, lho! Itu seperti ngaruh keterampilannya dalam menerbitkan sertifikat K3, apa? Kalau mereka bisa menangkap diri sendiri, tidak usah jadi korban kerugian dari perusahaan lain. Dan siapa yang tahu, kalau ada uang hasil penipuan yang dibagikan ke para pejabat itu, mungkin bisa digunakan untuk memperbaiki sistem K3 yang bermasalah di Kemnaker juga 😊.
 
iya, kasus ini kayaknya bikin keraguan lagi. nggak bisa percaya sih kalau ada pejabat di kementerian kemnaker yang jadi korban penipuannya sendiri. tapi apa yang bikin bingung lagi adalah kenapa uang yang dibagikan itu berbeda-beda? kayaknya ada sesuatu yang tidak jelas di balik kejadian ini... 🤔

di mana sih uang itu asal? dari mana kemari? dan bagaimana caranya ada uang yang dibayarkan secara transfer, tapi ada juga yang tidak? kalau benar-benar korban penipuan sendiri, kenapa dia harus menerima uang dari pihak yang jadi korban? kayaknya ada sesuatu yang tidak beres di sini... 😒
 
omg, kalau begitu itu bikin banyak keraguan di kalangan pekerja k3, apa yang dibayangkan sih kalau mereka tahu uang hasil penipuan tersebut juga ada di dalam, makanya aku rasa harus dilakukan pengecekan lebih lanjut tentang ini 🤑🔍
 
Wow 🤯, kalau ada pejabat kementerian kemnaker yang dipaksa menerima uang hasil penipuan itu kan? Semacam korupsi, apa sih ya yang ingin dikejar? Minimalkan saja dengan tidak memaksa saksi muncul di pengadilan 🚔
 
kembali
Top