Saham DADA Tiba-tiba Arah ke Rp60, Apa Kata Sahamnya?
Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali mengalami pergerakan yang tiba-tiba. Pada pukul 10.20 WIB Rabu, saham ini melonjak hingga 30 persen dan mencapai level Rp67, sehingga membuatnya tercatat parkir di level Rp60 lima menit menjelang jeda perdagangan sesi pertama.
Pergerakan tiba-tiba ini bukan kali pertama kali saham DADA mengalami hal serupa. Sebelumnya, pada awal Agustus hingga Oktober 2025, emiten ini sempat terbang dari Rp8 per saham hingga level tertingginya Rp178 per saham.
Struktur pemegang saham Dada juga mengalami perubahan yang signifikan. Pada awalnya, kepemilikan terkonsentrasi pada satu pemegah saham mayoritas dengan porsi di atas 66 persen. Namun, kondisi mulai bergeser setelah dirumorkan bakal diakuisisi The Vanguard Group AS.
Perubahan ini membuat persentase kepemilikan pemegah saham besar turun ke kisaran 58 persen, sementara porsi kepemilikan publik dengan porsi di bawah 5 persen meningkat hingga lebih dari 40 persen. Pada Oktober-November 2025, jumlah saham yang dimiliki pemegah saham besar turun signifikan dari sekitar 4,35 miliar saham menjadi 2,2 miliar saham.
Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali mengalami pergerakan yang tiba-tiba. Pada pukul 10.20 WIB Rabu, saham ini melonjak hingga 30 persen dan mencapai level Rp67, sehingga membuatnya tercatat parkir di level Rp60 lima menit menjelang jeda perdagangan sesi pertama.
Pergerakan tiba-tiba ini bukan kali pertama kali saham DADA mengalami hal serupa. Sebelumnya, pada awal Agustus hingga Oktober 2025, emiten ini sempat terbang dari Rp8 per saham hingga level tertingginya Rp178 per saham.
Struktur pemegang saham Dada juga mengalami perubahan yang signifikan. Pada awalnya, kepemilikan terkonsentrasi pada satu pemegah saham mayoritas dengan porsi di atas 66 persen. Namun, kondisi mulai bergeser setelah dirumorkan bakal diakuisisi The Vanguard Group AS.
Perubahan ini membuat persentase kepemilikan pemegah saham besar turun ke kisaran 58 persen, sementara porsi kepemilikan publik dengan porsi di bawah 5 persen meningkat hingga lebih dari 40 persen. Pada Oktober-November 2025, jumlah saham yang dimiliki pemegah saham besar turun signifikan dari sekitar 4,35 miliar saham menjadi 2,2 miliar saham.