Saksi: Jual Solar di Bawah Bottom Price Belum Tentu Rugi

Kasus dugaan korupsi penjualan BBM industri di PT Pertamina Patra Niaga tak akan terunggah-unggah oleh tuduhan niat jahat bagi tiga pejabat tertinggi perusahaan tersebut, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne. Menurut Luhut M. P. Pangaribuan, koordinator tim advokat yang mewakili tiga pejabat ini, keterangan para saksi dalam persidangan hari ini semakin menegaskan bahwa unsur niat jahat atau mens rea sama sekali tidak terbukti.

Menurut Luhut, proses penentuan harga dilakukan sesuai prosedur tanpa adanya intervensi dari atasan direksi, termasuk dari terdakwa. "Tidak pernah ada intervensi. Semua proses dilakukan sesuai SOP, tata kelola, dan otorisasi yang ada di perusahaan. Kami bekerja secara independen sesuai deskripsi pekerjaan," ujar Taufiq.

Luhut juga menambahkan bahwa argumentasi mengenai kerugian sudah sangat lemah dan telah berulang kali terpatahkan oleh fakta persidangan. Sebaliknya, kebijakan yang diambil justru disebut menghasilkan penghematan impor bahan bakar minyak sebesar 26 juta dolar Amerika Serikat (AS) serta keuntungan masing-masing 1,4 miliar dolar AS dan 1,2 miliar dolar AS dari penjualan solar non-subsidi pada tahun 2022 dan 2023.

Menurut jaksa, para terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi. Namun, fakta persidangan menunjukkan tidak adanya perbuatan melawan hukum maupun kerugian negara akibat perbuatan Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.

Saksi-saksi yang berpidato hari ini, yaitu Muhammad Taufiq Setyawan sebagai VP Industrial & Marine Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Dimas Eka Yuniar Rusli sebagai Manager Mining Industry Sales, serta Nur Amalia Lubis sebagai VP Controller Pertamina Patra Niaga, menyatakan bahwa penjualan solar di bawah indikator bottom price tidak secara otomatis menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Ia menjelaskan bahwa harga jual harus tetap di atas Cost of Goods Sold (COGS) agar perusahaan tidak rugi.

Dimas Eka Yuniar Rusli menjelaskan bahwa menjaga market share atau pangsa pasar adalah kunci keberlangsungan bisnis. Menurutnya, harga yang kompetitif diberikan untuk mempertahankan volume penjualan.

Sementara itu, Nur Amalia Lubis membeberkan data untuk mendukung kesaksian para saksi. Berdasarkan paparan Nur, meskipun ada fluktuasi harga per transaksi, secara keseluruhan atau agregat, segmen industri tetap mencatatkan laba.
 
aku pikir kasus ini terlalu panjang dan sulit dipahami, apa yang ingin dibicarakan adalah apa yang sebenarnya terjadi di PT Pertamina Patra Niaga. aku rasa ada yang salah dalam proses penentuan harga, tapi tidak ada bukti nyata bahwa ada niat jahat. mungkin perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sana πŸ€”
 
Pikirnya sih kalau kasus ini bisa dianggap sebagai bukti bahwa sistem pengawasan sudah berjalan dengan baik. Saya rasanya para saksi yang menghadiri persidangan hari ini benar-benar profesional dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan mereka mau menyembunyikan sesuatu. Tapi apa sih jika mereka hanya bisa menjelaskan saja? πŸ€” Nah, saya pikir ini bukan masalah lagi karena sudah banyak data yang disiapkan untuk mendukung kesaksian mereka. Yang penting adalah di balik semua itu ada kebijakan yang benar-benar efektif dalam menghemat impor bahan bakar minyak dan memberikan penghasilan yang signifikan dari penjualan solar non-subsidi. Saya rasa ini adalah contoh bagus bahwa sistem kerja di Pertamina Patra Niaga sudah cukup transparan dan tidak ada tanda-tanda korupsi. 😊
 
Pagi kawan 🌞, aku pikir ini kasus penjualan BBM industri yang bikin banyak kontroversi. Aku pikir kalau ada tuduhan niat jahat, itu artinya para pejabat di PT Pertamina Patra Niaga tidak memiliki bukti yang kuat tentang kerugian negara. Aku rasa mereka sudah melakukan apa yang harusnya dilakukan untuk menjaga bisnisnya, yaitu mempertahankan harga kompetitif dan menghemat biaya. Kalau ada fluktuasi harga, itu normal banget di industri ini. Aku pikir justru ada kebijakan yang baik dari perusahaan ini, seperti penghematan impor bahan bakar minyak dan keuntungan dari penjualan solar non-subsidi. Maksudnya, mereka sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk membantu negara. πŸ™
 
iya aja sih, kasus ini memang terasa sedikit tidak adem, tapi aku pikir sih kalau keterlibatan dua orang tersebut sebenarnya tidak ada kejahatan yang pasti. proses penjualan BBM industri di Pertamina Patra Niaga ternyata dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prosedur, bahkan ada penghematan impor bahan bakar minyak yang cukup besar 😊. aku rasa tidak perlu menunggah-unggah tiga pejabat tersebut hanya karena ada keraguan tentang niat jahat atau mens rea. apa lagi kalau saksi-saksi seperti Dimas Eka Yuniar Rusli dan Nur Amalia Lubis bisa membawa data yang cukup untuk mendukung kesaksian mereka, maka aku rasa sudah waktunya untuk menutup kasus ini dengan tangan putih πŸ™
 
Gue rasa biar siapa juga tidak bisa dipastikan apa kabar ini. Tapi, menurutku kalau tidak ada kerugian sama sekali, maka nanti gue penasaran banget bagaimana cara mereka bisa jujur mengatakan bahwa ada yang salah? Sepertinya dari saksinya para pejabat tersebut benar-benar tidak melakukan apa-apa yang salah.
 
Aku rasa kasus ini masih terlalu kompleks, tapi aku pikir para pejabat di PT Pertamina Patra Niaga bukannya melakukan sesuatu yang salah kalau mereka berusaha untuk meningkatkan penjualan solar non-subsidi? Mereka hanya ingin mencari cara untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dan tidak ada bukti bahwa mereka melakukan korupsi. Aku rasa aku akan lebih percaya diri jika mereka bisa menunjukkan data yang lebih akurat tentang laba dan kerugian perusahaan. Dan aku pikir pihak advokat dari tiga pejabat tersebut benar-benar mencoba untuk membela mereka dengan argumen yang kuat πŸ€”
 
Gak bisa dipungut hukuman karena tak ada bukti yang cukup ya πŸ€”. Kenapa harus dipenjara ini? Hanya karena mereka melakukan pekerjaan dengan baik dan mendapatkan keuntungan dari penjualan solar, tapi karenanya tidak mau mengakui kesalahannya, kayaknya biar-biar malu aja πŸ˜‚. Saya pikir justru perusahaan yang harus bertanggung jawab atas hal ini, kalau pun ada kesalahan di dalam proses, jangan sibuk membuang tudingan kepada orang itu ya πŸ™…β€β™‚οΈ.
 
Makasih ya informasinya tentang kasus ini πŸ™. Saya pikir para saksi yang dipanggillah dalam persidangan ini benar-benar berani berbicara mengenai proses penentuan harga di PT Pertamina Patra Niaga. Mereka malah membuktikan bahwa tidak ada niat jahat atau mens rea sama sekali! πŸ€”

Saya senang mendengar bahwa perusahaan ini bekerja secara independen dan sesuai dengan prosedur yang ada, tanpa adanya intervensi dari atasan direksi. Itu adalah contoh bahwa perusahaan besar di Indonesia juga bisa bekerja secara jujur dan transparan πŸ’―.

Saya berharap kasus ini akan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu memeriksa informasi sebelum membentuk opini, ya? πŸ€“
 
πŸ€” apakah benar kalau perusahaan tidak bisa dipenjara karena gak ada bukti niat jahat? πŸ™„ aku pikir itu aneh banget. mengapa gak bisa dipenjara kalau kita tahu pasti ada yang salah, tapi ternyata gak ada bukti apa-apa. πŸ˜’ aku rasa ini sama sekali tidak adil. πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Kalau siapa yang tahu, proses penjualan BBM di Pertamina Patra Niaga ini ternyata lebih jelas banget dari apa yang kita dengar di luar sana. Nah, kalau sudah ada saksi yang bisa menjelaskan dengan jelas, itu berarti kita bisa melihat kembali apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, kalau masih banyak yang curiga dan tidak percaya, saya pikir itu karena kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara kerja di industri minyak. Nah, saya rasa ini bukan masalah korupsi, tapi lebih tentang kesalahpahaman dan pengetahuan yang kurang. 😊
 
Kalau aja tidak ada kejutan, tapi kalau ada yang jujur kata mereka benar-benar seperti apa aja πŸ€”. Semua proses di Pertamina Patra Niaga sudah sesuai SOP dan tidak ada intervensi dari atasan direksi, bukan kan? Jadi kenapa kalau ada tuduhan niat jahat tapi hasilnya tidak ada kerugian untuk negara πŸ€‘. Yang penting adalah harga jual harus tetap di atas COGS, kalau tidak rugi perusahaan kan 😊. Sementara itu, saya rasa biaya impor minyak bumi semakin naik dan perlu diperhatikan agar tidak lagi membuat kerugian bagi negara 🌎
 
Wah kawan, coba dengerin siapa yang salah di sini! πŸ™„ Pertamina Patra Niaga ini jangan dipaksa terus-terusan karena kasus korupsi, tapi siapa yang benar-benar melakukan kesalahan itu yang harus dihukum. Luhut siapa yang bilang persidangan sudah menunjukkan bahwa tidak ada niat jahat sama sekali? Nah, kalau begitu, siapa yang salah lagi? πŸ˜’

Aku pikir perusahaan ini harus jujur dengan pihak berwenang tentang apa yang terjadi di dalamnya. Jangan hanya mau mengatakan "proses dilakukan sesuai SOP" tanpa bukti-bukti yang konkrit. Itu nggak masuk akal, kawan! πŸ™…β€β™‚οΈ

Dan siapa yang bilang bahwa kerugian negara itu benar-benar akibat dari perbuatan mereka? Tapi apa kebijakan tersebut yang benar-benar membantu negara? Tadi aku dengerin siapa yang bilang tentang penghematan impor bahan bakar minyak, tapi siapa yang tahu apakah itu benar-benar jualan yang masuk akal atau nggak? πŸ˜‚

Aku sengaja nggak membaca buku, tapi aku penasaran kalau ada apa lagi yang harus kita ketahui tentang kasus ini... πŸ€”
 
omong omongan ini bikin bingung nih πŸ€” apa yang terjadi di PT Pertamina Patra Niaga? menurut jaksa mereka berbohong tentang kerugian negara karena penjualan BBM industri, tapi saksi-saksi bilang tidak ada kerugian sama sekali πŸ˜‚. aku rasa perlu ada klarifikasi lagi tentang apa itu niat jahat atau mens rea yang dianggap tidak terbukti. bagaimana bisa mereka berdugaan korupsi tanpa adanya bukti nyata? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Oooh, apa arti dari tuduhan niat jahat yang tidak terbukti deh? Kalau gak jadi korupsi, kenapa bisa mendapatkan keuntungan besar sebesar 1,4 miliar dolar AS? Hmm, pertanyaan ini pasti sering diajukan oleh netizen seperti aku. Apakah ada konflik kekejaman bisnis yang membuat mereka harus berusaha keras untuk mencari cara-cara yang tidak jelas? Ataukah hanya sekedar proses penentuan harga yang normal banget? Tapi, kok bisa menghasilkan laba besar seperti itu? Oooh, aku ingin tahu lebih lanjut tentang kasus ini! πŸ€”πŸ’‘
 
😐 aku pikir kalau ini masih bisa ditebus aja gak? siapa tahu di luar sana ada bukti yang lebih kuat lagi. tapi kalau benar-benar tidak ada niat jahat, maka aku setuju dengan adikku yang bilang kalau harusnya coba lihat dari perspektif bisnis juga, apa adanya ada kerugian untuk negara atau tidak. perusahaan sudah melakukan hal yang 'benar' sesuai prosedur dan SOP-nya, tapi siapa tahu ada lagi aspek yang kita kalahi? πŸ€”
 
Maaf ya, aku pikir kasus ini memang terasa sedikit tidak adil, tapi kalau lihat fakta persidangannya, ternyata para pejabat itu benar-benar melakukan segala sesuatu sesuai prosedur dan atasan mereka tidak campur tangan. Aku pikir yang harus diingat bukan tentang siapa yang benar atau salah, tapi bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan ini agar bisa meningkatkan efisiensi dan transparansi di perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina Patra Niaga.
 
Aku pikir kalau ini penjual BBM di Pertamina Patra Niaga udah jujur banget sih, nggak ada dugaan korupsi apa-apa. Mereka berproses sesuai SOP dan tata kelola perusahaan, kan? Dan kalau kerugian itu asli atau bukan? Aku rasa perlu diinvestigasi lagi, tapi kayaknya jujuran mereka bikin aku percaya πŸ˜ŠπŸ‘
 
kembali
Top