Tentu saja, saham Toyota Industries menembus rekor tertinggi sepanjang masa setelah buyout dengan harga yang meningkat hingga 19.080 Yen. Ini menandakan investor percaya bahwa nilai perusahaan ini lebih tinggi dari harga penawaran yang direvisi oleh Toyota Motor.
Investor cium peluang mencanangkan saham ini, karena peningkatan harga saham terjadi sehari setelah Toyota Motor menaikkan harga penawaran tender untuk mengambilalih lebih dari 15 persen dengan nilai transaksi lebih dari US$35 miliar atau Rp 590,7 triliun. Harga beli bahkan melampaui penawaran terbaru Toyota Motor ini, yang menunjukkan investor percaya bahwa potensi kesepakatan dengan valuasi yang lebih tinggi.
Saham Toyota Industries, produsen forklift asal Jepang, naik hampir 6 persen ke level 19.080 Yen. Ini juga melampaui harga penawaran yang direvisi oleh perseroan sendiri. Peningkatan harga saham ini menandakan investor percaya bahwa perusahaan memiliki potensi untuk dinilai lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Tentu saja, tidak semua orang setuju dengan peningkatan harga saham ini. Analis riset ekuitas global SmartKarma, Arun George, mengatakan bahwa harga penawaran yang direvisi masih bisa diperdebatkan terlalu rendah. Kondisi ini menunjukkan Toyota Industries masih berpotensi dinilai lebih rendah dari nilai wajarnya.
Sementara itu, saham Toyota Motor, produsen otomotif terbesar dunia, naik lebih dari 2 persen setelah menaikkan harga penawaran tender untuk mengambilalih lebih dari 15 persen dengan nilai transaksi lebih dari US$35 miliar atau Rp 590,7 triliun.
Dengan demikian, saham Toyota Industries yang melonjak hampir 6 persen ke level 19.080 Yen menandakan investor percaya bahwa perusahaan ini memiliki potensi untuk dinilai lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Investor cium peluang mencanangkan saham ini, karena peningkatan harga saham terjadi sehari setelah Toyota Motor menaikkan harga penawaran tender untuk mengambilalih lebih dari 15 persen dengan nilai transaksi lebih dari US$35 miliar atau Rp 590,7 triliun. Harga beli bahkan melampaui penawaran terbaru Toyota Motor ini, yang menunjukkan investor percaya bahwa potensi kesepakatan dengan valuasi yang lebih tinggi.
Saham Toyota Industries, produsen forklift asal Jepang, naik hampir 6 persen ke level 19.080 Yen. Ini juga melampaui harga penawaran yang direvisi oleh perseroan sendiri. Peningkatan harga saham ini menandakan investor percaya bahwa perusahaan memiliki potensi untuk dinilai lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Tentu saja, tidak semua orang setuju dengan peningkatan harga saham ini. Analis riset ekuitas global SmartKarma, Arun George, mengatakan bahwa harga penawaran yang direvisi masih bisa diperdebatkan terlalu rendah. Kondisi ini menunjukkan Toyota Industries masih berpotensi dinilai lebih rendah dari nilai wajarnya.
Sementara itu, saham Toyota Motor, produsen otomotif terbesar dunia, naik lebih dari 2 persen setelah menaikkan harga penawaran tender untuk mengambilalih lebih dari 15 persen dengan nilai transaksi lebih dari US$35 miliar atau Rp 590,7 triliun.
Dengan demikian, saham Toyota Industries yang melonjak hampir 6 persen ke level 19.080 Yen menandakan investor percaya bahwa perusahaan ini memiliki potensi untuk dinilai lebih tinggi dari nilai wajarnya.