Saksi Jaksa Akui Membagi Duit $30 Ribu di Pengadaan Chromebook

Kemendikbudristek, Kasus Chromebook: Saksi Jaksa Akui Dhany Hamiddan Membagikan Uang $30 Ribu di Pengadaan Chromebook

Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMA Kemendikbudristek, Dhany Hamiddan Khoir, mengakui mendapat sejumlah 30 ribu dolar Amerika Serikat (AS) dan nominal Rp200 juta terkait pengadaan laptop Google Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dengan terdakwa eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim, Dhany mengaku membagikan uang tersebut kepada pejabat lain yang ada di Kemendikbudristek.

Saksi jaksa bertanya apakah Dhany ingin membagikan uang tersebut kepada pejabat lain, kemudian Dhany menjawab bahwa ia membagikan uang sejumlah 7.000 (dolar AS) kepada Pak Purwadi dan Suhartono Arham serta Rp200 juta untuk operasional perkantoran dan 16 ribu (dolar AS) untuk operasional perkantoran.

Jaksa bertanya apakah ada orang lain yang diberikan uang tersebut, kemudian Dhany mengaku ada Bu Mariana Susy sebagai rekanan PT Bhinneka Mentaridimensi dalam penginstalan Chrome Device Management (CDM). Selain itu, Dhany juga mengakui bahwa sebagian uang tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional kantor.

Saksi jaksa bertanya apakah total uang yang dibagikan oleh Dhany adalah USD 30.000 dan Rp200 juta, kemudian Dhany mengaku benar. Dalam pengakuan tersebut, Dhany juga menjelaskan bahwa ia menggunakan uang 16 ribu dolar AS dan Rp200 juta untuk membeli laptop staf di Kemendikbudristek dengan nilai masing-masing Rp6 juta.

Dalam sidang tersebut, Dhany mengklaim telah mengembalikan uang-uang tersebut kepada pihak kejaksaan. Saksi jaksa bertanya apakah sudah dikembalikan, kemudian Dhany menjawab bahwa sudah dikembalikan.
 
"Kemajuan terbaik adalah kemajuan sederhana." - Lao Tzu πŸ™
Aku pikir kalau dhany hamiddan benar-benar mau mengembalikan uangnya, tapi ternyata ada kecurangan lagi di Kemendikbudristek. Uang 30 ribu dolar AS dan Rp200 juta itu seharusnya digunakan untuk kepentingan negara saja, bukan untuk kebutuhan pribadi pejabat.
 
Saya rasa hal ini cukup menarik perhatian kita semua. Mungkin karena uang itu berukuran besar, tapi apa yang salah dengan itu? Tapi aku pikir ada sesuatu yang kurang jelas disini, yaitu bagaimana uang itu diperoleh pertama-tama. Apakah benar-benar tidak ada keterlibatan orang lain dalam hal ini? Aku merasa ada sesuatu yang tidak sepenuhnya terungkap di sini... πŸ€”
 
aku nggak pernah nonton sidang tadi, tapi kayaknya ada yang serius banget πŸ€¦β€β™‚οΈ. 30 juta dolar AS dan 200 juta rupiah? itu uang kaya banget! aku rasa Dhany memang benar-benar tidak bijak dengan uang tersebut πŸ˜…. tapi kenapa harus diakui dulu sebelum semua orang tahu? kalau ada yang tahu sebelumnya, mungkin sudah bisa mengambil uang tersebut πŸ€‘. dan akhirnya ia mengklaim telah kembali uang tersebut... aku nggak percaya πŸ€”.
 
omg ini apa kabar di kementerian pendidikan 🀯 kalau dhanie membagikan uang 30 ribu dollar ke orang lain apa kiraannya πŸ€‘ kayaknya ada yang sengaja ngambil uang yang tidak harus diambil kan? tapi tolong jangan terlalu serius dong, mungkin dia hanya salah paham aja πŸ’β€β™‚οΈ
 
Aku pikir ini salah, tapi aku juga pikir ini benar... Aku rasa Kasus Chromebook ini memang terjadi, tapi saya tidak yakin mau percaya siapa yang salah, mungkin dhany memang bersalah, tapi aku juga pikir dia bisa jadi berbohong... Aku ragu-ragu karena aku tahu Dhany adalah orang yang baik, tapi aku juga tidak bisa menyangkal fakta bahwa uang itu ada dan digunakan. Mungkin aku harus mencari jawaban lain... atau mungkin aku hanya tidak cukup pintar untuk memahami apa yang terjadi. 😐
 
kaya kaya sih aja kasus ini πŸ˜‚ 30 ribu dolar AS itu tolong2 aja kebutuhan staf kan? siapa yang nantangin penggunaan itu? 😜 dan wajar sebenarnya, Dhany bisa jadi mau membagikan uang itu kepada orang lain kalau tidak ada aturan yang jelas. kalo ada aturan, kiri2 pemerintah harus lebih transparan dan jujur tentang penggunaan dana public aja, jangan nge-kejar saksi jaksa bareng Kasus Chromebook ini πŸ˜‚
 
Udah kayaknya rasanya kalau pengelolaan uang di Kemendikbudristek gini πŸ˜’. Bagaimana caranya uang itu jadi 'hadiah' bagi orang lain? πŸ€”. Mungkin kalau ada yang sengaja atau tidak ada kebijakan yang baik, ya tidak heran uang itu hilang. Tapi kayaknya masih harus ada tindakan lebih lanjut dari pihak yang berwenang agar ini jadi contoh dan tidak terjadi lagi. πŸ™
 
πŸ€• Maksudnya kalau itu semua gini juga apa salahnya lagi? Kasus ini memang serius, tapi kita harus sabar dan tidak berlebihan emosi. πŸ™ Dhany pasti sudah bercerita jujur sekarang, tapi kita harus ingat bahwa ada yang sama sekali salah di sana, apalagi di tingkat tertinggi seperti itu. Yang penting sekarang adalah keterbacaan dan kebaikan hati kami 🀝
 
Maksudnya gini, uang itu bagus-bagus saja, tapi yang penting adalah di mana uang tersebut berasal? Kita lihat siapa yang berkenan memberi uang itu dan apa yang dibutuhkan untuk pengadaannya. Tapi apa sih yang salah dengan ini? Mereka bilang uang itu dibagikan karena tujuan yang baik, tapi kita tidak tahu pasti siapa yang sebenarnya mendapatkan manfaat dari uang itu. Gak ada kejelasan tentang bagaimana uang itu dikeluarkan dan di mana itu digunakan nanti. Kita harus lebih teliti dalam mengelola sumber daya negara, ya. πŸ€”
 
Makasih udah ada saksi yang mau jujur, kayaknya ini kasus Chromebook yang serius nih 🀯. Siap-siap aja dulu siapa yang lagi jadi korupsi, tapi gampang banget cari tau orang mana yang nanti ada di dalam casus πŸ˜‚.
 
Saya rasa gini kalau kasus ini lebih fokus buat memahami bagaimana birokrasi kerja dan di mana uang-uang itu masuk. Saya juga sedikit penasaran bagaimana pihak kejaksaan akan menilai situasi ini nanti. Aku pikir Dhany mungkin sudah melakukan kesalahan, tapi aku tidak ingin langsung membenarnya karena aku masih ingin tahu lebih banyak tentang konteks di mana uang-uang itu digunakan. Saya rasa penting buat kita semua untuk memahami bagaimana proses pengadaan dan penggunaan dana di kerajaan ini berjalan agar kita bisa membuat perubahan yang positif nanti. πŸ€”
 
aku saking penasaran siapa yang di beli laptop staf itu πŸ€”, mungkin Pak Purwadi aja? dan bukannya 7 ribu dollar AS itu untuk membeli nasi goreng di warung warung luar kantor? aku rasa kalau uang itu bisa digunakan lebih baik lagi, seperti membayar utang gaji mereka 😏.
 
kembali
Top