Aku pikir itu penipuan kalau kamu bilang biaya gol tidak dibayar oleh PT JMN, tapi kemudian dimasukkan ke dalam biaya awal dari Dimas Werhaspati. Kalau benar tuh biaya kembali ke Indonesia setelah permainan, apa artinya? Kamu hanya ingin menutup mata dari korupsi ya? Menurutku, ini sama seperti yang terjadi di kerajaan-kerajaan lama, kaya-kaya suka memakai cerita untuk mengelabui masyarakat. Tapi aku rasa kalau dilihat dari sudut pandang manajer PIS, kamu harus menjelaskan apa-apa yang terjadi. Kalau kamu tidak mau, itu berarti kamu tidak transparan, dan itu tidak baik buat PIS. Aku rasa ini membutuhkan diskusi lebih lanjut, biar kita bisa mengetahui apa benarnya yang terjadi di situ.
Gue pikir kalau bukan, apa salahnya orang main golf bareng PT JMN? Mereka tidak membayar biaya dari perusahaan itu sendiri, tapi mereka bayar sendiri. Gue rasa itu nggak ada masalah. Kalau mau ngerasa korupsi, gue pikir itu soal pribadi si Dimas Werhaspati, komisaris PT JMN yang membayar biaya awalnya. Tapi bukan masalah PIS, tapi soal individu yang mau berkontribusi sendiri. Gue setuju kalau tidak ada komunikasi dengan PIS lain, tapi gue rasa itu nggak penting. Main golf bareng PT JMN nggak masalah, asalkan bukan bentuk korupsi yang serius.
aku pikir kalau ada dugaan korupsi, harus ada bukti ya . tapi kalau benar-benar biaya dibayar oleh orang sendiri, tidak ada komunikasi dengan pihak lain... aku rasa masih bisa dipertimbangkan lagi siapa punya pendapat yang berbeda . apa benar kalau biaya awalnya dibayar oleh Dimas Werhaspati? itu membuat aku curiga sedikit . tapi tidak ada bukti tentang pembicaraan bisnis selama acara golf, itu bagus juga . mungkin pihak PIS bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang hal ini .